Sembilan Tarian Bali Semarakkan Sidang UNESCO di Afrika

0
862
Tari Legong Bali

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Tiga penari asal Bali akan membawakan sembilan tarian khas daerah untuk menyemarakkan sidang UNESCO di Namibia, Afrika yang akan berlangsung pada 1-2 Desember 2015. Selain pentas, tarian Bali juga diharapkan dapat ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya Dunia.

Sembillan tari Bali yang diusulkan untuk mendapatkan penetapan sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) adalah Tari Barong Ket, Tari Joged, Tari Legong Kraton, Drama Tari Wayang Wong, Drama Tari Gambuh, Topeng Sidakarya, Baris Upacara , Tari Sanghyang dan Tari Rejang.

“Tiga penari itu nanti akan membawakan sembilan tari Bali yang sebelumnya telah diusulkan. Mereka akan didampingi Prof I Wayan Dibia, guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, di Denpasar, Rabu (18/11/2015).

Dilanjutkan, penetapan kesembilan tarian itu sebagai WBD ini sangat penting dan memiliki nilai strategis, sehingga nantinya tidak mudah diklaim oleh pihak lain yang tentunya akan merugikan Bali sebagai pencipta sembian tari asli itu.

Dewa Beratha menambahkan, jika kesembilan tarian tersebut sudah mendapatkan penetapan dari badan PBB yang membidangi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan (UNESCO) maka menjadi kewajiban semua pihak, khususnya di Bali untuk menjaganya. “Selain itu, budaya akan tetap hidup jika dilakoni oleh masyarakatnya. Budaya apapun jika tidak dilakoni tentu akan mati,” katanya.

Sebelumnya, pada 20 Oktober 2015, sembilan tarian tersebut juga telah ditetapkan untuk mendapatkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan.

Bali saat itu mendapatkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia untuk 12 karya budayanya, sembilan diantaranya tarian dan tiga karya budaya lainnya adalah berupa Kain Gringsing Tenganan, Seni Lukis Kamasan, dan Tenun Endek Bali. (*/end)

LEAVE A REPLY