SDM PNS Kunci Pengembangan Wisata Insentif di Daerah

0
714
Peserta Workshop Incentive Travel melakukan Fieldtrip ke beberapa pulau seperti Pulau Lengkuas dan Pulau Kepayang yang cocok untuk pengemasan paket wisata insentif bagi karyawan beerbagai perusahaan. (foto: Hilda Sabri Sulistyo)

TANJUNGPANDAN, test.test.bisniswisata.co.id: Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di kalangan PNS berkontribusi besar dalam menentukan suatu daerah wisata seperti Pulau Belitung untuk menjadi destinasi wisata perjalanan insentif (incentive travel), ungkap Christina L Rudatin, Lektor Kepala dan peneliti MICE Politeknik Negri Jakarta.

“Pemahaman PNS untuk mengidentifikasi apakah daerahmya layak untuk menjadi destinasi wisata incentive sangat penting karena pemerintah daerahlah yang memiliki strategi dan perencanaan ke depan mengenai potensi wisata di daerahnya sendiri, “ tambahnya di Workshop Incentive Travel yang diselenggarakan Kementrian Pariwisata di ballroom Hotel Grand Hatika Belitung, 25-28 Oktoober 2015.

Oleh karena itu, kata Christina, SDM PNS harus memahami bahwa perjalanan insentif ( wisata incentive ) adalah jenis perjalanan yang dirancang khusus bagi sebuah perusahaan yang ingin memberikan penghargan (award) pada eksekutif dan karyawannya sehingga hadiah perjalanan insentif yang diberikan harus membuat para karyawan lebih memicu target-target yang ingin dicapai perusahaan.

“Keuntungannya kalau SDM PNS sudah paham bahwa daerahnya memiliki keunggulan sebagai destinasi wisata insentif maka mampu meyakinkan para pimpinan mulai dari kepala daerahnya, eksekutif dan legislatifnya, para profesional hingga SDM di lingkungan masyarakatnya untuk mendukung cetak biru dalam pengembangan wisata insentif dari suatu destinasi.

“Wisata insentif bagian dari kegiatan Meeting, Incentives,Conference and Exhibition (MICE) dimana Kemenpar telah menetapkan 16 kota sebagai tujuan yaitu Bali, Batam, Balikpapan, Bintan, Bandung, Jogjakarta, Lombok, Menado, Medan, Makassar, Padang Palembang, Solo, Semarang, Jakarta dan Solo, jelas “ Christina

Christina L Rudatin SE,M.Si ( foto: hss)
Christina L Rudatin SE,M.Si ( foto:

Menurut dia, peluang Belitung untuk menjadi destinasi ke 17 MICE cukup besar karena setelah Film Laskar Pelangi yang fenomenal di tahun 2008 maka potensi alam Belitung yang demikian indah terekspos ke mancanegara dan mengundang banyak investor masuk terutama hotel. Perubahan mindset juga terjadi dari daerah tambang timah menjadi daerah tujuan wisata.

“Kalau Belitung mau menjadi destinasi wisata insentif atau destinasi MICE maka mulailah berbenah dengan akses penerbangan langsung dari berbagai kota di Indonesia tanpa harus melalui Jakarta. Pemprov Babel juga harus bisa menggandeng para profesional, industri wisata dan masyarakatnya sehingga semua kebutuhan serta faktor keamanan dan kenyaman wisata insentif terpenuhi, tandasnya.

Berbicara di sela-sela workshop Incentive Travel yang diselenggarakan Kementrian Pariwisata dan dibuka Bupati Belitung Sahani Saleh dan disaksikan oleh Asisten Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Ir Azwir Malaon MSc, Christina mengatakan bahwa perjalanan insentif intinya harus membawa kesan mendalam karena itu semua pihak harus kreatif, proaktif sehingga peserta yang datang bisa takjub.

Worksop yang dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata dari sebagian besar Provinsi dan kota di tanah air dan juga para profesional conference organizer (PCO) dari berbagai daerah beserta praktisi perhotelan dan pelaku tour travel di Bangka dan Belitung. Acara workshop sendiri dipandu oleh Octavia Dwiati Anggraini, Firektur True MICE Jakarta, Mimi Hudoyo, Editor Indonesia TTG MICE serta Drs Heri Setiawan M.Si, Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan MICE Politeknik Negri Jakarta.

Sementara itu, nara sumber lain adalah  Ida Bagus Surakusuma, Director of External Relations PT Pacific World Nusantara Bali yang biasa dipanggil Lolek. Praktisi lainnya, Budi Setiawan, Direktur Belitung Adventure yang juga ketua Kelompok Peduli Lingkungan Belitung (KPLB). Dari luar negri pembicara yang hadir adalah Manuel Ferrer, Founding partner and Chairman QOS Consultancy. (hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY