Swedia Gelar Festival Musik Spesial Wanita

0
215
Festival musik di Swedia

GOTHENBURG, Bisniswisata.co.id: Promotor musik Swedia boleh diacungi jempol, lantaran menggelar festival musik khusus wanita. Festival musik ini paling bagi perempuan. Aman dari godaan lelaki hidung belang. Aman daru pelecehan seksual. Hingga aman dari kasus perkosaan yang kerap menghantui acara festival musik selama ini.

Media Swedia baru mengumumkan secara resmi pada Minggu (19/11/2017) tentang rencana festival musik spesial bagi wanita. Sang koordinator, Emma Knyckare menjelaskan, Statement adalah festival musik yang digelar selama dua hari. Festival itu baru akan digelar untuk pertama kalinya di barat Gothenburg pada musim panas mendatang.

Di festival itu, perempuan boleh berpesta dan minum sampai mabuk tanpa khawatir. “Bersama kami membuat pernyataan melawan kekerasan seksual dengan menciptakan ruang aman bagi para perempuan, serta orang-orang nonbiner dan transeksual yang ingin mendatangi festival dan merasa aman di waktu yang sama,” Knyckare berkicau melalui Twitter.

“Kami tidak berpikir itu permintaan yang terlalu banyak!” lanjutnya.

Dilaporkan kantor berita AFP, Selasa (21/11/2017) tindakan itu diambil setelah festival musik terbesar di Swedia, Bravalla dibatalkan karena ada komplen terkait pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Polisi menerima empat laporan pemerkosaan dan 23 laporan pelecehan seksual, yang membuat festival itu tidak diadakan pada 2018. Laporan itu adalah hasil festival Juli lalu.

Itu bukan yang pertama terjadi. Pada 2016, media lokal memberitakan lima perempuan mengaku diperkosa di festival yang digelar selama empat hari itu. Konsep festival itu memang memungkinkan pengunjungnya menginap di tenda-tenda. Festival itu dihadiri ribuan orang tiap tahunnya.

Meski Statement baru dibuka tahun depan sebagai respons atas dibatalkannya Bravalla, penyelenggaranya berharap festival mereka tidak untuk selamanya. “Harapan kami, festival seperti Statement, sebuah ruang bebas dari pelecehan seksual, tidak diperlukan lagi.”

Namun, mereka melanjutkan, masyarakat saat ini masih membutuhkannya. “Itulah kenapa kami membuat festival ini,” lanjut mereka.

Sejauh ini, belum ada pengumuman siapa saja yang bisa disaksikan di festival itu dan berapa harga tiket masuk untuk festival selama dua hari di tanah lapang. (AFP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.