Strategi Bebas Visa Kunjangan Mampu Dongkrak Wisman

0
490
wisman naik becak

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: MENKO Kemaritiman Rizal Ramli optimis strategi Bebas Visa Kunjungan (BVK) adalah cara yang tepat untuk mendongkrak kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Pemerintah akan terus membuka BVK bagi negara-negara lain yang dianggap potensial untuk berwisata ke tanah air.

“Sekarang sudah 90 negara, ke depan mungkin akan ditambah beberapa negara lagi. Prinsipnya, negara yang diberi bebas visa itu tidak terlibat dalam perdagangan narkoba dan ekspor ideologi garis keras, seperti ISIS. Ideologi yang mengajarkan kekerasan atau radikalisme, itu yang tidak akan kita bebaskan visa,” tegas Rizal Ramli di Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Pemberian bebas visa kunjungan, sambung Menko Kemaritiman, sangat efektif. Apalagi penetapan target turis asing pada 2016 sebanyak 12 juta orang. “Angka kenaikan itu memang sangat besar, 20 persen dibandingkan dengan rata-rata kenaikan turis internasional di semua negara yang hanya 4 persen tahun lalu. Tetapi saya yakin strategi yang dibangun bisa mencapai itu semua, semoga ya,” harap mantan menteri di era Presiden Gus Dur.

Dilanjutkan, apalagi Tahun 2019 harus double sebesar 20 juta wisman, tiga juta tenaga kerja langsung, tujuh juta tenaga kerja tak langsung. “Nah ini semua bisa tercapai, jika kita kerja, kerja, kerja dan kerja keras. Stakeholder pariwisata juga harus bergerak mendukungnya,” lontarnya serius.

Disinggung mengapa memberi bebas visa, sementara negara yang bersangkutan tidak secara resiprokal langsung memberi visa bagi Indonesia ke negaranya? “Saya senang jawabannya Arief Yahya pada saat itu. Kalau orang Indonesia dikasih bebas visa, nanti pada kabur semua, banyak devisa yang terbang ke luar negeri. Biar kuat dulu fundamen ekonomi kita, biar makmur dulu, baru diurus resiprokalnya,” kata Rizal Ramli.

Kenapa Australia yang dekat dengan Indonesia belum diberi Bebas visa Kunjungan, padahal potensi wisatawan negara Kangguru luar biasa? “YA kita akan memberi secara bertahap,” jawabnya singkat.

Rizal Ramli juga mendorong industri serta pemerintah agar membangun pelabuhan untuk turis yakni marina untuk yacht, di berbagai tempat di kepulauan Indonesia. “Masak turis bersandarnya di pelabuhan kapal barang seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak, Pasti jauh dari kenyamanan,” keluhnya.

Ditambahkan, pihaknya juga sudah berbicara dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama soal Kepulauan Seribu yang belum dimanfaatkan maksimal untuk pariwisata. Tahun depan, Rizal Ramli sudah merencanakan untuk penanaman satu juta coral atau terumbu karang di Kepulauan Seribu dari berbagai lokasi di Indonesia.

“Sekarang ada marinir Angkatan Laut (AL) yang bekerja menyemaikan terumbu karang, di buat konblok, yang diisi dengan terumbu karang. Kalau bisa hidup 50 persen saja, keindahan bawah laut Pulau Seribu akan menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” sebutnya. (endy)

LEAVE A REPLY