Semester II 2017, Qantas Raup Laba 976 Juta Dolar AS

0
95
Pramugari Qantas Airlines tersemyum banggsa (Foto: AFP PHOTO/William WEST (Photo credit should read WILLIAM WEST/AFP/Getty Images)

SIDNEY, bisniswisata.co.id: Qantas Group mengumumkan meraih laba sebelum pajak A$ 976 juta untuk periode enam bulan yang berakhir 31 Desember 2017. Perusahaan penerbangan asal Australia ini mengatakan, ini merupakan kinerja satu semester terbesar sepanjang sejarahnya.

Angka tersebut melampaui rekor paruh pertama tahun keuangan 2016 yang berjumlah A$ 921 juta, dan berhasil dicapai kendati adanya peningkatan harga bahan bakar dan pertumbuhan kapasitas internasional.

”Kami berhasil mencatatkan hasil ini berkat investasi pada area yang berkontribusi pada pertumbuhan margin, serta implementasi strategi terkait jaringan, yang memastikan bahwa kami menyediakan pesawat yang pas untuk rute yang tepat,” kata CEO Qantas Group Alan Joyce dalam rilis yang diterima Ahad (25/2/2018).

Tingkat utang bersih terus menurun dan berada pada kisaran bawah, yaitu pada A$ 5,1 miliar. Ini berarti 60% armada Qantas, termasuk dua pesawat 787-9 yang dibeli secara tunai, tidak lewat utang.

Perusahaan menyebut, penghasilan dari perputaran modal investasi 12 bulan mencapai 20,9%, di mana semua segmen operasional mampu memberikan hasil yang melebihi rata-rata biaya modal.

Arus kas operasi juga mengalami peningkatan sebesar 48% dan memecahkan rekor dengan angka A$ 1,7 miliar. Ini berkontribusi pada ketersediaan modal untuk diinvestasikan kembali dan dibagikan pada para pemegang saham.

“Hasil ini mencakup pula keuntungan senilai A$ 181 juta yang didapat dari transformasi yang sedang berjalan, dan merupakan bagian dari target tahunan rata-rata sebesar A$ 400 juta,” kata Joyce.

Qantas terus berupaya menjaga momentumnya setelah berhasil mempertahankan konsistensi performa selama beberapa tahun terakhir. Beberapa strategi yang dilakukan antara lain menerima pesawat A320 baru untuk Jetstar, mendirikan akademi pelatihan pilot baru, dan berinvestasi lebih untuk meningkatkan kepuasan konsumen.

Anak usaha Qantas yang bermain di level low-budget semakin diperkuat. Jetstar telah memesan 99 pesawat A320 dan, mulai pertengahan 2020, akan mulai menerima 18 pesawat A321LR NEO baru dari pesanan tersebut.

Armada generasi terbaru dengan jarak tempuh yang lebih jauh ini dapat melayani rute-rute seperti dari Melbourne dan Sydney ke Bali, yang saat ini dilayani oleh 787-8 Dreamliner.

Kehadiran empat pesawat jenis NEO jarak-jauh yang pertama juga akan meningkatkan kapasitas Qantas di rute-rute tersebut, sehingga berpotensi meluangkan sebagian waktu terbang 787-8 untuk kemudian melayani rute-rute wisata seperti Vietnam, Tiongkok, Thailand, dan Hawaii.

Sebanyak 18 pesawat A321LR NEO tersebut rencananya akan diterima pada akhir 2022. Pesawat-pesawat tersebut akan menggantikan armada A320 lama Jetstar, yang sebelumnya digunakan pada sejumlah rute domestik dan internasional. Nantinya, masing-masing pesawat tersebut akan menghemat penggunaan bahan bakar hingga 15%. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.