Spa Minahasa, Khusus Penyeimbang Suhu Tubuh

0
395
Spa

MINAHASA, test.test.bisniswisata.co.id: Memanjakan diri, seringkali dimanfaatkan wanita dengan menjalani ragam perawatan kecantikan. Salah satunya ialah dengan perawatan spa. Selain untuk merelaksasi tubuh, cara ini dipercaya dapat memancarkan aura kecantikan kaum hawa.

Lulur, spa asal Jawa merupakan salah satu yang sudah populer dikalangan para wanita. Selain itu, ada juga Boreh asal Bali yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Tetapi, ternyata Indonesia tak hanya memiliki kedua perawatan tubuh itu, masih ada banyak yang lainnya dan tak kalah bermanfaat.

Vice Chairwoman Martha Tilaar Group, Wulan Tilaar mengemukakan bahwa pemerintah Indonesia sendiri, telah menetapkan untuk mencanangkan Indonesia Ethnowellness spa, sebagai upaya menjadikan Indonesia sebagai destinasi spa dan wellness berbasis kekayaan alam budaya Indonesia.

Pada upaya ini, ada sembilan yang dipilih sebagai langkah awal untuk mengenalkan kekhasan spa asal Indonesia, seperti Oukup (Batak, Sumatera), Lulur (Jawa), Boreh (Bali), So’oso (Madura), Batimung (Banjar, Kalimantang), Bedda Lottong (Bugis, Sulawesi Selatan) dan Bakera (Minahasa, Sulawesi Utara).

Tahun ini menjadi awal pengenalan satu lagi perawatan tubuh asli Indonesia, yaitu Bakera asal Minahasa. “Bakera memberikan kesadaran akan pentingnya mensyukuri kekayaan alam Indonesia yang mampu merawat tubuh secara alami dan menjaga kesehatan kondisi tubuh manusia,” ujarnya saat acara peluncuran ‘Bakera, The Authentic Indonesian Spa Experience from Minahasa, North Sulawesi’ seperti dilansir laman cnnindonesia.com, Kamis (02/06/2016).

Pada awalnya, Bakera adalah ritual perawatan tubuh untuk wanita sehabis melahirkan serta membantu jarak kelahiran, atau sebagai metode KB alami yang dikenal dengan teknik Bakancing. Adanya keseimbangan antara ‘unsur panas dan dingin’ di dalam tubuh manusia menjadi konsep sehat masyarakat di Minahasa. Apabila salah satu atau kedua unsur tersebut hilang dari tubuh manusia, dapat digantikan dengan ‘unsur panas dan dingin’ yang diambil dari alam.

“Masyarakat Minahasa percaya bahwa tubuh wanita sehabis melahirkan dalam keadaan lemah dan dingin, oleh karena itu perlu perawatan dengan memasukkan panas ke tubuh melalui proses penguapan (steaming). Sebagai upaya menjaga keseimbangan di dalam tubuh, dan mencegah tubuh tidak bugar yang dikenal dengan istilah Bantahan,” ujar Development Advisor Martha Tilaar, Rita Handayani.

Dalam perkembangannya, menurut Rita, kini spa tersebut tidak hanya untuk wanita usai melahirkan saja, tetapi dapat pula dirasakan oleh pria maupun wanita yang merasa lelah atau masuk angin. “Manfaat dari Bakera tak hanya berguna sebagai kesehatan tubuh, tetapi juga dapat menjadi rileksasi, merangsang perbaikan sirkulasi darah, menghilangkan ketegangan otot dan sendi, merevitalisasi tubuh, serta membuang racun pada tubuh,” lontarnya.

Berdasarkan data tim research dan development Martha Tilaar, ramuan pada Bakera terdiri dari ragam daun-daun alami yang memiliki banyak manfaat seperti daun puring, daun balacai, daun cengkeh, dan daun kayu manis yang telah diuji bermanfaat sebagai antibakteri pada tubuh. Kemudian dari daun jeruk limau, daun suji, dan daun pala yang berkhasiat sebagai antioksidan serta membantu memperbaiki sel-sel yang rusak.

Ada juga daun goro-goro atau daun baru cina, daun sereh dan daun pisang melengkapi kebutuhan wanita untuk memperlancar peredaran darah, membantu mengurangi keputihan, dan melancarkan haid dan antimikroba.

Tahapan perawatannya sendiri dimulai dari scrubbing untuk mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati pada tubuh. Setelah itu dilakukan steaming untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan memberikan efek rileks pada otot dan sendi. Dengan perawatan pijat dan masker tubuh untuk menutrisi kulit dan diakhiri dengan berendam rempah-rempah alami yang menambah efek rileks dan peremajaan tubuh. (*/CIO)

LEAVE A REPLY