Setelah 4 Tahun Pelabuhan Kapal Pesiar Karangasem Mangkrak

0
520
Wisatawan kapal pesiar dari Amerika Serikat di Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo, Karangasem Bali (Foto: http://travelerbali.com)

KARANGASEM BALI, test.test.bisniswisata.co.id: setelah empat tahun mangkrak, Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem Bali mendapat perhatian serius dari Presiden Joko Widodo. Pelabuhan yang menelan anggaran Rp100 miliar, Jumat kemarin diujicoba dan hasilnya memuaskan.

“Kemarin (Jumat, 30 September 2016) kami sudah menyaksikan uji coba dermaga kapal pesiar Tanah ampo dengan menyandarkan kapal panjang 43 meter. Hasilnya cukup bagus, memuaskan dan siap menerima kapal pesiar” papar
Ketua Komisi III DPRD Bali Nengah Tamba, Sabtu (1/10/2016).

Uji coba ini bisa terealisasi setelah pada Agustus 2016 Komisi III DPRD Bali melakukan pemantauan ke dermaga yang panjangnya 150 meter itu, dan mendesak untuk segera dilakukan uji coba.

Dermaga yang khusus untuk berlabuh kapal pesiar ini tidak pernah diujicobakan sebelumnya, padahal pembangunan dermaga itu termasuk fasilitas pendukungnya sudah selesai dikerjakan pada 2012.

“Secara kasat mata uji coba itu berjalan lancar. Kendati demikian hasil final uji coba itu menunggu hasil analisis teknologi yang menggunakan Accelerometer. “Alat itu yang mengukur benturan kapal dengan dermaga. Nanti hasilnya berupa angka-angka, apakah dermaga itu layak atau tidak disandari kapal,” ujarnya.

Dilanjutkan, Kementerian Perhubungan akan menyampaikan hasil Accelerometer dalam waktu sepekan ke depan. Dermaga Pelabuhan Pesiar Tanah Ampo mangkrak hampir empat tahun karena belum pernah mengujicobakan kapal pesiar untuk merapat di dermaga tersebut. Pembangunan dermaga itu menggunakan anggaran dari APBN dan APBD Provinsi Bali.

Pembangunan dermaga tersebut selesai pada 2009, dan bangunannya selesai 2012 dengan menghabiskan anggaran hampir Rp100 miliar. Rinciannya, Rp69 miliar dari pemerintah pusat untuk membangun dermaganya.

Anggaran untuk bangunan dan fasilitas penunjang lainnya bersumber dari APBD Provinsi Bali sebesar Rp17 miliar yang dialokasikan dalam empat kali APBD. Sisanya anggaran untuk DED dan pembebasan lahan sebesar Rp14 miliar.

Kini pelabuhan kapal pesiar sudah bisa menerima kedatangan Kapal Pesiar sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata bahari sekaligus wisatawan kapal pesiar dapat mengunjungi berbagai destinasi wisata di daerah Karangasem Bali yang memiliki destinasi wisata sangat bervariasi. (*/A)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.