Selain Investasi Pariwisata, Raja Saudi Berlibur ke Pulau Dewata

0
269
Presiden Joko Widodo saat kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi dan diterima Raja Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Raja Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia, pada 1 hingga 9 Maret 2017. Raja Salman tak hanya bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta untuk melakukan MOU termasuk investasi pariwisata. Sesuai rencana, Salman juga berlibur ke Bali usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan di Indonesia

Menteri Parwisata Arief Yahya mengatakan, saat di Indonesia nanti, Salman juga siap menanam investasi cukup besar di sektor pariwisata. Daerah yang sudah diliriknya yaitu, Mandeh Sumatera Barat dan Belitung.

“Mandeh, dan Sumatera Barat adalah destinasi yang kita proyeksikan menjadi wisata halal, selain Lombok dan Aceh,” kata Arief dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Jumat (24/02/2017).

Raja Salman berencana membawa rombongannya sebanyak 1.500 orang ke Pulau Dewata. “Jumlah rombongannya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai 1.500 orang, termasuk di dalamnya 10 menteri dan 25 pangeran,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir usai rapat terbatas mempersiapkan kunjungan ke Indonesia.

Fachir mengatakan, hal ini akan berimbas positif pada pariwisata Indonesia. Bali sebagai destinasi liburan pilihan raja yang berpengaruh di Timur Tengah itu, kata Fachir, akan meningkatkan pariwisata dan menjadi pemberitaan banyak media. “Itu promosi luar biasa. Sangat bagus untuk pariwisata Indonesia,” tutur Fachir.

Keindahan Bali, kata Fachir, diakui oleh dunia internasional. Bahkan tahun ini, Pulau Dewata dinobatkan sebagai pulau terbaik di dunia oleh DestinAsian Readers Choice Award (RCA) 2017 yang bermarkas di Singapura.

Keunikan adat dan budaya, keramahan manusianya, keindahan alamnya, kuliner dan ekspektasi terhadap destinasi di Bali, dinilai yang terbaik di muka bumi ini. Termasuk wisata bulan madu. Youku Travel and Sina Travel, Double Platform Big Data, sudah menyematkan Bali sebagai The Best Honeymoon Destination 2016.

Aktivitas liburan sejumlah selebritis dunia, seperti Christina Aguilera dan Jordan Bratman sempat berbulan madu ke Pulau Dewata pada Desember 2005. Bintang pop dunia itu menyewa sebuah vila pribadi di Jimbaran. Keduanya pun sempat bermain dan menikmati pesona matahari tenggelam di Jimbaran.

Setelah itu, ada Ashton Kutcher dan Milan Kunis. Pasangan itu berbulan madu di Bali pada Agustus 2012. Nusa Dua menjadi pilihan mereka untuk mengabiskan waktu bulan madunya.

Pasangan lainnya, Ashlee Simpson dan Evan Ross juga bulan madu ke Bali. Setelah melangsungkan pernikahan pada 31 Agustus 2014, keduanya langsung terbang ke Indonesia untuk menikmati bulan madu eksklusif di Pulau Dewata Bali.

Maret 2016, artis top Taiwan, Nicky Wu dan Cecilia Liu juga ikutan bulan madu di Bali. Sedangkan yang terbaru, Rain dan Kim Tae Hee berbulan madu di Pulau Dewata sejak Minggu, 22 Januari 2017.

Tak hanya selebriti dunia yang melirik Bali untuk dijadikan destinasi bulan madu. Sepanjang 2016, sedikitnya 100 pasangan China juga ikut melakukan pesta nikah di Bali, Indonesia. Selain itu, tidak sedikit warga Saudi dan dari negara timur tengah lainnya berbulan madu di Bali.

“Itu membuat Bali terkenal. Kebetulan, Indonesia punya semua yang diinginkan wisman Saudi. Warna hijau dan biru ada di sini. Biru diwakili pantai, dan hijau diwakili hutan serta pegunungan. Itulah yang menjadikan Indonesia menarik di mata masyarakat Timur Tengah,” ucapnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir menambahkan ada lima nota kesepakatan (MoU) terdiri dari kerja sama bidang kebudayaan, kesehatan, urusan Islam seperti pertukaran dakwah dan ulama, pariwisata, dan perjanjian pemberantasan kejahatan,”

Selain menyepakati MoU, kedua pemimpin negara juga akan mendiskusikan sejumlah topik bilateral lainnya. Indonesia berharap bakal ada penguatan kerja sama antara Riyadh dan Jakarta, termasuk di bidang infrastruktur dan investasi pembangunan.

Kunjungan Raja Salman kali ini adalah yang pertama kalinya sejak lawatan terakhir pemimpin Saudi ke Indonesia pada 1970 silam. Kunjungan kali ini, tuturnya, diharapkan bisa semakin menguatkan hubungan bilateral kedua negara. Terlebih, ia mengatakan, hubungan kedua negara kian menguat dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini terlihat dari sejumlah kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi dan beberapa petinggi pemerintah ke Saudi sejak 2015. Selain itu, dari pihak Saudi sendiri, sejumlah anggota kabinet seperti Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir juga sempat mengunjungi Indonesia dan bertemu Menlu Retno LP Marsudi pada Oktober 2015 lalu.

“Kunjungan kenegaraan dari pemerintah Saudi kali ini ibarat puncak momentum yang sangat baik bagi kedekatan kedua negara. Raja Salman bahkan membawa delegasinya tak hanya ke Jakarta saja tapi juga ke Bali,” katanya.

Selain Jakarta, Raja Salman dan sekitar delegasinya memang dijadwalkan akan berkunjung ke Bali terhitung tanggal 5-9 sebelum kembali ke Saudi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY