Songket Sriwijaya Menyapa Eropa Dari Puncak Gunung Elbrus

0
90

Tiga pendaki berselempang songket

JAKARTA, bisniswisata.co.id:
Apa jadinya kalau para pecinta alama mendaki gunung yang tinggi di luar negeri, memakai songket? Wow fantastis! Adalah tiga pendaki Indonesia Faldi Riswandi, Riza Husin dan Riki Andriansyah, yang berhasil menaklukan puncak Gunung Elbrus, Rusia pada 14 Agustus 2018.

Mereka mengenakan kain songket Sriwijaya dari Palembang di puncak gunung yang merupakan gunung tertinggi di Eropa, dengan ketinggian 5.624 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketiga pendaki tersebut adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Sumatera Selatan, yang tergabung dalam Mapala Alfedya.

Riza Husin mengatakan dari awal pelaksanaan ekspedisi ini Mapala Alfedya bermimpi untuk mencapai atap Eropa melalui puncak Elbrus, yang merupakan salah satu puncak gunung tertinggi di Eropa dan dunia.
Tema ekspedisi adalah Songket Sriwijaya menyapa Eropa. Yaitu Ekspedisi Pemakaian Songket Sriwijaya di puncak Elbrus.

“Pendakian ini juga dalam rangka mempromosikan Asian Games 2018, dan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Rusia,” kata Reza dalam rilis KBRI Moskow hari ini.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para pendaki tersebut, karena turut membawa nama baik bangsa Indonesia.

“Kesuksesan ini merupakan hasil dari niat dan usaha yang kuat. Mencapai puncak Elbrus tidaklah mudah. Selain jalur yang sulit karena salju, cuaca dan suhu dingin juga sangat berpengaruh pada perjalanan,” kata Dubes Wahid saat bertemu ketiga pendaki di acara perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di KBRI Moskow, Jumat (17/8/2018).

Disebutkan bahwa para pendaki itu tiba di Moskow Selasa (7/8/2018), dan melanjutkan perjalanan ke Mineralny Vody, kemudian ke Terskol pada Kamis. Setelah melakukan aklimatisasi, ketiganya mulai mendaki pada Senin (13/8/2018).

Menurut Faldi Riswandi, sebelum mendaki puncak tertinggi Elbrus, mereka melakukan tiga kali aklimatisasi ke puncak gunung yang berbeda yaitu Gunung Cheget (3.100 mdpl), Gunung Azau (3.700 mdpl) dan Gunung Pastukhov Rocks (4.500 mdpl).

Jalur pendakian yang tidak mudah, berselimut salju abadi, suhu udara yang dingin hingga minus 11 derajat Celcius, bahkan sempat mengalami mountain sickness, tidak mematahkan semangat mereka untuk mencapai puncak Elbrus.

Summit attack kami mulai lakukan pada Selasa (14/8/2018) sekitar pukul 03.00 dinihari, dan mencapai puncak Elbrus pukul 09.00 pagi,” ujar Faldi sambil mengenang perjuangannya.

Mereka tidak menyangka perjalanannya akan sampai sejauh ini. Dari Palembang sampai Moskow hanya bertiga dengan segala keasingan saat berada di Rusia. “Kami berterima kasih banyak kepada Dubes Wahid dan KBRI Moskow atas dukungan yang diberikan,” tambah Riza.

Pada 2017 ketiga pendaki ini sukses membawa songket khas Palembang ke salah satu puncak dunia, yaitu Gunung Cartensz Pyramid di Papua, Indonesia.

“Tahun depan kami berangan-angan dapat membawa songket Sriwijaya ke puncak Gunung Kilimanjaro di Afrika, dan Aconcagua di Argentina,” ujar Faldi.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.