Sekolah Perhotelan Sumba Butuh Dukungan SDM

0
324
Sekolah Perhotelan Sumba

SUMBA, Bisniswisata.co.id: Potensi wisata di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), perlu dikembangkan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan potensi wisata tersebut.

“Pariwisata bisa mendongkrak ekonomi lokal, tetapi harus didukung dengan SDM yang memadai. Kebutuhan SDM tersebut masih sangat besar sehingga mendorong kami untuk mengembangkan sekolah perhotelan ini,” kata Inge de Lathauwer, pendiri Sekolah Perhotelan Sumba.

Dikatakan, peningkatan SDM akan memberikan peluang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam aktivitas pariwisata di Sumba dan NTT secara umum. Dalam jangka panjang bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pendidikan menjadi krusial dikembangkan agar masyarakat tidak sekadar jadi penonton.

“Sewaktu awal tiba di Sumba, saya perhatikan banyak sekali jual beli tanah masyarakat oleh para calo. Kemiskinan dan minimnya pilihan bagi masyarakat sehingga terpaksa menjual tanah leluhurnya. Potensi wisata bukan menjadi berkah, tetapi malah jadi bencana bagi masyarakat,” papar Inge seperti dilansir laman Beritasatu.com, Selasa (25/04/2017).

Melalui Sumba Hospitality Foundation (SHF), Sekolah Perhotelan Sumba beroperasi Mei 2016 di Mananga Aba Sumba Barat Daya. Angkatan pertama, sebanyak 40 siswa dari keluarga tak mampu diterima dengan biaya Rp 1.500.000 per tahun. Lama pendidikan selama 8 bulan di sekolah dan 4 bulan magang di sejumlah hotel di Sumba hingga ke Pulau Bali.

Sebagian besar pengajar adalah tenaga sukarelawan dengan keahlian masing-masing untuk diajarkan pada siswa. “Biaya bagi siswa tersebut sudah disubsidi dari sumber pendanaan yang lain. Sekaligus agar ada tanggung jawab dari siswa dan keluarganya dalam menyelesaikan sekolah,” ujar salah satu pengurus SHF Redempta Tete Bato.

Koordinator Kelompok Kerja Menentang Perdagangan Manusia (Pokja MPM) Gabriel Sola menilai perhatian pemerintahan Joko Widodo terhadap pengembangan wisata di NTT harus memprioritaskan SDM lokal. Peningkatan kualitas SDM yang mendukung wisata juga akan menekan korban perdagangan manusia (human trafficking) yang cukup marak dari Sumba.

“Dalam rapat terbatas kabinet yang dipimpin Jokowi pada pertengahan Februari 2017 ditekankan pentingnya potensi wisata NTT yang mendorong ekonomi daerah. Selain infrastruktur penunjang, upaya meningkatkan kualitas SDM sangat mutlak disiapkan pemerintah daerah,” kata Gabriel.

Untuk itu, lanjutnya, kehadiran sekolah perhotelan Sumba harus didukung secara penuh sehingga semakin banyak siswa yang bisa belajar berbagai hal untuk mendukung pariwisata. (*/bso)

LEAVE A REPLY