Sarawak Tourism Board Aktif Promosi Lewat TTC Travel Mart dan Astindo Fair Maret 2017

0
236

Seorang wisatawan asing mengamati poster untuk kegiatannya menjelajah Taman Nasional Mulu.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sarawak Tourism Board ( STB) ramaikan TTC Travel Mart di Jakarta dan Surabaya dan akan berpartisipasi di Astindo Travel Fair bulan Maret mendatang, kata Gustino Basuan, Manager Marketing ASEAN STB, hari ini.

“ Kami hadir di TTC Travel Mart di Jakarta 20 Febuari dan 22 Febuari di Surabaya untuk kesekian kalinya. Sedangkan untuk pameran pariwisata Astindo Fair 2017 akan diselenggarakan pada 24-26 Maret 2017 secara serentak di Jakarta dan Surabaya,” ujar Gustino di dampingi Kevin Nila Nangai, Assistant Manager Communication Sarawak Tourism Board.

Astindo Fair 2017 di Jakarta digelar di Plenary & Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC). Sementara itu, Astindo Fair 2017 di Surabaya digelar di Atrium 1 Supermall, Pakuwon Mall. Gelaran yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia yang ke tujuh kalinya.

Menurut dia, wisata alam tetap menjadi andalan untuk menjaring wisatawan Indonesia ke Sarawak karena generasi milenial Indonesia dan komunitasnya senang berwisata dan berinteraksi dengan alam semesta.

“Bulan depan kunjungi booth kami di JCC karena akan ada games dan hadiah menarik lainnya,” kata Gustino.

Menikmati alam bukan hanya melakukan trip dan menikmati paket adventure. Tapi juga bisa dengan mengikuti Rain Forest World Music Festival ke 20 yang akan berlangsung di Kuching, Serawak 14-16 Juli 2017.

Festival musik ini unik dan menyatukan musisi terkenal di dunia dari semua benua dan musisi tradisional ditengah interior alam dan mitos pulau Kalimantan serta panggung yang berlatar belakang Gunung Santubong.

Awalnya penonton hanya 300 orang tapi kini mencapai 20.000 orang. Festival yang berlangsung selama tiga hari tahun ini diikuti musisi dari Palestina, Afsel, Inggris, Kolombia, Amerika Serikat, Belgia, China, Finlandia dan Spanyol, tambah Kevin Nila Nangai.

Kegiatan selama tiga hari berisi lokakarya interaktif etno-musik, mini konser dan kegiaran lainnya. Pertunjukan malam hari di panggung utama menjadi hit dengan penonton yang datang bersama keluarga karena ada bazar makanan, souvenir sampai CD musik dari para penampil sehingga pengunjung bisa menikmati musik, wisata kuliner dan wisata belanja sekaligus.

              Taman nasional Mulu, Sarawak. ( foto-foto: Sarawak Tourism Board)

Gustino Basuan menjelaskan banyaknya komunitas di Indonesia juga membuka peluangnya untuk menawarkan paket-paket wisata menarik seperti Best Kuching Bike Tour, salah satu cara mengeksplorasi kota Kuching yang menjadi ibukota Sarawak.

Ada juga Annah Rais Longhouse Tour sebuah paket wisata dua hari di Tenggara Peninsula Muara Tebas, sekitar satu setengah jam jarak tempuh lewat darat dan 30 menit lagi lewat boat untuk mengalami petualangan di Taman Nasional Bako ( Bako National Park) dan mengunjungi rumah tradisional suku Dayak di Sarawak.

“ Ada paket kunjungan ke Iban Longhouse dan eksplorasi kota Miri, kota besar lainnya di Sarawak. Kemajuan kota ini adalah kekayaan sumber alam, terutama minyak dan gas serta karena dekatnya kota Miri dengan negara Brunei Darussalam,” jelasnya.

Dekat Miri juga ada Taman Nasional Mulu yang mulai dipromosikannya di TTC Travel Mart karena masuk situs warisan dunia UNESCO dan keunikannya berupa goa-goa karst yang lancip-lancip

Untuk jenis petualangan lainnya bisa mengikuti paket Semenggoh Orang Utan dan juga sekaligus Cultural Village sehingga selain akan lebih paham rehabilitasi Orang Utan juga akan mencintai kekayaan tradisi warisan leluhur.

“ Paket-paket wisata ini sudah dipasarkan mitra kami, Habibi Tours di Gedung Habibie Center di Kemang Selatan, Jakarta. Kami optimistis tahun ini bisa menjaring lebih banyak wisatawan Indonesia ke Sarawak,” tandas Gustino Basuan, menutup pembicaraan. ( Hilda Ansariah Sabri).

 

 

LEAVE A REPLY