Skyscanner Bantu Turis Indonesia Berwisata ke Mancanegara

0
193

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Skycanner, perusahaan pencarian travel global tawarkan jasa pencarian penerbangan, hotel dan penyewaan kendaraan secara gratis di seluruh dunia, merilis informasi tentang cara terbaik untuk merencanakan wisata internasional bagi warga Indonesia tahun 2017.

Skyscanner.co.id ingin membantu warga Indonesia untuk menghemat waktu, uang, dan menyelamatkan mereka dari sulitnya merencanakan liburan ke mancanegara. Untuk itu, Skyscanner.co.id mengeluarkan grafik bermanfaat untuk menunjukkan biaya tiket pulang-pergi, apakah tujuannya mudah dicapai dengan paspor Indonesia, apakah tempat tujuan memiliki biaya hidup bersahabat relatif terhadap mata uang Rupiah.

Tiket pulang-pergi terjangkau, memiliki harga di bawah Rp.10,68 juta (US$800). Klasifikasi biaya hidup terjangkau, rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi satu hari di lokasi wisata, bila dibandingkan dengan Rupiah.

Klasifikasi “ramah visa” didasari atas keperluan visa untuk destinasi tujuan serta tingkat kemudahan memperoleh visa. Negara-negara pada grafik di bawah memenuhi satu, dua, atau seluruh kondisi di atas.

“Dengan negara-negara seperti Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan yang melonggarkan regulasi visa mereka bagi warga Indonesia, merencanakan liburan ke destinasi tersebut menjadi lebih mudah bagi wisatawan Indonesia,” ujar Yulianto Balawan, Senior Marketing Manager dari Skyscanner.co.id, di Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Tempat-tempat tersebut dipilih atas pertimbangan tiga faktor utama: biaya tiket pulang-pergi menuju destinasi (Rp.10 juta ke bawah merupakan harga tiket yang terjangkau), biaya hidup di lokasi wisata (Rp.106.632 ke bawah merupakan harga konsumsi harian yang terjangkau), dan apakah tujuan wisata dapat dipertimbangkan sebagai tujuan ramah visa.

Seoul di Korea Selatan, bersama Tokyo dan Osaka di Jepang, merupakan tujuan populer bagi warga Indonesia yang ingin mengunjungi Asia. Dua destinasi ini terbilang ramah visa, tapi biaya rata-rata untuk makanan setiap harinya dapat melebihi Rp.106.632 per orang.

Kondisi ini membuat Skyscanner.co.id mengeluarkan mereka dari kategori biaya konsumsi yang optimal untuk mata uang Rupiah. Gunakan ‘Month-View’ Skyscanner.co.id dan berlangganan ‘Info Harga’ untuk mendapatkan promo terbaik. Mengunjungi destinasi tersebut di luar musim liburan (peak season) akan membantu menghemat lebih banyak biaya.

Hal sama juga berlaku untuk Hongkong, merupakan destinasi menarik bagi petualang Indonesia. Kota ini menetapkan regulasi yang ramah visa bagi warga Indonesia, tapi biaya hidup terbilang tinggi bagi mereka yang memiliki pendapatan dalam mata uang Rupiah. “Karena itu, aktifkan fitur ‘Info Harga’ Skyscanner.co.id agar mendapat informasi soal penawaran terbaik pada destinasi ini,” katanya.

Singapura merupakan pilihan baik bagi Indonesia yang ingin ke luar negeri. Tiket pulang-pergi ke Singapura biasanya meraup biaya kurang dari Rp.4 juta. Sementara itu, dari biaya konsumsi per harinya, Singapura juga cukup bersahabat untuk orang Indonesia.
Singapura juga merupakan tujuan ramah visa. Hal yang sama juga berlaku untuk Kuala Lumpur di Malaysia dan Bangkok di Thailand. Ketiga destinasi ini merupakan pilihan bijak untuk tujuan wisata di tahun 2017.

Seperti yang dapat kita lihat, Perth adalah satu-satunya tujuan di Australia yang bisa dianggap “ramah biaya” berdasarkan klasifikasi Skyscanner.co.id. Namun, lokasi itu kurang ramah visa dan biaya hidupnya kurang terjangkau bagi pelancong Tanah Air. Perth mungkin dapat menjadi tujuan liburan baik bagi wisatawan yang merencanakan perjalanannya dari jauh hari.

Dengan basis pertimbangan di atas, Skyscanner.co.id telah memilih untuk memprioritaskan tujuan-tujuan ini. Disamping itu, Skyscanner.co.id juga menyarankan wisatawan Indonesia untuk merencanakan liburan selanjutnya menggunakan fitur ‘Ke Mana Saja’ agar para wisatawan dapat menemukan lebih banyak pilihan.

“Data kami menunjukkan bahwa jumlah warga Indonesia yang akan berlibur ke luar negeri akan meningkat di tahun-tahun mendatang. Kami ingin membantu mereka untuk membuat pilihan yang paling cerdas,” kata Yulianto.

Dirintis pada tahun 2003, Skyscanner hadir dalam 30 ragam bahasa dan telah membantu lebih dari 60 juta orang setiap bulannya dalam menemukan pilihan-pilihan perjalanan dan wisata yang tepat.

Skyscanner merupakan bagian dari Ctrip Group. Aplikasinya yang gratis telah diunduh lebih dari 60 juta kali. Perusahaan ini memiliki lebih dari 800 anggota tim yang tersebar di 10 kantor penjuru dunia, termasuk Barcelona, Beijing, Budapest, Edinburgh, Glasgow, London, Miami, Shenzhen, Singapore, dan Sofia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY