Sumber Devisa Baru, Pariwisata Harus Terus Digenjot

0
218
Turis asing kunjungi Kalimantan Barat (Foto:detiktravel.com)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Bank Indonesia menilai sektor pariwisata perlu digenjot melalui peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman), sehingga dapat menjadi sumber devisa baru yang bisa diandalkan. Memang, perkembangan pariwisata Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang bagus, namun demikian harus terus digenjot.

“Jumlah wisatawan perlu ditingkatkan lagi. Memang terjadi penambahan wisatawan yang berkunjung tapi jangan lupa banyak juga orang Indonesia yang keluar negeri,” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara saat memberi pemaparan di acara pelatihan wartawan daerah Bank Indonesia di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Bank sentral mencatat sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar US$11,3 miliar dolar sepanjang 2016. Nilai tersebut, masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan negara di Asia, seperti Malaysia sudah mencapai US$18,1 miliar, Singapura US$18,4 miliar. Bahkan, Thailand menempati posisi teratas dengan nilai devisa US$49,9 miliar.

“Posisi pariwisata Indonesia berada di peringkat 9 atau hanya di atas negara Vietnam. Thailand dan Malaysia bisa tinggi karena wisatawannya bisa mencapai 40 juta orang per tahun, nanti kalau target kita 20 juta orang tercapai itu bisa meningkatkan devisa,” kata Mirza.

Menurut dia sektor pariwisata perlu didukung peningkatan infrastruktur maupun kesiapan masyarakat Indonesia. “Sebetulnya pemerintah sudah mendorong dengan terus membuka bandara baru, penerapan bebas visa dan penerbangan langsung untuk mendongkrak pariwisata,” ujarnya.

Disisi lain Mirza mengungkap kondisi ekonomi Indonesia saat ini bisa menjadi momentum yang tepat mengundang para investor untuk berinvestasi di sektor yang mempunyai nilai tambah, termasuk pariwisata. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.