Sejak 2012, Kunjungan Wisatawan ke Banten masih Level Perbaikan

0
234
Deburan ombak pantai selatan Lebak Banten (Foto: kompetensi.info)

TANGERANG, test.test.bisniswisata.co.id: Meski jumlah kunjungan wisatawan ke Banten masih dalam level perbaikan sejak 2012, prospek pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan ini cukup prospektif pada tahun ini.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, jumlah kunjungan wisatawan ke Banten sempat menyentuh angka 24,58 juta pada 2012, lalu terus menurun menjadi 18,07 juta pada 2013, 13,24 juta wisatawan pada 2014, dan tahun lalu bergerak tipis menjadi 14,24 juta orang.

“Jumlah kunjungan itu hanya dihitung melalui pintu masuk Bandara Internasional Soekarno Hatta sehingga tidak bisa merepresentasikan kondisi kepariwisataan di Banten. Sejauh ini, perkembangan jumlah wisatawan tetap tumbuh, meski lambat akibat faktor perlambatan ekonomi,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten Achmad Sari Alam, Ahad (16/10/2016).

Tak hanya itu, dirinya juga merujuk pada peningkatan pajak kota/kabupaten di Banten dan tumbuhnya sejumlah jaringan hotel, baik internasional maupun lokal. Lebih lanjut, dirinya menyebut tingkat okupansi hotel di Banten juga berkisar 85%.

Sepanjang periode 2013-2015, pertumbuhan jumlah hotel di Banten memang menunjukkan kenaikan, meski tipis. Adapun, hotel berbintang pada 2013 mencapai 43 unit, lalu terus tumbuh menjadi 52 unit pada 2014, dan 54 unit pada tahun lalu.

Jumlah hotel nonbintang pada tahun lalu mencapai 275 unit. Jumlah ini tercatat meningkat dibandingkan 2014 yakni 246 unit, dan 240 unit pada 2013, paparnya seperti diunduh laman Bisnis.com.

“Rata-rata pertumbuhan hotel dan restoran di Banten di kisaran 5%-15%. Apalagi, dengan menjamurnya segmen meeting, incentive, convention, and exhibition di BSD City semakin memacu pertumbuhan hotel dan restoran,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Banten juga akan mengadakan Festival Baduy 2016 di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak. Acara ini berlangsung mulai dari 28-30 Oktober 2016.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banten Ahmad Sapta mengemukakan destinasi wisata paling favorit masih didominasi oleh pantai, lalu wisata religi, dan belanja di Tangerang Raya.

“Kalender wisata akan kami perbarui setiap tahunnya. Jika memungkinkan, agenda akan kami tambah. Tetapi yang paling penting adalah menjaga konsistensi agenda wisata yang sudah ada,” tekannya.

Apalagi, sejumlah infrastruktur prioritas nasional di Banten, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dinilainya merupakan modal besar bagi provinsi ini untuk mengembangkan pangsa pasar pariwisatanya. (*/BC)

LEAVE A REPLY