Sinabung Meletus, Industri Pariwisata Karo Tergerus

0
693
Erupsi gunung ganggu penerbangan (foto imgkid.com)

KARO SUMATERA UTARA, test.test.bisniswisata.co.id: Tingginya aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), membuat industri pariwisata daerah tersebut sangat terpukul, terpuruk dan tergerus. Kunjungan wisatawan menurun sangat drastis.

“Tidak ada lagi keindahan yang bisa ditawarkan dari daerah ini buat kalangan turis,” ujar seorang pemandu wisata di Berastagi, Rahmad Ginting (30) kepada Suara Pembaruan, Minggu (28/6).

Rahmad mengatakan, sebelum erupsi gunung merapi itu, banyak wisatawan mancanegara yang berwisata ke Tanah Karo. Banyak pemandangan yang bisa dinikmati wisatawan saat berkunjung ke daerah itu.

Selain menawarkan keindahan alamnya, Tanah Karo dikenal dengan tanaman sayur-mayur dan aneka buah-buahan. Bahkan, banyak lokasi pemandian yang air belerangnya langsung mengalir dari gunung.

“Biasanya, Berastagi dipenuhi dengan wisatawan lokal dan mancanegara pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Saat ini, kondisi daerah ini sudah sepi dari wisatawan. Wisatawan tidak berani datang ke daerah itu,” ungkapnya.

Tidak hanya berimbas kepada pemandu wisata maupun penjual cendera mata buat wisatawan, hunian hotel di daerah bencana itu pun drastis menurun. Hotel penuh hanya saat ada pejabat pusat maupun provinsi yang mengunjungi daerah tersebut.

Ricky (28), salah seorang karyawan hotel di Berastagi menyampaikan, dulunya hunian hotel selalu ramai di setiap akhir pekan. Belakangan ini, kondisi berubah drastis disebabkan tingginya aktivitas Gunung Sinabung.

“Kondisi ini memang bisa dimaklumi. Sebab, masih banyak wisatawan yang mengurungkan niatnya untuk datang ke daerah ini karena takut saja. Padahal, keberadaan hotel jauh sekali dari posisi gunung,” katanya.

Sementara itu, erupsi Gunung Sinabung juga membuat pengelola pemandian air belerang di Tanah Karo, merasa sangat terpukul. Bahkan, usaha yang dulunya banyak membawa keuntungan besar justru terpaksa ditutup.

“Ditutup sementara akibat erupsi Gunung Sinabung. Lagi, tidak ada air belerang dari gunung selama gunung itu selama masih erupsi. Selain itu, wisatawan pun sedikit sekali yang datang ke daerah ini,” kata pengelola pemandian air belerang, Gunawan (50) seperti dikutip laman SP.com.

Gunawan meyakini, industri pariwisata di daerah tersebut akan bangkit kembali setelah gunung merapi itu berhenti beraktivitas. Lahan pertanian yang sekarang tandus akibat diselimuti abu vulkanik, dipastikan kembali subur beberapa tahun kemudian.

“Bila daerah ini sudah subur maka akan membangkitkan pariwisata di Tanah Karo. Secara otomatis, pemandian air belerang pun akan diramaikan oleh wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY