Siswi SMP Gelorakan Aku Cinta Masakan Tradisional Indonesia

0
567
Tahu campur Surabaya

SURABAYA, test.test.bisniswisata.co.id: Kepedulian pelajar SMP terhadap masakan tradisional Indonesia, terus digalakkan. Masuknya kuliner asal negara lain kian gencar membanjiri pasar Indonesia. Karena itu siswi SMP Putri Luqman al Hakim Hidayatullah Surabaya, menggelorakan kuliner nusantara bertajuk ‘Aku Cinta Masakan Tradisional Indonesia’. Tujuannya untuk mengenalkan masakan tradisional.

Para siswi SMP membuat Tahu Tek dan Lontong Tahu. Ada petis, tahu, kentang, mentimun, telur, serta lepek untuk meratakan adonan membuat tahu tek. Dengan cekatan siswi memecah telor dan menggorengnya. Tidak lupa, tahu pun siap goreng. Siswi lain menyiapkan adonan sambal untuk menambah kenikmatan tahu tek yang marak di gang-gang kota Surabaya dengan bunyi khasnya, “tek.. tek… tek…”. “Itu sebabnya diberi nama tahu tek,” kata Amanda Kirana Putri, siswi yang cukup gemar menikmati Tahu Tek itu.

Setelah tahu dan telur siap atau matang, kemudian dipotong-potong menggunakan gunting. Khas pembuatan Tahu Tek, lalu dimasukkan adonan sambal yang sudah dipersiapkan. Akhirnya, semuanya diaduk. “Ini masakan khas Nusantara yang harus dilestarikan,” ucap Amanda.

Tak mau kalah, kelompok lain tampak asyik membuat masakan tradisional lainnya, yakni Tahu Campur. Masakan tradisional yang satu itu tidak hanya khas, namun juga kaya gizi.
Zoya, salah satu kelompok Tahu Campur terlihat riang. Maklum, ini pengalaman pertama baginya memasak masakan tradisional. “Seneng sih, biasanya makan junk food, sekarang masak masakan tradisional. Terpenting melestarikan kuliner Indonesia,” kata dia.

Ia berharap anak seusianya juga mengenal masakan tradisional Indonesia, karena banyak gizi dan tidak mengandung bahan kimia yang bisa membahayakan tubuh.

Mereka menyiapkan 150 porsi Tahu Campur dan Tahu Tek untuk para orangtua yang hadir dalam acara itu. Siswi yang terbagi dalam tugas itu tampak sibuk mengiris bahan, membuat bumbu, dan menata piring sebelum acara dimulai. “Proses merebus, meracik bumbu dan menata di piring butuh waktu sekitar 2 jam, mungkin kurang,” kata siswi suka makan tahu campur itu.

Amanda mengaku tidak kesulitan mengatur teman-temannya dalam tugas tersebut. Ia pun memang sangat suka memasak dan berniat mengikuti jejak sang ayah untuk bekerja di hotel.
“Sekolah biasa dulu, lalu nanti ingin sekolah perhotelan,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Kepala Sekolah SMP Putri, Somi Suradi, Aku Cinta Masakan Tradisional Indonesia sebagai satu langkah menyadarkan generasi bangsa yang sudah banyak lupa kepada masakan tradisional. “Anak sekarang lebih familiar masakan western. Itu satu keprihatinan, karena itu memasuki MEA perlu pengenalan segala bentuk tradisi Nusantara agar tidak tinggal nama,” imbuh dia.

Diakuinya, langkah mengenalkan kuliner tradisional nusantara terus digalakkan . Mereka diharapkan mampu menyiapkan menunya sendiri dan menyajikan untuk ayah dan ibu,” kata Somi sambil menambahkan kegiatan itu akan memunculkan lagi rasa cinta pada makanan khas Surabaya. “Sekaligus untuk membantu mendeteksi minat dan bakat diri mereka sebagai bekal di masa depan,” pungkasnya. (*/a)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.