Setelah Raja Ampat, Papua Barat Akan Kembangkan Wisata di Kaimana

0
2519
Senja di Kaimana. (foto. tiket.promomurah.wed.id)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Baik Papua maupun Papua Barat memiliki obyek wisata yang sangat eksotis dan masih asli pemandangan alamnya, flora, dan fauna termasuk juga terumbu karangnya masih lestari.

Raja Ampat, misalnya cukup dikenal bagi wisatawan yang gemar menyelam, karena hampir 70 persen jenis terumbu karang lautnya ada di obyek bawah laut.

“Banyak potensi obyek dan daya tarik wisata di Papua dan Papua Barat yang belum dikenal baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, seperti keunikan dan keindahan bawah laut di Teluk Wondama dan Teluk Triton di Kaimana,” ujar Direktur Promosi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Tazbir.

Selain itu menurutnya juga ada penyu belimbing di Kabupaten Tambrauw, wisata alam dan aneka burung-burung di Pegunungan Arfak, hiking di Cartenz, dive spot di Teluk Cendrawasih dan Padaido di Biak, hutan lindung  di Mamberamo, ikan paus di Nabire, Taman Nasional Laurentz di Merauke, dan masih banyak lainnya.

Berbagai festival pun diadakan seperti Festival Lembah Baliem di Wamena, Festival Asmat di Agats, Festival Danau Sentani di Sentani, Festival Humboltd di Jayapura, Festival Ndamu di Merauke, Festival Ndamdu di Merauke, dan Festival Munara Wampasi di Biak.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Edi Sumarwanto kepada Bisniswisata.co.id saat ditemui di acara Direct Promotion Pariwisata Produk Papua dan Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara 2014 di Bali belum lama ini, mengatakan, “Kami memiliki 11 jenis bird of paradise, 9 jenis ada di Papua Barat dan selebihnya ada di Papua.  Ada rumah tradisional yang hanya ada di Papua”.

Ia mengatakan, “ Kami kembangkan pariwisata minat khusus, seperti pemberdayaan wisata alam untuk kesejahteraan masyarakat tanpa peduli hambatannya. Wisatawan yang datang ke daerah kami untuk mencari pengalaman dan keunikan”.

Menurutnya, target wisatawan Papua Barat merupakan wisatawan yang berkualitas, dalam hal ini mengutamakan kelestarian alam agar  tetap terjaga. Karena semakin banyak datang wisatawan yang tak peduli dengan lingkungan, maka dampaknya berpengaruh lebih cepat terhadap kerusakan alam tersebut.

“Target pemerintah Papua Barat di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 meraih 10,3 juta Wisatawan Nusantara,” ungkapnya.

Dikatakannya target ini bisa terpenuhi, apalagi didukung 10 kabupaten di Papua Barat yang seluruhnya memiliki potensi pariwisata.

Setelah Raja Ampat, Papua Barat juga berencana akan mengembangkan pariwisata di Kaimana secara nasional dan internasional, seperti halnya suku Asmat, Papua yang telah berhasil memperkenalkan budayanya hingga tingkat internasional.

Edi menambahkan, “Kalau dari infrastruktur di obyek-obyek wisata sudah memenuhi standar, bahkan penunjang, seperti keberadaan hotel bahannya menggunakan bahan-bahan lokal setempat”.

Bahan bangunan penunjang fasilitas obyek wisata, seperti hotel  menurutnya juga diambil bahan lokal, termasuk juga tenaga kerjanya melibatkan masyarakat setempat.

Edi menegaskan, wisata diving memang menjadi andalan obyek wisata di Raja Ampat  dalam lima tahun terakhir, ke depan juga akan dipromosikan obyek wisata geopark.(evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.