Sedapnya Kuliner Kepri Dimulai dari Mie Tarempa

0
1321
Mie Tarempa

TANJUNGPINANG, Bisniswisata.co.id: Begitu banyak pilihan bersantap ketika berkunjung ke Tanjungpinang, hingga Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya menyarankan kuliner harus menjadi andalan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk menarik wisatawan datang ke kota ini.

“Di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif kuliner merupakan hal yang paling diunggulkan, selain fashion/kerajinan, dan penerbitan,” ujar Arief saat mengunjungi Vihara Seribu Wajah di Tanjungpinang, Minggu (24/5/15).

Arief mengatakan, “Kepopuleran Tanjungpinang pun telah terlihat ketika diadakannya Kepri Culinary Festival di Jakarta pada 16-17 Mei 2015 lalu di Mal of Indonesia, Kelapa Gading. 90 persen kuliner Kepri dari Tanjungpinang”.

Di antara kuliner yang ada di Tanjungpinang, Bisniswisata.co.id merasakan nikmatnya kuliner khas kota tersebut, seperti Mie Tarempa, Otak-otak, Gong-gong, Nasi Lemak, dan masih banyak lainnya.

Mie Tarempa yang berada di Kedai Kopi Tarempa, Jalan DI Panjaitan Batu 9 Komplek ruko Villa Pinlang Mas Blok B Nomor 23-24 Tanjungpinang, rasanya sangat menggoyang lidah.

Mie Tarempa sendiri sebenarnya merupakan makanan khas Kabupaten Anambas, namun tak perlu jauh-jauh karena di Tanjungpinang ini Anda juga dapat merasakannya.

Dari tiga pilihan cara memasak Mie Tarempa, yakni basah, lembab, dan goreng Bisniswisata.co.id memilih untuk merasakan Mie Tarempa basah dengan taburan cabe rawit acar yang telah diiris kecil-kecil.

Bentuk mie yang gepeng, mirip kwetiau ini menjadikan makanan ini memiliki khasnya sendiri, ditambah dengan suwiran ikan tongkol berbumbu sebagai toppingnya.

Suwiran tongkol dengan kecap inilah yang memberikan nuansa gurih yang berbeda dibandingkan mie-mie lainnya yang kebanyakan menggunakan irisan daging atau udang. Selain ikan tongkol terdapat campuran kecambah dan telur.

Rasa mie-nya sendiri sedikit lebih gurih dan lembut dibandingkan kebanyakan mie lainnya. Mie Tarempa disajikan pedas, namun bagi pengunjung yang tidak suka pedas bisa saja meminta untuk tidak pedas.

Selain Mie Tarempa bagi yang ingin makan nasi, kedai ini menyediakan Nasi Lemak, yakni nasi yang dibungkus daun pisang dengan irisan timun, teri kering kecil, kacang goreng, telur rebus, dan saus pedas panas (sambal).

Luti Gadang, Lemper isi daging ikan tongkol, dan Kue Bingka Bakar menjadi makanan pembuka sambil menunggu Mie Tarempa di masak.
Lemper, yang saat itu dihidangkan masih hangat nampak lebih mirip otak-otak ketimbang lemper, karena isi yang dibungkus daun pisang tidak sebanyak dan sepenuh lemper seperti biasanya yang ada di Jakarta.

Sementara Luti Gadang merupakan roti goreng dengan beberapa pilihan isi, seperti ikan tongkol, ayam, keju, dan kelapa. Sedangkan Kue Bingka Bakar, kue ini terbuat dari terigu, gula, telur, dan daun pandan.

Setelah makan Mie Tarempa, pengunjung biasanya memesan tiga kue yang dihidangkan sebagai pembuka tersebut untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Kedai yang buka mulai pukul 08.00- 19.30 WIB ini perharinya bisa menghidangkankan 300 hingga 500 porsi Mie Tarempa.

Bagi yang suka otak-otak ikan, Anda akan sangat mudah menemukannya di Bintan. Hampir setiap kawasan wisata di Bintan memiliki kedai khusus yang menjual penganan khas ini.

Kedai Kopi Cahaya di Jalan Wisata Bahari Kawal No 58 menjadi tempat persinggahan. Otak-otak ikan yang terbuat dari ikan tenggiri, todak, dan parang ini dijual borongan, yakni Rp5.000 per tujuh buah atau RP10.000 per 15 buah.

Otak-otak ikan ini berbeda dari otak-otak yang ada di Jakarta atau Banten yang biasanya berwarna putih dan tidak pedas, di kedai ini otak-otak berwarna merah karena sdh dicampur sambal dan dibungkus daun kelapa, serta tidak ada sambal kacang.

Selain otak-otak di sepanjang Jalan Kawal ini banyak kedai yang menjual tapai ubi (singkong) yang dibungkus dengan daun ketapang yang dirangkai dengan daun kelapa.

Rasa dari tapai tersebut sangat manis dan teksturnya juga halus. Satu bungkus dijual dengan harga Rp3.000 di dalamnya terdiri dari lima hingga enam potong tapai.

Ada yang unik bagi yang baru pertama kali datang ke Kepri, karena Anda akan kaget apabila tidak menemukan pilihan minuman es teh manis dalam daftar menu yang ditawarkan kedai atau restoran.

Hal tersebut karena di Kepri menyebut es teh manis dengan istilah “Teh Obeng” yang berasal dari kata “peng” yang dalam bahasa Tionghoa berarti es. Namun orang Melayu lebih sering menyebutnya dengan “beng” bukan “peng” seperti kata aslinya.

Rasa teh ini sendiri sama halnya dengan es teh manis kebanyakan. (evi)

LEAVE A REPLY