Solo Kembali Gelar SIPA 2015

0
568

Solo (Paradiso) Malam hari ribuan pengunjung yang terdiri dari tamu undangan, delegasi, dan penonton, memenuhi Benteng Vastenburg untuk menyaksikan pembukaan Solo International Performing Arts (SIPA) 2015 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Kota Surakarta, SIPA Community, dan Yayasan Semarak Candra Kirana.

SIPA merupakan pagelaran seni pertunjukan dari berbagai belahan dunia yang menampilkan seni tari, musik, teater, dan wilayah seni lainnya.

Permainan lampu dan proyektor dengan latar belakang Benteng Vastenburg yang memiliki nilai budaya, seni, dan sejarah ini menghidupkan acara SIPA yang telah berlangsung sejak 2009 ini.

Dengan mengangkat tema “Hidup Didalam Dunia Kontemporer (Live in The Contemporary World”, event yang ketujuh ini berlangsung selama tiga malam berturut-turut pada 10-12 September 2015.

“SIPA merupakan bagian dari rencana besar dalam mencari budaya dan terus mencari budaya,” ujar Irawati Kusumorasri dalam sambutannya saat membuka acara SIPA 2015 di Benteng Vastenburg, Solo, Kamis malam (10/9/15).

Ia mengatakan, “SIPA terus menggali seni pertunjukan sebagai gaya hidup, dan hadir untuk menghadapi tantangan zaman, diharapkan dapat membumikam Kota Solo”.

Sementara pada kesempatan yang sama Menteri Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan, Dr Anies Rasyid Baswedan, Ph D dalam sambutannya mengatakan, “SIPA merupakan acara yang bisa dijadikan sebagai spirit mengingat pentingnya menyuarakan generasi kebudayaan dunia pada saat sekarang”

“Melalui pertunjukan ini diharapkan dapat manambah ekspresi dalam seni,” tuturnya.

Melalui event ini juga dapat menunjukkan posisi Indonesia di internasional. “Kekayaan budaya Indonesia tidak hanya dapat dinikmati masyarakat Indonesia saka tetapi juga internasional bisa menyerap kebudayaan kita,” ungkap Anies.

Pembukaan SIPA 2015 ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh   Dr Anies Rasyid Baswedan, Ph D didampingi Irawati Kusumorasri, dan Walikota Solo dengan menyalakan kembang api bersama seluruh penonton yang hadir.

SIPA 2015 dihadiri tujuh delegasi dalam negeri, yakni Solo, Semarang, Bandung, Banten, Padang, Bengkulu, dan Kudus.

Sedangkan dari delegasi luar negeri dihadiri dari negara Singapura, Jerman, Korea Selatan, Thailand, dan Perancis.

Sedangkan delegasi yang tampil pada malam pembukaan SIPA 2015, Kamis (10/9/15), diantaranya dari delegasi Singapura menampilkan Dance Horizone Troupe, Semarang (Phoenix Dance), Bandung (UPI Bandung), Banten (Bale Seni Ciwasiat), dan Banyumas (Rianto Dewandaru).

Sebagai pembuka sebelum kelima delegasi tampil, Fajar Setriadi yang merupakan maskot dari SIPA 2015 tampil dengan berkolaborasi bersama para penari dari sanggar Semarak Candra Kirana.

Fajar menampilkan pertunjukan “Mandala Gula Klapa” sebuah tembang tari  yang menarasikan tentang contemporary dari spirit Nusantara. (evi)

LEAVE A REPLY