SMK Wisudha Karya Kudus Miliki “Full Mission Bridge Simulator”

0
6571
Para siswa mempelajari beberapa fasilitas full mission bridge simulator. (Foto. Munadi)

KUDUS, Bisniswisata.co.id: Indonesia adalah negara maritim yang pelautnya terkenal akan handal. Saat ini kebutuhan akan pelaut baik di dalam maupun luar negeri sangat banyak.

“Saya memilih jurusan pelayaran karena saya merasa tertantang, dan nantinya ingin bekerja di kapal asing. Selain menerima gaji besar juga mendapat pengalaman,” ujar mualim (perwira kapal) Essa Irja C yang tampak serius mempelajari jalur di ruang Full Mission Bridge Simulator.

Selain Essa ada juga Sulistiyo yang berkeingin setelah lulus dari dari sekolah pelayaran ingin membanggakan orangtua dengan langsung bekerja di kapal asing.

Essa Irja C
Essa Irja C

Baik Essa dan Sulistyo merupakan siswa SMK Wisudha Karya Kudus yang terletak di  Jalan Mejobo Kudus, Mlati Lor, Kudus, Jawa Tengah. Keduanya mengambil paket keahlian pada program studi pelayaran  dengan keahlian Teknika Kapal Niaga dan Nautika Kapal niaga.

Kedua paket itu merupakan program Djarum Foundation bersama SMBCI dan SMBC yang pada Kamis (26/3/15) diresmikan dengan mengacu pada standar kurikulum dari International Maritime Organization (IMO).

Keunggulan dari SMK Wisudha Karya, yakni menjadi satu-satunya sekolah pelayaran tingkat SMK di Indonesia yang memiliki ruang Full Mission Bridge Simulator (ruang replika kemudi kapal yang sesungguhnya).

Di ruangan ini ada beberapa simulator yang dikenal dalam dunia pelayaran internasional, ada ARPA Simulator dan GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System) Simulator.

ARPA Simulator, yaitu replika fungsi radasr kapal dalam kendali lalu lintas laut pada berbagai keadaan cuaca. Sedangkang GMDSS, sebuah sistem komunikasi radio berteknologi satelit yang digunakan apabila kapal mengalami kesulitasn dan keadaan darurat.

ftkudus4Selain itu jurusan sekolah ini dilengkapi dengan ruang pemetaan, ruang CBT (Computer Based Training) Simulator dengan peralatan canggih untuk menunjang pendidikan siswa menjadi perwira muda yang ahli da lam bidang kelautan.

Di ruang pemetaan yang dirancang seolah-olah siswa berada di dalam anjungan kapal ini, siswa belajar menentukan posisi dan alur perjalanan kapal hingga sampai ke tujuannya.

Sedangkan CBT Simulator merupakan ruangan khusus untuk mempelajari dasar-dasar nautika pelayaran, dimana ruangan ini telah sesuai dengan aturan dari IMO. Sebelum taruna mampu menggunakan Full Mission Bridge Simulator mereka harus mempelajari seluruh pedoman penggunaan instrumen navigasi kapal pada simulator ini.

“Sekolah ini mempersiapkan perwira muda di bidang navigasi kapal niaga melalui paket keahlian Nautika Kapal Niaga. Para calon perwira muda ini dibekali dengan dasar ilmu kepelautan selama 3 tahun, ditambah dengan praktik kerja selama 1 tahun,” ujar Program Director Djarum Foundation, Primadi H Serad.

Menurut Primadi lulusannya akan mendapatkan sertifikat Ahli Nautika Tingkat IV atau Certificate of Competency Class 4 yang diakui dunia international.

Para lulusan sekolah ini nantinya diharapkan bisa bekerja di perusahaan pelayaran, menjadi nakhoda kapal, bekerja di kantor pengelola pelabuhan, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (evi)

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.