Seribu Kearifan Lokal Bentengi Wisata Kepulauan Seribu

0
180
Pesta laut di Kepulauan Seribu (Foto: Tempo.co)

KEPULAUAN SERIBU, Bisniswisata.co.id: Seluruh warga, nelayan bahkan wisatawan tumpek blek atau berkumul bersama di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu, belum lama ini. Hari itu hari istimewa. Hari penuh kecerian, kebahagian, kebersamaan. Istimewa karena ada atraksi tradisi tahunan Syukuran Laut atau Pesta Laut atau Nadran sebagai bentuk syukur penduduk pesisir laut atas hasil tangkapan ikan.

Pesta Laut itu ditandai pembacaan doa, dilanjutkan madua sipulung atau duduk bersama sambil menyantap hidangan. Atraksi selanjutnya, saling siram-menyiram air laut antar nelayan yang ada di atas kapalnya, antar warga bahkan wisatawan pun ikut larut. Mereka saling siram dengan menggunakan ember berisi air laut. Seru memang.

Selain di atas kapal nelayan, aksi siram menyiram air juga dilakukan di daratan. Warga yang berada di sekitar dermaga juga tak mau ketinggalan untuk menyiram siapa saja yang lewat di depan mereka, termasuk seluruh undangan yang hadir.

“Ini memang tradisi sejak nenek moyang, aksi siram menyiram ini sebagai tanda berbagi keceriaan setelah setahun penuh kita mendapatkan rezeki dari hasil melaut. Tidak ada rasa marah saat disiram air, tanda kita semua bersyukur. Ini kearifan lokal yang ada di Kepulauan Seribu,” ungkap Kasudin Kepariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia kepada Bisniswisata.co.id, Ahad (5/11/2017).

Atraksi syukuran laut juga diisi parade kapal nelayan. Para nelayan dengan dana pribadi antusias menghiasi kapal menggunakan kertas warna dan memasang umbul-umbul dari kain panjang bercorak batik. Juga dihiasi berbagai makanan pokok nelayan yang dijadikan bekal saat menangkap ikan. Letusan petasan menandai bergeraknya puluhan perahu hias nelayan mengitari Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua.

“Ini acara menarik tentang keramahtamaan, frendly, relegius, dan hal-hal yang positif di masyarakat kepulauan yang harus tetap dilestarikan setiap tahunnya. Kearifan lokal itu merupakan nilai-nilai budaya yang selama ini berkembang di masyarakat. Aktifitas masyarakat, terutama nelayan justru menjadi daya tarik utama pariwisata Kepulauan seribu,” sambun Cucu.

Selain pesta laut di Pulau Kelapa Dua, lanjut Cucu, juga dilakukan di Pulau Panggang serta Pulau Pramuka. Atraksi acara juga berbeda.
Di Pulau Panggang, misalnya dihiasi pencak silat, penyembelihan hewan kambing juga pembacaan doa yang dilakukan ditengah laut dengan menggunakan kapal. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan keliling pulau dan sambil menyantap makanan.

Pesta syukuran Laut ini, kata dia, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara bersyukur. Juga menjadi dayat tarik wisata agar bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu. “Potensi wisata berbasis kearifan lokal di Kepulauan Seribu terus kita gali. Selain Pesta Laut, juga kuliner lokal dan atraksi lain pasti kita munculkan secara bertahap. Pokoknya seribu kearifan lokal menjadi basis wisata Kepulauan Seribu,” lontarnya dengan serius.

Apalagi, pariwisata Kepulauan 1000 ditetapkan sebagai kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Sehingga perlu mengedepankan potensi wisata yang berbasis kearifan lokal, sebab ini akan dapat menjadi salah satu objek wisata yang bisa ditonjolkan dan menjadi kontrol terhadap perkembangan kepariwisataan yang ada.

Tak bisa dipungkiri, Kepulauan Seribu memiliki keunggulan yang bersumber dari daya tarik wisata budaya (cultural), alam (nature) dan buatan manusia (man made). Potensi ini terlihat dari penerapan zonase di kawasan tersebut, dengan kata lain berdasarkan peruntukanya yakni sebagai mass tourism atau wisata massal yang mengdepankan zona fasilitas resort sebagai man made, zona konservasi budaya dan sejarah seperti Pulau Pramuka. Bahkan wisata alam di Kepulauan ini hampir merata di semua Pulau yang ada di wilayah ini.

Sebagai Taman Nasional yang mempunyai fungsi konservasi, utamanya di Pulau Pramuka dan Pulau Harapan Kepulauan Seribu juga memiliki sejumlah ekowisata yang bisa dinikmati wisatawan. Pulau Pramuka, punya keistimewaan sebagai taman nasional sehingga ada satwa yang dilindungi, seperti penyu sisik. Hewan lainnya Penyu Hijau. Sehingga menjadi zona inti.

Sementara Pulau Bira sebagai zona penyangganya ada kima atau sejenis hewan berbadan lunak. Juga Pulau Kotok Besar memiliki terumbu karang sehingga menjadi zona pemanfaatan. Di kawasan pulau ini wisatawan bisa menikmati keindahan terumbu karang yang tersebar di 40 titik, yang 27 di antaranya dipastikan memiliki keindahan tersendiri.

