Soft Opening Batiqa Hotel Palembang di Tengah Kabut Asap

0
1219
SAMSUNG CAMERA PICTURES

PALEMBANG, test.test.bisniswisata.co.id: Di tengah kabut asap menyelimuti kota Palembang, banyak perhotelan di wilayah itu yang mengalami kerugian, justru Batiqa Hotel Palembang yang dikelola manajemen PT Batiqa Hotel Manajemen (PT BHM) tetap melakukan soft opening pada akhir pekan lalu.

Padahal perhotelan merupakan salah satu sektor industri yang terkena imbas dari bencana ekologis kabut asap itu akibat kebakaran hutan. Sehingga membawa pengaruh pada tingkat hunian kamar hotel di kota Palembang yang merosot tajam.

“Kota Palembang sempat diselimuti kabut asap, tapi dari ke hari kondisi asapnya sudah mulai menipis. Sehingga kami sebagai pengelola Batiqa Hotel Palembang optimis untuk memulai beroperasional,” kata Ayub Zailani, General Manager Batiqa Hotel Palembang, ini.

Meski selama tiga bulan terakhir diakui Ayub, sejumlah hotel di kota Palembang banyak yang mengalami kerugian, karena banyak tamu hotel batal berkunjung ke kota ini akibat kabut asap. “Namun, kami sebagai pendukung industri pariwisata harus tetap semangat untuk berkontribusi dalam dunia pariwisata di Indonesia, khususya kota Palembang agar menjadi destinasi wisata,” ujarnya.

Dia mengatakan dalam soft opening Batiqa Hotel yang berada di jalan Kapten Ahmad Rivai kota Palembang ini akan membuka 80 kamar dari total 160 kamar yang tersedia. “Separuh dari total kamar yang dibuka itu terdiri dari 88 Superior, 64 Deluxe, dan 8 Premiere Deluxe yang memiliki luas kamar 20-23 meter persegi,” jelasnya.

Selama soft opening, kata dia, untuk persiapan fasilitas hotel serta seluruh manajemen dan staf guna menuju grand opening yang ditargetkan akan selesai pada Februari 2016 nanti,

Batiqa Hotel Palembang merupakan hotel keempat yang dikembangkan oleh PT Surya Internusa Hotels yang manajemennya dikelola oleh PT Batiqa Hotel Manajemen. Sebelumnya ada Batiqa Hotel Cirebon, Batiqa Hotel Karawang, dan Batiqa Hotel Cikarang yang sudah beroperasional.

Batiqa Hotel Palembang yang memiliki luas area 40.000 dengan bangunan terdiri 10 lantai itu menerapkan sistem operasional dan gaya interior-exterior khas Batiqa Hotel yang mengikuti standar dari hotel-hotel Batiqa lainnya.

“Di kota Palembang, hotel bintang tiga dan bintang empat tidak banyak jumlahnya. Sehingga persaingan tak begitu signifikan. Jadi saya melihat pasarnya sangat prospektif,” kata GM Batiqa Hotel Palembang ini.

Ini bisa dilihat dari tingkat hunian kamar (occupancy rate) Batiqa Hotel Palembang, lanjut dia, yang selama soft opening dalam beberapa hari lalu mencapai 75 persen dari 80 kamar yang dioperasikan. “Tingkat hunian kamar hotel sebesar 75 persen selama soft opening merupakan pencapaian bagus,” tegas Ayub optimis.

Segmen pasar yang dibidik Batiqa hotel Palembang, kata dia, lebih ke kalangan tamu pebisnis dan menengah atas. Pasar lokal ini dinilai sangat potensial dan menguntungkan, karena biasanya didominasi dari kelompok pengusaha yang mengadakan pertemuan bisnis.

Untuk menjamu para tamu itu, Batiqa Hotel Palembang yang memiliki fresqa bistro menyajikan beragam menu pilihan, mulai dari Local Cuisine, Western Cuisine, dan Asian Cuisine. Hotel ini juga menyediakan fasilitas free wi-fi 24 jam, lounge, 3 meeting rooms, private dining room, business center services, layanan security dan receptionist 24 jam, doctor on call, spa, gym dan layanan shuttle.

Direktur PT Surya Internusa Hotels (PT SIH), Michael Tjahaja mengatakan kedepannya perusahaan SIH yang mengembangkan divisi hotel bintang tiga ini, tidak hanya akan fully owned. Tetapi juga akan memperluas bisnis perhotelan dengan membuka kesempatan kepada para investor untuk kerjasama long term lease, joint venture, dan hotel management services yang pengelolaan manajemennya di bawah PT Batiqa Hotel Manajemen.

PT SIH sebagai anak perusahaan dari PT Surya Semesta Internusa Tbk, lanjut dia, sukses melakukan topping off Batiqa Hotel Lampung dan Batiqa Hotel Pekanbaru yang siap menyusul grup Batiqa Hotel lainnya. “Juga ground breaking Batiqa Hotel Casablanca (Jakarta) telah dilakukan, dan saat ini manajemen terus berusaha mencari peluang bisnis pembangunan hotel di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.  (Arief Rahman Media)

LEAVE A REPLY