SD Darmono : “Saya Akan Bangun Lapangan Golf Kelas Rakyat”

0
809
SD Darmono didampingi Setiawan Mardjuki, Direktur Banten West Java Tourism Development (BWJ) saat memberikan penjelasan di Jakarta, Kamis (7/5/15). Foto. Agus

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Golf, merupakan permainan bola diatas padang rumput yang menggunakan tongkat “stick” untuk memasukan bola pada 18 lubang [hole] yang telah tersebar di padang rumput.

“Permainan ini awal mulanya ditemukan oleh seorang gembala di Irlandia. Sambil menunggu ternaknya ia memainkan daun-daun yang kemudian membentuk sebuah bola. Kemudian berkembang di Inggris untuk dibuat aturan mainnya, mulai dari aturan rumput, luas lapangan, dan sebagainya,” ujar Presiden Direktur PT Jababeka Tbk., SD Darmono, saat ditemui di Jakarta, Kamis (7/5/15).

Olahraga golf umumnya hanya dimainkan bagi masyarakat menengah keatas, mengingat banyak perangkat yang harus digunakan dan harganya cukup mahal, termasuk biaya honor para”caddy” [pengambil bola], lalu harus ada lapangan yang khusus, dan tentunya juga tidak gratis, membuat olahraga ini hanya akrab dikalangan menengah ke atas.

Seiring dengan perkembangannya, olahraga yang satu ini menjadi bagian dari gaya hidup, lapangan golf menjadi tempat untuk olahraga jalan kaki. Tak hanya itu tempat ini juga kerap dijadikan lokasi beragam pertemuan silaturahmi dan membangun networking, bahkan beragam pertemuan para petinggi kancah politik dan bisnis.

Melihat itu, PT Banten West Java TDC (PT BWJ) setelah sukses dengan hotel butik di Tanjung Lesung yang terletak di kawasan Marina, kini meluncurkan fasilitas lapangan golf (golf course) beserta golf boutique hotel.

Hal ini juga seiring dengan sejak diresmikannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Februari 2015 lalu, Kawasan Wisata Tanjung Lesung semakin giat melakukan pembenahan.

“Tanjung Lesung Golf dan Golf Boutique Hotel akan menjadi tempat rekreasi ideal untuk permainan golf bagi pemukim di kawasan pariwisata Tanjung Lesung, maupun untuk kepentingan lobi-lobi bisnis bagi pengusaha dan investor,” ujarnya.

Untuk menyosialisasikan fasilitas tersebut, PT BWJ pada 13 Mei mendatang akan mengadakan Tanjung Lesung Golf Tournament di Jababeka Golf dan Country Club.
Tournament ini akan diikuti para peserta member Jababeka Golf, teman-teman pengusaha, pegiat golf, beberapa klub dengan hadiah lucky draw, dll,

Beragam vila dan juga hotel butik dua lantai gaya tropis moderen dengan 8 sampai 10 kamar yang telah dipasarkan, menurutnya dapat dibeli oleh para pensiunan asing dengan harga yang sangat terjangkau.

“Mereka dapat tinggal di kamar utama dan menyewakan kamar yang lain kepada turis, sehingga mereka memperoleh penghasilan, teman bicara, dan kegiatan,” tambah Darmono.

Mengingat lahan yang dimiliki begitu luas, akan dibagi dua. Selain lapangan golf dengan ukuran sebenarnya yang hanya bisa dinikmati kelas menengah ke atas, Darmono akan membangun lapangan golf kelas melati untuk rakyat (menengah ke bawah).

“Lapangan bisa gunakan rumput biasa, stick tidak perlu yang seharga Rp9 juta cukup yang seharga Rp100 ribu. Stick yang dipakai pun cukup satu dan tidak perlu pakai caddy. Tidak usah naik mobil golf cukup jalan kaki saja,” paparnya.

Darmono menambahkan, “Golf Champions juga harus jadi permainan rakyat, setelah olahraga golf ini menjadi merakyat saya ingin patenkan dan menjualnya ke negara Tiongkok”. (evi)

LEAVE A REPLY