Startup Pitch Day Bali

0
318

KUTA-Bali, test.test.bisniswisata.co.id, –SEBANYAK  32 pendiri usaha rintisan (startup) dari seluruh daerah di Bali, mendaftarkan diri sebagai peserta. Setelah melalui tahap kurasi, terpilih 24 startup mengikuti pitch day kali ini. Dewan juri akan memilih lima peserta terbaik untuk kemudian melaju ke babak final yang akan diselenggarakan di Denpasar, Bali, November 2016.

Para peserta pitch day hari ini berasal dari berbagai subsektor industri kreatif, antara lain kuliner, fashion, dan pendidikan. Juga ada lagi dari subsektor aplikasi, game, market place, serta kerajinan.

Sugeng Santoso, Direktur Akses Non Perbankan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) , menjelaskan acara kurasi start-up diawali dengan paparan narasumber tentang pengalaman mereka dalam menerima mau pun menyuntikkan modal sebagi bagian dari investasi. Selanjutnya, masuk pada tahap mentoring di mana para mentor akan memberikan kritik dan saran kepada peserta setelah mereka mempresentasikan bisnisnya yang lazim disebut pitching.

“Lima startup pilihan dewan juri untuk mengikuti bapak final bersama peserta dari Depok, Jawa Barat, Medan, Sumatera Utara, Malang, Jawa Timur, dan Bandung, Jawa Barat, ” lanjut  Sugeng.

 

Kesempatan Belajar

Start-up Pitch Day merupakan lokakarya (workshop) yang diselenggarakan Bekraf dalam rangka menyiapkan para pebisnis start-up dalam mengembangkan bisnis, meningkatkan skala bisnis, serta mempunyai pengetahuan bagaimana menggaet investor. Di samping itu, para pendiri start-up juga mempunyai kesempatan belajar satu sama lain, memperluas jaringan (network), serta menyempurnakan ekosistem startup di daerah masing-masing.

Melalui kesempatan belajar tersebut, mereka dapat saling bertukar pengalaman dan mempelajari kelebihan dan kekuatan start-up lain. Sehingga, hasil dari proses belajar dapat diterapkan untuk proses pengembangan strat-up masing-masing.

Peluang tak  kalah penting, adalah bertemu dengan para narasumber yang juga berasal dari kalangan investor. Sehingga, mereka memiliki pengalaman mempresentasikan usaha di hadapan investor sekaligus membuka akses permodalan yang lebih besar dari investor yang bersangkutan.

Dalam Start-up Pitch Day, para peserta juga mendapatkan sesi mentoring, mereka dibimbing para mentor bagaimana mempresentasikan bisnis mereka di hadapan investor (pitching) secara maksimal. Sehingga, upaya mendekati atau kesempatan menggaet investor pun menjadi lebih besar.

Ditegaskan Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun dana ekonomi kreatif dan meningkatkan kesiapan pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan skala bisnis mereka. Berharap, para pendiri start-up bisa belajar satu sama lain.

Fajar Utomo: Memediasi, ide, kreator, pengembang, pasar dan investor
Fajar Utomo: Memediasi, ide, kreator, pengembang, pasar dan investor

“Narasumber yang merupakan investor juga kami hadirkan supaya mereka merasakan pengalaman nyata pitching di depan para investor dan meyakinkan investor bahwa usaha mereka layak untuk dimodali,” ujar Fadjar.

Seperti diketahui Bekraf sebagai lembaga pemerintah non kementerian bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Hadir sebagai narasumber antara lain Dondi Hananto dari Unitus Impact dan Natalia Rialucky – ANGIN (Angel Investment Network Indonesia). Para narasumber akan memberikan penjelasan seputar tipe-tipe permodalan dan bagaimana melejitkan modal (fund raising). Mereka juga akan memberi penjelasan seputar aktivitas investasi dan berbagi pengalaman saat menyuntikkan modal mau pun menerima suntikan dana dari investor. *Dwi

LEAVE A REPLY