Pulau Sepa merupakan salah satu zona wisata bawah laut karena memiliki keindahan pasir putih yang lembut serta pantai yang landai. Alam bawah laut Pulau Sepa pun sangat indah, karena banyak ikan berwarna warni dan terumbu karang serta makhluk laut lainnya yang menghiasi laut di Pulau Sepa. Pesona pemandangan bawah laut menjadi ikon wisata untuk lakukan snorkeling atau diving.

Karena beragam zona itu, destinasi wisata Kepulauan Seribu di Jakarta Utara menjadi perhatian serius pemerintah pusat melalui Kementrian Pariwisata (Kemenpar). Di era pemerintahan Jokowi-JK, dari 88 KSPN tersebar seluruh Indonesia ditetapkan 10 destinasi prioritas, yang kesehor dengan sebutan “Bali Baru”.

Di antara 10 destinasi wisata Bali Baru itu, salah satunya Jakarta Great termasuk Kepulauan Seribu. Sebagai destinasi prioritas, kini Kepulauan Seribu dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata kelas dunia dengan keunggulan utama pada produk wisata bahari.

Karenanya untuk mempercepat terwujudnya wisata kelas dunia, Kemenpar melalui Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas telah melakukan studi banding atau banch marking di sejumlah negara, diantaranya Maladewa atau Maldev di kawasan Samudera India yang memiliki karakterikstik sama dengan kepulauan Seribu.

Selama ini, Maldiv menjadi salah satu negara tujuan wisata bahari kelas dunia sehingga sangat tepat, cocok dijadikan role model pengembangan untuk mengembangkan Kepulauan Seribu. Dengan sebuah harapan agar bisa terwujud pencapaian kelas dunia yang berbasis kearifan lokal.

Memang untuk mewujudkan itu, tidak semudah membalikkan tangan namun butuh proses, butuh tahapan program pembangunan di Kepulauan Seribu. Dan Pemerintah pusat telah membuat program yang cukup menarik demi menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Program untuk 2017 misalnya di Pulau Tidung antara lain Pembangunan Pusat informasi dermaga selatan juga dilengkapi gazebo, MCK dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), perbaikan facade bangunan permukiman, pembuatan pergola, vegetasi rambat, biopari pada jalan permukiman, dan perbaikan jalan permukiman sehingga pelancong merasa aman dan nyaman.

Juga, penataan kawasan Jembatan Cinta Pulau Tidung mulai pembangunan gazebo, shelter, kios PKL, food court, mushola, taman rekreasi, lapangan olahraga, air minum, saluran limbah. Bahkan di kawasan ini dibangun Pusat Informasi Jembatan Cinta, MCK bertaraf internasional ditambah outdoor shower. Bahkan dilengkapi panggung terbuka, jalur titian dan penataan RTH serta kios water sport.

Sementara Program Pulau Tidung pada tahun 2018, antara lain penataan kawasan Dermaga Utara termasuk pembangunan gazebo, shelter, kios PKL, taman rekreasi, lapangan olahraga, air minum dan saluran limbah. Juga bangun MCK standar internasional, promenade, RTH serta perbaikan facade bangunan permukiman, pembuatan pergola, vegetasi rambat, dan perbaikan jalan permukiman.

Agenda 2018 untuk Pulau Untung Jawa antara lain perbaikan/pembangunan jalan lingkungan, perbaikan facade bangunan permukiman, taman rekreasi, perbaikan jalan permukiman, pembuatan pergola, vegetasi rambat dan perbaikan jalan permukiman sehingga pelancong merasa aman dan nyaman.

Disisi lain, penataan kawasan pantai Sakura, termasuk bangun gazebo, shelter, kios PKL, food court, Taman Rekreasi, lapangan olahraga, sambungan air minum serta saluran limbah. Juga bangun MCK standar internasional plus Outdoor shower termasuk penyediaan air bersih bahkan peningkatan jalur timur tenggara serta penghijauan,

Sementara program tahun 2019 untuk Pulau Untung Jawa antara lain pembangunan jalan lingkungan, perbaikan facade bangunan permukiman, perbaikan jalan permukiman, pembuatan pergola, vegetasi rambat. Disisi lain ada penataan kawasa pantai barat mangrove termasuk pembuatan gazebo, shelter, kios PKL, sambungan air minum dan saluran limbah. Ditambah lagi pembangunan MCK standar internasional, outdoor shower, termasuk penyediaan air bersih, penataan hutan mangrove, peningkatan kualitas jalur selatan dan lualitas beak water.

Dikatakan program penataan, perbaikan serta pembangunan di Pulau Utung Jawa dan Pulau Tidung dengan tujuan utama agar wisatawan dalam mauoun luar negeri bisa mengalami grafik kenaikan, setelah melihat fasilitas, infrastruktur di kedua pulau itu semakin memenuhi standar internasional. “Juga investor asing mau menenamkan investasi sektor pariwisata di Kepulauan Seribu, namun yang palng penting kearifan lokal menjadi benteng pariwisata Kepulauan seribu,” harapnya.

Saat ini kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus). Be‎rdasarkan data kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu pada tahun 2016 sebanyak ‎785.260 wisnus dan Wisman 22.070. Jika ditotal, jumlah kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu sebanyak 807.330‎ orang. Target tahun 2017 diharapkan ada kenaikan 20 persen lebih. Semoga. (endy)

LEAVE A REPLY