Sri Sultan: Bandara NYIA Titik Awal Peradaban Baru Yogya

0
236
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X

KULON PROGO, bisniswisata.co.id: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) menjadi titik awal bagi perkembangan peradaban baru di Yogyakarta. Bandara akan diintegrasikan dengan berbagai kemudahan untuk meningkatkan investasi.

“Bandara akan membuka transaksi perdagangan, wisata dan investasi menuju peradaban baru abad 21 yang diawali dari Kulon Progo,” jelas Sultan saat memberikan sambutan pada Babat Alas Nawung Kridha di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulon Progo, Yogyakarta, Jumat (27/1/2017).

Sri Sultan mengatakan Bandara NYIA akan mampu memberikan efek domino sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bandara harus mampu menciptakan lapangan kerja, investasi dan usaha untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bandara NYIA diharuskan menjadi katalisator dan akselerator ekonomi.

Bandara ini juga akan dintegrasikan dengan jalur kereta api dan jalan yang akan dipercepat. Sehingga dapat memudahkan sektor jasa dan pariwisata di wilayah Yogyakarta, Solo dan Semarang.

Bandara internasional yang terletak di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta ini akan dibangun di atas lahan seluas 587 hektar. Bandara ini diharapkan selesai pada pertengahan 2019. Untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo ini, Angkasa Pura I menyiapkan investasi Rp9,3 triliun

Pembangunan tahap satu (2020-2031) dibangun terminal dengan luas 130 ribu meter persegi, panjang runway 3.250 meter, lebar 60 meter, apron berkapasitas 35 pesawat, sehingga diharapkan mampu menampung 15 juta penumpang per tahunnya.

Pada pembangunan tahap II (2031-2041), terminal bandara akan dikembangkan menjadi 195 ribu meter persegi, panjang runway 3.600 meter, dan apron berkapasitas 45 pesawat, serta mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun. “Ini berarti 10 kali lipat dari kapasitas bandara sebelumnya (Adisucipto),” tambahnya. (*/NDI)

LEAVE A REPLY