Serunya Menjadi Group Pertama Melintasi Jembatan Kaca Terpanjang di Dunia

0
525

ZHANGJIAJIE, Cina, test.test.bisniswisata.co.id: Tak dapat menyembunyikan rasa kegembiraan, teriakan hore segera menggema begitu mendengar kepastian bahwa bus meluncur ke kawasan Grand Canyon Zhangjiajie untuk mengunjungi jembatan kaca terpanjang di dunia dan menjadi grup tour pertama yang bisa melintasi jembatan itu.

“Sore ini jam 4.30 akan ada uji coba penggunaan jembatan kaca terpanjang di dunia, doa anak-anak soleh dalam bus ini semoga terkabul dan kita menjadi grup pertama yang diperbolehkan masuk sebelum diresmikan pemerintah Cina yang sebetulnya dijadwalkan bulan Juli lalu,” kata Anton Thedy, CEO TX Travel yang mendampingi kunjungan kami bersama charter flight Sriwijaya Airlines ke kota yang memiliki Taman Nasional yang indah di provinsi Hunan.

Informasi adanya uji coba ini memang sangat tertutup jadi boleh dibilang kedekatan dan link yang dimiliki Anton menjadi berkah buat grup tour ke tujuh yang berwisata ke Zhangjiajie ini. Maklum  karena group tour sebelumnya gagal masuk dengan berbagai alasan antara lain belum dibuka resmi. Bahkan konon travel agent lokal di kota kecamatan ini juga belum ada yang berhasil ikut sekedar uji coba di jembatan baru ini.

Di atas jembatan kaca bersama Anton Thedy, CEO TX Travel
Di atas jembatan kaca bersama Anton Thedy, CEO TX Travel

Pemerintah Cina memang menjadwalkan untuk membuka jembatan kaca terpanjang dan tertinggi di dunia, mencakup dua tebing di Grand Canyon, Zhanjiajie dan jembatan ini meregang sepanjang 430 meter dengan lebar 6 meter dan melayang vertical di atas ketinggian 300 meter.

Kami tiba di pelataran parkir yang belum sepenuhnya siap lalu berjalan menyusuri jalan setapak di balik bukit. Seekor anjing yang tiduran dan istirahat di jalanan memperlambat langkah saya. Dulu waktu kecil saya pasti ambil langkah seribu, tapi di kiri jalan anjing itu tanahnya cukup curam sehingga saya memilih berjalan cepat disamping seorang teman.

Dari informasi yang saya peroleh dari guide lokal kami, Akiong, jembatan kaca di Zhangjiajie Grand Canyon ini dirancang oleh arsitek Israel, Haim Dotan dan mampu menampung hingga 800 orang sekaligus melintas di atasnya. Skywalk dari Zhangjiajie Grand Canyon ini juga menawarkan bungee jump tertinggi di dunia, mencuri gelar dari atraksi Macau Tower setinggi 233 meter.

Atraksi Terbaru Di Dunia

Sejak mengikuti tour dari awal hingga perjalanan hari ke lima tour atau hari terakhir dari paket wisata ini saya hanya mendengar keterangan Pemerintah Cina yang terus mengukir  prestasi “Ter” di dunia.

Sebagai perbandingan, Grand Canyon Skywalk di Amerika Serikat dibangun sepanjang 21 meter dan berdiri 219 meter di atas ngarai. Sementara, Canada’s Glacier Skywalk di Alberta yang dibuka tahun lalu, dibangun sepanjang 35 meter dari tebing dengan ketinggian 300 meter.

Jadi lintasan sepanjang 430 meter yang akan saya temui nanti memang jauh lebih unggul dari skywalk lainnya yang ada dimuka bumi ini dimana berhari-hari sebelum keberangkatan sudah saya impi-impikan bahkan saya selipkan dalam doa agar sudah jauh-jauh datang, Tuhan memberikan saya keberanian untuk melintasinya.

Bukan suatu ajang uji nyali lagi seperti yang sudah saya lakukan di Tianmen Shan, Avatar Hallelujah Mountain ataupun di goa Huanglong Dong, tapi benar-benar ingin mensyukuri kesempatan yang saya miliki dan keberadaan diri diantara dua bukit yang tinggi dan dibawahnya mengalir sungai sebagai simbol kehidupan.

Melihat rombongan kami datang, dari kejauhan sejumlah petugas berjaga-jaga di depan pintu kaca gedung berbentuk bulat. Anton Thedy bersama Akiong tampak berdialog dengan mereka sejenak sampai akhirnya tangan Anton melambai tanda kami boleh masuk.

Kami langsung turun dengan escalator dan mendapatkan sebuah maket bundar seperti sebuah kolam besar menunjukkan kawasan Grand Canyon yang luas dan jembatan membentang dari satu bukit ke bukit lainnya dan sungai yang membelah diantara kedua bukit dalam bentuk miniature yang seperti nyata.

Kami harus memakai sarung plastik sebagai alas sepatu agar kaca yang akan dilintasi tetap terlindungi dari gesekan – gesekan ribuan pengunjung tentunya. Sambil antri melewati pagar-pagar pembatas untuk menuju skywalk, saya mengintip jendela yang terbuka dengan pemandangan persis yang ada di dalam maket tadi.

Keluar dari antrian masuk pintu seperti di stadion Gelora Bung Karno, kursi-kursi kayu berwarna coklat seperti anak tangga yang terus menurun dan langsung terbentang sang jembatan kaca. Rupanya jembatan ini punya dua segmen yang berbeda, bagian tepi dari beton dan jalan di bagian tengah dari panel kaca setebal 5 sentimeter.

