Selama Ramadhan, Wisata Pulau Harapan Ditutup

0
545
Snorkling di Pulau Harapan Kepulauan Seribu (Foto: http://liburankepulauharapan.com)

KEPULAUAN SERIBU, test.test.bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu akan menutup sementara wisata di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara sepanjang bulan Ramadan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertemuan dengan warga dan tokoh masyarakat setempat. “Disepakati ditutup hingga H-5 Hari Raya Idul Fitri nanti,” ujar Agus Setiawan, Camat Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Jumat (3/6).

Menurut Agus, ini ditujukan untuk memberikan kesempatan warga Pulau Harapan lebih khusyuk beribadah di bulan Ramadan. “Ya semata-mata agar menjaga kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa aja dan ini rutin kita lakukan,” tandasnya.

Ditambahkan, penutupan tempat wisata atau wisata ke Pulau Seribu hanya berlaku di Pulau Harapan saja. Sementara untuk pulau permukiman lainnya seperti Pulau Pramuka, Pulau Kelapa dan pulau-pulau yang ada di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan tetap berjalan seperti biasa.

Tak bisa dipungkiri, selama tiga tahun terakhir, aktivitas pariwisata di Pulau Harapan, menggeliat. Hampir setiap pekan, pulau ini ramai dikunjungi wisatawan. Masyarakat lokal pun merasakan manfaat ekonominya. Didatangi wisatawan lantaran pulau Harapan menawarkan banyak tempat yang bagus. Bisa snorkeling dan jalan-jalan keliling pulau. Juga berwisata ke Pulau Harapan sangat murah karena dekat dari Jakarta.

Wisatawan yang ingin datang ke Pulau Harapan biasanya berangkat dari Pelabuhan Muara Angke, dengan menaiki kapal motor kayu bertarif Rp 50.000 per orang. Jika ingin menaiki kapal cepat, wisatawan bisa melalui Pantai Marina Ancol dengan tarif Rp 270.000 per penumpang.

Umumnya, wisatawan domestik yang berkunjung ke pulau ini mengikuti paket wisata murah yang meliputi biaya penginapan, konsumsi, wisata snorkeling, telusur pulau-pulau sekitar, dan transportasi pergi-pulang Muara Angke-Pulau Harapan.

Tak heran, jika kebanyakan wisatawan adalah anak-anak muda dan kalangan backpacker. Pulau Harapan hanya menjadi tempat singgah dan menginap, sedangkan titik wisata snorkeling berada di perairan pulau-pulau sekitar, seperti Pulau Kayu Angin Genteng, Pulau Macan, Pulau Perak, dan Pulau Putri.

Nurdin, pemilik biro wisata dan penginapan di Pulau Harapan, mengakui menangani rata-rata sekitar 200 wisatawan setiap akhir pekan. ”Biasanya, Januari-Februari, saat musim angin barat, memang kurang ramai. Tapi saat cuaca baik, yang datang ke Pulau Harapan bisa lebih dari seribu orang setiap akhir pekan,” kata Nurdin yang kini memiliki tujuh penginapan.

Sekretaris Kelurahan Pulau Harapan Ardani mengungkapkan, aktivitas wisata di Pulau Harapan mulai menggeliat sejak tahun 2012, setahun setelah pulau ini dialiri listrik selama 24 jam nonstop melalui kabel laut pada awal 2011. Sejak 2012, wisatawan yang berkunjung ke pulau ini terus bertambah.

Data Kelurahan Pulau Harapan, kunjungan wisatawan saat Mei 2013 sebanyak 2.212 orang. Sebagai perbandingan, pada bulan yang sama di tahun 2014 tingkat kunjungan mencapai 4.808 wisatawan dan pada Oktober 2014 terdapat 5.346 wisatawan. Sehingga membawa dampak ekonomi, seperti maraknya pertumbuhan penginapan dan banyaknya warga yang beralih profesi menjadi pemandu wisata dan pengelola biro wisata. (NDI)

LEAVE A REPLY