Solo Menari 24 Jam, 3.760 Penari Menari Tanpa Henti

0
202
Tari Gambyong Jawa Tengah (foto:Seputar Jawa Tengah)

SURAKARTA, Bisniswisata.co.id: Ratusan penonton masih memadati perayaan Hari Tari Sedunia dengan tema Solo Menari 24 Jam di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Ahad (30/04/2017) dinihari. Sejumlah kelompok tari masih akan berpentas hingga pukul 06.00 ini.

Para penonton berjejal di panggung pentas, seperti di Pendapa ISI, Gedung Teater Kecil serta Gedung Teater Besar. Beberapa terlihat lalu lalang dari panggung satu ke panggung yang lain.

Besarnya antusias penonton kegiatan ISI Solo Menari 24 jam itu memang telah diprediksi sejak awal. “Tahun-tahun sebelumnya sajian ini mampu menarik minat penonton,” kata Rektor ISI Solo, Sri Rochana.

Apalagi, penyelenggaraan saat ini bertepatan dengan libur akhir pekan yang disambung dengan libur Hari Buruh 1 Mei. “Banyak masyarakat yang menghabiskan akhir pekan dengan menyaksikan pertunjukan ini,” katanya.

Ribuan seniman menari secara bergantian selama 24 jam di ISI Solo. Mereka berasal dari 182 kelompok tari dari berbagai daerah, seperti Solo, Yogyakarta, Jakarta, Bali hingga Palu.

Acara Solo Menari 24 Jam itu rutin digelar di ISI Solo sejak 11 tahun terakhir. Kegiatan itu digelar untuk merayakan Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap 29 April.

Sri Rochana melanjutkan peringatan Hari Tari Sedunia digelar rutin tiap tahun. “Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-11. Kegiatan itu digelar oleh Jurusan Seni Pertunjukan. Meski demikian, acara itu diikuti oleh mahasiswa dan pengajar dari berbagai program studi,” paparnya.

Selain dari kalangan kampus, banyak sanggar tari yang akan ikut tampil. Tercatat sejumlah 182 sanggar tari sudah mendaftar untuk mengikuti acara tersebut. Jumlah seniman yang terlibat mencapai 3.760 orang. Mereka berasal dari Solo, Yogyakarta, Jakarta, Bali hingga Palu.

Penyelenggara sengaja tidak menerapkan sistem seleksi untuk acara tersebut. Mereka berusaha mengakomodir semua kelompok tari yang ingin ikut tampil. “Penari anak-anak bisa berpentas di panggung yang sama dengan penari yang sudah punya jam terbang tinggi,” katanya.

Rochana mengatakan bahwa perayaan Hari Tari Sedunia itu juga menjadi ajang praktek para mahasiswa ISI Solo. Mereka akan mempraktekkan pengetahuan tari, manajemen panggung, koreografi hingga karawitan.

Dalam acara tersebut, tiga penari dari tiga kota akan menari selama 24 jam tanpa henti. Mereka adalah Danang Pamungkas (Solo), Anter Asmorotedjo (Yogyakarta) dan Asep Suleman (Bandung). (*/TMO)

LEAVE A REPLY