Sedikitnya 17 Event Daerah dan Pusat dimotori oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia ( ASPPI)

0
487
Suasana pembukaan Lombok Travel Mart tahun lalu. Penyelenggaraan tahun ini pada 24-26 Maret 2017

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) akan menyelenggarakan Indonesia Travel Mart 2017 yang mempertemukan para penjual ( seller) dan pembeli ( buyer) produk wisata untuk mendorong inbound tour di Indonesia dan mempromosikan potensi pariwisata nusantara, kata Bahriansyah, Ketua Umum ASPPI, hari ini.

“Indonesia Travel Mart 2017 dijadwalkan pada 14-15 Agustus mendatang dan diharapkan ini menjadi pertemuan pelaku bisnis ( B to B)  jadi bukan ke konsumen langsung ( B to C) seperti yang sudah banyak diselenggarakan asosiasi atau airlines lainnya,” tambahnya.

Penyelenggaraan secara mandiri ini tetap mengharapkan bantuan pemerintah ( Kementrian Pariwisata) terutama untuk mensponsori kedatangan para pembeli ( buyer) di mancanegara sehingga paket-paket wisata ke Indonesia yang nantinya dijual oleh para buyer di mancanegara akan menambah kunjungan turis asing ke Indonesia.

Menurut Bahriansyah yang akrab di sapa Riyan ini, sedikitnya 20 pengurus daerah ASPPI sudah memiliki agenda wisata untuk mendukung program pemerintah dalam mempromosikan 10 destinasi unggulan di tambah Toraja serta target kunjungan 20 juta wisman di tahun 2019.

“Pengurus ASPPI Lombok, misalnya, pada 24-26 Maret mendatang menyelenggarakan Lombok Travel Mart IV, sementara di bulan April, DPD DIY (Jogja) menyelenggarakan JITEX pada 3-6 April dan Triangle Tourism Travel Mart  18-21 April,” jelasnya.

Sedikitnya ada 17 event yang diselenggarakan DPP maupun DPD ASPPI sepanjang tahun ini di berbagai daerah. Jateng menggelar Jateng Travel Mart, Riau ( Riau Travel Mart), Bangka Belitung ( Pelangi Travel Mart), Jawa Barat ( West Java Travel Mart).

Sedangkan Sulawesi Selatan siap menggelar Phinisi Tourism Expo, Sumatra Barat menyelenggarakan Minangkabau Travel Mart, Sulawesi Utara membuat Manado/Kawanua Travel Mart, Banten ( Baduy Travel Mart),  Bali membuat Ajeg Bali, Sumut meenjadwalkan North Sumatra Travel Mart dan DI Aceh menggelar Sail Sabang.

Pihaknya ingin menjadi mitra yang efektif bagi pemerintah dan swasta untuk menggerakkan pariwisata nusantara  (wisnus). Selain sudah hadir dengan 20 perwakilan di berbagai provinsi di Indonesia , para anggotanya juga merupakan para pelaku di garis depan untuk mendorong pergerakan wisnus di dalam negri.

“Saat ini justru momentum terbaik untuk mendorong masyarakat berwisata di dalam negri. Generasi milenial sudah akrab dengan aplikasi smartphone yang memudahkan mereka untuk berwisata tinggal di genjot dengan pilihan paket-paket wisata,”

Menjamurnya travel online juga terbukti telah membuat akhir pekan di sejumlah destinasi wisata popular seperti Jogja, Bali, Lombok dipadati wisatawan dari kota besar lainnya karena perjalanan udara dan akomodasi mereka banyak cari sendiri dan transaksi sendiri.

Peluang anggota ASPPI untuk mengemas paket wisata tetap besar karena itulah lewat event Indonesia Travel Mart ( ITM) yang baru pertama kalinya diselenggarakan pihaknya akan mempertemukan para pelaku pariwisata untuk membeli paket wisata yang sudah ada ( reseller) atau menciptakan paket wisata yang menarik dengan berkolaborasi, bersinergi dengan sesama pelaku pariwisata.

Menurut Bahriansyah,  sedikitnya 7000 lebih anggota ASPPI di berbagai daerah setiap hari mempromosikan paket perjalanan, hotel dan jasa pariwisatanya melalui chatting group, media sosial. Bahkan setiap bulan ada saja  event-event travel mart atau bursa wisata yang mempertemukan pembeli ( buyer) dan penjual ( seller) produk-produk wisata.

Para anggota sudah terbiasa melakukan Business to Business ( B to B) di antara mereka, saling mengirim wisnus dan saling menguatkan usaha termasuk melakukan berbagai kegiatan sosial sehingga organisasi yang awalnya adalah sebuah komunitas ini dalam sembilan tahun terakhir berkembang menjadi organisasi profesi yang dinamis.

“Banyak travel mart di daerah yang digerakkan oleh anggota ASPPI dibekerjasama dengan mitra kerja lainnya. Ada juga kegiatan yang memang di inisiasi oleh pengurus daerah dari awal tahun seperti list yang sudah saya sebutkan tadi dan berlangsung hingga akhir tahun 2017. Intinya.( Hilda Ansariah Sabri)

 

LEAVE A REPLY