Setahun Jokowi-JK, 15 Bandara Baru Dibangun

0
955

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menegaskan dalam satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, berhasil membangun sedikitnya 15 bandara baru. Keberadaan bandara baru ini berada di daerah rawan bencana dan daerah terluar Indonesia.

“Membangun 15 bandara baru ini bukan pekerjaan mudah. Kita ingin dalam lima tahun kualitasnya sama dengan bandara-bandara lain yang sudah ada. Memang ngomongnya gampang, tapi susah dilakukan. Apalagi kita mengubah culture aparatur negara,” kata Jonan, dalam acara Rembug Nasional Satu Tahun Kepemerintahan Jokowi-JK, di Balai Sarwono, Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Sampai saat ini, lanjut mantan Dirut PT. KAI, progres pembangunan bandara-bandara baru dalam tahap pengerjaan atau on progress. Adapun beberapa bandara tersebut, diantaranya adalah Bandara Miangas, Bandara Manokwari, Bandara Kalimarau di Berau, Bandara Tual, Bandara SIS Al-Jufri di Palu, Bandar Frans Seda di Maumere, Bandara Juwata di Tarakan, Bandara Takengon di Aceh Tengah, Bandara Matohara di Wakatobi.

“Bandara internasional Juwata mudah-mudahan sedikit lagi selesai. ‎Saya yakin orang tidak pernah bayangkan kita mau bangun bandara seperti ini di Aceh Tengah, wilayah Takengon. Namun buktinya bisa. Jadi itu gambarannya, ya lumayanlah, okelah,” ungkap dia.

‎Selain itu, sambung Jonan, pihaknya juga membangun Bandara Djalaluddin di Gorontalo dan Bandara Utarom Kaimana. Diharapkan, dua bandara tersebut dapat selesai pada tahun ini. “Bandara Djalaludin Gorontalo masih on progress, Bandara Utarom Kaimana masih on progress. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa coba selesaikan,” tandasnya.

Mengenai hambatan, Jonan tidak merincikan apa saja hambatan dalam pembangunan ke-15 bandara tersebut. Namun, Ia mengatakan kendala besarnya adalah waktu. Jadi, tinggal menunggu waktu tepatnya saja. Pasti akan diselesaikannya. “Yang sedang progres, pelan sekali, hambatan tidak ada ya memang waktu saja,” pungkas dia.

Dijelaskan, saat ini jumlah bandara di Indonesia sekitar 237 bandara. Sebanyak 26 bandara menjadi kewenangan PT Angkasa Pura (AP) I dan AP II (Persero), 30 bandara menjadi kewenangan UPT pemerintah daerah, sisanya 180 bandara menjadi‎ kewenangan Kemenhub.

Pelabuhan

Sedangkan, untuk pelabuhan di Indonesia, Mantan Direktur PT KAI ini mencontohkan Pelabuhan Kartini di Jepara, Jawa Tengah yang sudah dibangun. Menurutnya, banyak pelabuhan direvitalisasi baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan. “Di Indonesia ada 1.241 pelabuhan, 100 di antaranya dikelola komersial. Nah ini juga sama dibangun fisiknya kemudian pelayanan harus sama,” tuturnya.

Sambil menghibur relawan Jokowi-JK yang hadir, Jonan mencoba memberikan pertanyaan kepada calon duta besar (dubes) pilihan Presiden Jokowi. “Coba ibu calon dubes, ada berapa jumlah bandara di Indonesia?,” tanya Jonan kepada calon Dubes RI untuk Bosnia – Herzegovina, Amelia Yani.

“Ada banyak pak,” jawab Amelia bingung. “Loh emang memang banyak, tapi berapa bu. Ya sudah kalau berhasil saya kasih pulpen saya,” jawab Jonan yang disambut gelak tawa.

Kemudian, dia juga menguji kemampuan sejumlah pembicara di rembug nasional tersebut. Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah, hanya bisa tersenyum saat Jonan bertanya soal jumlah pelabuhan di Indonesia. “Saya tanya lagi, jumlah pelabuhan umum di Indonesia ada berapa? Mungkin yang di depan bisa jawab, saya kasih 2 pulpen dari saku saya langsung,” tutupnya. Tak ada yang bisa jawab. (endy)

LEAVE A REPLY