Soal Rute Baru & Beli Pesawat, Dirut Garuda Ketemu Menteri BUMN

0
240
Garuda Indonesia

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Arif Wibowo bertemu Menteri BUMN Rini Soemarno di kantor Kementerian BUMN. Pertemuan ni membahas business plan Garuda Indonesia terkait rute baru Garuda yakni Jakarta-Labuhan Labo di Padangsidempuan Tenggara yang akan beroperasi pada 27 Oktober 2016.

“Nanti peresmian dan pembukaannya 27 Oktober, sekalian ada acara BUMN. Jenis penerbangannya langsung, frekuensinya satu kali dan jam 10 pagi,” papar Arief usai bertemu Menteri Rini di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Arif menjelaskan, tidak selamanya akan dibuat satu jadwal penerbangan. Jika peminatnya bagus, penerbangan akan ditambah lagi frekwensinya. “Kalau peminatnya banyak dan bisa connecting dari penerbangan internasional juga, kita tambah. Saat ini juga ‎kita punya penerbangan dari Denpasar-Labuhan Bajo,” kata dia.

Pihaknya juga memaparkan soal rencana pengembangan Garuda ke depan. Di mana, Garuda mendapat arahan dari Rini agar benar-benar agresif ke depannya. “Terutama dalam penguasaan pasar domestik dan internasional. Karena, pasar domestik ini perlu sinergi yang sangat ketat dan kuat, baik infrasturktur maskapai itu sendiri, juga sinergi Garuda dan Citilink,” imbuhnya.

Garuda juga akan memperkuat dari sisi regional, domestik, dan internasional, terutama tujuan wisata di mana connecting time-nya harus ditingkatan dan lebih banyak pilihannya. “Ini arahan Bu Menteri (Rini Soemarno) untuk kita‎. Misalnya, tujuan wisata seperti Sorong, Labuhan Bajo di mana connecting time-nya harus bagus dan lebih banyak opsinya. Saat ini, penerbangan dari Jakarta-Labuhan Bajo baru satu, walaupun sudah dua namun lewat Denpasar. Sehingga arahannya, kita harus lebih consize, komprehensif pengembangan di jaringan-jaringan domestik,” kata dia.

Garuda sudah memesan pesawat yakni boeing 737 MAX sekitar 50 tambahan. Bahkan, untuk Citilink juga sudah memesan untuk jenis airbuss A320 sebanyak 50 pesawat. “Karena menurut Ibu Menteri kita perlu lebih agresif untuk penambahan narrow body supaya kita lebih kuat, benar-benar memperkuat jaringan domestik, dan terjangkau lebih banyak lagi. Pesawat narrow body 50 sendiri, mulai delivery tahun depan, dan Ibu anggap masih kurang jumlahnya. Sehingga, kita harus agresif lagi,” pungkasnya. (*/SIN)

LEAVE A REPLY