Peserta tour pertama yang boleh melintas di jembatan kaca sepanjang 430 meter, atraksi terbaru di Zhangjiajie yang belum resmi di buka.
Peserta tour pertama yang boleh melintas di jembatan kaca sepanjang 430 meter, atraksi terbaru di Zhangjiajie yang belum resmi di buka.

Group tour pertama

 Mereka yang ngeri melintas sepanjang 430 meter bisa berfoto di pinggir atau cukup duduk menonton dari tribun melihat kehebohan empat group TX Travel ini mengungkapkan kegembiraannya dengan foto narsis dan beragam pose foto.

“Ayo foto group karena kita jadi group pertama di dunia yang bisa melintas di jembatan ini. Acungkan satu jari  karena be the first dan senyum…,”kata Anton sambil melayani foto group dengan peserta yang membawa tulisan You Should be Here dan Ngeri Gilaa!!.

Memang sudah banyak dilakukan uji coba sebelumnya termasuk dilintasi mobil, di palu ramai-ramai namun struktur panel kaca tetap stabil, walau bagian atas kaca pecah berantakan. Kini tibalah saatnya menerima tamu rombongan turis mancanegara pertama yaitu dari rombongan group TX Travel ini. Sayang hujan yang baru saja selesai membuat kejernihan kaca terhalang oleh bekas-bekas air hujan.

Oleh karena itu saya dengan mantap berjalan benar-benar di tengah kaca dan berfoto dengan berbagai gaya berdiri, duduk, selonjor, tiduran, pokoknya tidak melompat. Tiba di bagian tengah titik kaca dan di bawah terlihat sungai yang mengalir sementara bukit batu karst menjulang ke bawah di sekeliling membuat saya meneteskan air mata.

Saya berdiri dengan tenang, berzikir mengagungkan 99 nama Allah SWT, menebarkan pandangan ke sekeliling sambil mengucapkan rasa terima kasih tak terhingga karena impian saya terwujud berdiri di atas ketinggian 300 meter di bawah bentangan sungai di Grand Canyon Zangjiajie.

Saat memandang ‘jurang’ curam dan tinggi di bawah kaki di atas ngarai yang besar, selain denyut jantung menjadi lebih cepat  saya juga merasakan takjub karena tanah di sekitar ngarai raksasa itu seakan menyembunyikan celah terbuka maha besar. Air sungai di bawah itukah yang telah perlahan-lahan menembus lapisan batuan selama jutaan tahun sehingga terbentuk ngarai ?

Kalau selama ini masyarakat dunia mengetahui bahwa Grand Canyon adalah  di Colorado, Utah, Arizona dan New Mexico, maka sebentar lagi Grand Canyon Zhangjiajie juga akan menggemparkan dunia dengan konstruksi alas jembatan yang tidak biasanya dan mampu menahan 800 orang sekaligus di atas kaca vertical di udara itu.

“Jembatan kaca di Zhangjiajie dibangun dengan memperhatikan aspek keamanan ganda”, ujar Ma Liang, pimpinan para insinyur pembangun jembatan. Ketebalan kaca seluruhnya 5 sentimeter, terdiri dari panel-panel setebal 1,5 sentimeter.

Konstruksi jembatan yang diklaim memecahkan beberapa rekor sekaligus ini dimulai bulan Juni tahun 2015 dengan biaya pembangunannya menghabiskan US$ 250 juta Yuan atau total sekitar US$ 39 juta lebih. Media resmi Cina melaporkan, jembatan dibuka resmi untuk umum mulai bulan Juli 2016 tapi ternyata ditunda dan diharapkan bisa dibuka bulan Agustus ini.

Keamanan menjadi perhatian utama di obyek yang juga menjadi tempat untuk bungee jumping tertinggi di dunia.
Nun dibawah sana sungai membelah Grand Canyon Zhangjiajie. Keamanan menjadi perhatian utama di obyek yang juga menjadi tempat untuk bungee jumping tertinggi di dunia.

 Berjalan sepanjang 430 meter lalu berputar kembali menuju titik awal ke arah stadion melatih saya untuk fokus dan berfikir positif saja sehingga kaki dengan ringan melangkah.  Tak banyak dari rombongan yang berjalan hingga ujung jembatan, mungkin karena melihat bangunan beton tinggi tempat ujung jembatan berjuntai tampak belum selesai.

Pagar pembatas setinggi bahu dan ujung jembatan dengan kondisi bukit tanah yang seperti diiris dan belum ada fasilitas shelter yang memadai wajar membuat semua yang melintas pilih buru-buru berbalik jalan ke titik awal.

Ternyata di sepanjang jembatan ini ada para petugas yang berjaga dan mengawasi ulah pengunjung dengan membaur dan memakai kaos putih. Mereka juga sedang uji coba bekerja ditengah tekanan jumlah pengunjung yang pastinya membludak karena atraksi baru ini pasti dibanjiri pengunjung begitu resmi dibuka.

Mereka akhirnya menggiring rombongan untuk kembali dan mengosongkan jembatan kaca itu. Tapi seakan tidak ingin meninggalkan jembatan kaca, kami malah naik ke atas bangku-bangku stadion dan berfoto dengan latar belakang bentangan jembatan.

Akhirnya melihat cuaca yang mulai gelap kami masuk ke dalam gedung dan mengembalikan sarung sepatu dan berkumpul lagi dalam bus. Rasa takjub berhasil mewujudkan impian membuat perjalanan hari terakhir tour ini rasanya ingin diperlambat saja.

Besok kami tinggal mengunjungi outlet-oulet wajib dan malamnya kembali ke bandara untuk pulang ke tanah air. Rasanya sulit mengucapkan selamat tinggal pada keindahan alam Zhangjiajie dan teman-teman seperjalanan yang kompak seperti sebuah keluarga besar. ( Hilda Ansariah Sabri)

 

 

 

LEAVE A REPLY