STKW Ekspresikan Majapahit dalam Karya Seni

0
1434

SURABAYA, test.test.bisniswisata.co.id: Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha yang menguasai seluruh Nusantara dan salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara. Banyak warisan bernilai sejarah tinggi dan kaya akan nilai budaya yang ditinggalkan kerajaan Majapahit yang dulu berpusat di kawasan Mojokerto tersebut. Peninggalan ini diantaranya bangunan candi, patung dan kitab kuno.

Eratnya keterkaitan antara Kerajaan Majapahit dengan lahirnya Kota Surabaya melatarbelakangi House of Sampoerna (HoS) merangkul Universitas Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW), menggelar pameran seni rupa bertajuk “Madjapahit di Udjung Galuh” di Galeri Seni HoS Surabaya, mulai 8 Mei – 7 Juni 2015.

Pameran menampilkan 30 karya seni beragam peninggalan yang kaya nilai budaya, corak, bangunan, candi, patung serta karya seni lainnya seperti sketsa, instalasi, patung, lukisan, batik, fotografi dan grafis hasil karya dosen, mahasiswa dan mahasiswi.

Nuzurlis Koto, dosen STKW menampilkan karya berbahan keramik berbentuk botol lempeng dengan sisi depan bergambar lambang & tokoh Majapahit yaitu Surya Majapahit dan Gadjah Mada di bagian belakang yang diberi judul “Majapahit”.

Sofianna, dosen lainnya menampilkan karya gerabah yang menceritakan tentang Hang Tuah saat mengunjungi kerajaan Majapahit, divisualisasikan dengan sosok Hang Tuah yang dikelilingi lambang-lambang Majapahit.

Reny Agustin, mahasiswi STKW menampilkan karya sketsa Candi Penataran. Dua mahasiswi STKW lainnya menampilkan tarian Panji saat pembukaan pameran yang menggambarkan perebutan panji. Ada pula batik sebagai salah satu media ekspresi yang dipilih oleh mahasiswa-mahasiswi untuk menggambarkan ornamen dan simbol Majapahit.

Karya-karya yang dipamerkan merupakan tugas kuliah para mahasiswa mahasiswi STKW serta karya pamer para dosen yang tertantang untuk berkolaborasi dengan anak didik mereka dalam mengekspresikan budaya lokal yang patut dilestarikan.

“Pameran ini memberikan wawasan baru bagi kami dalam berkarya. Dengan memasukkan nilai-nilai budaya yang harus kami gali dan tuangkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat karena nilai edukasi yang terkandung di setiap karya kami,” ujar Nuzurlis Koto, koordinator pameran dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Ahad (10/05/2015).

Diakui kecenderungan pemuda saat ini untuk belajar mengenai sejarah Majapahit masih kurang, sehingga perlu sering diadakan pameran yang bertema mengenai kejayaan Majapahit.”Sejarah Majapahit sangat perlu diketahui oleh kalangan pemuda, sebab di dalammnya mengandung banyak nilai pesan penting, salah satunya adalah konsistensi dalam memegang sebuah janji yang tertuang dalam “Sumpah Palapa”,” katanya.

Ia mengakui kalangan pemuda saat ini lebih senang dan cenderung mempelajari sejarah luar negeri dan masa kemerdekaan, serta kurang mendalami sejarah di masa sebelum kemerdekaan atau saat Kerajaan Majapahit. “Mempelajari sejarah kemerdekaan memang perlu, namun alangkah baiknya bila mereka juga mempelajari masa kerajaan yang pernah jaya di Nusantara, salah satunya adalah Majapahit, sebab nilai budayanya lebih banyak,” katanya.

Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya adalah suatu instansi Pendidikan Tinggi Kesenian. STKW ini di bawah Badan kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI). STKW didirikan oleh Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Wilwatikta Surabaya dengan Yayasan Pusat Latihan Kesenian Chandra Wilwatikta Surabaya, pada tahun 1980. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY