Savira Terjemahkan Novel Politik & Falsafah dalam Fashion

0
340

SURABAYA, test.test.bisniswisata.co.id: Apa jadinya, jika cerita dalam sebuah novel bertema politik dan filsafat dituangkan dalam satu rancangan busana. Itulah yang dilakukan Savira Lavina (24), designer muda asal Jakarta.

Hampir di setiap karyanya, Savira berusaha memberikan cerita di balik karyanya itu. Di acara Surabaya Fashion Parade 2016 pekan lalu, Savira mengetengahkan busana yang terinspirasi dari Novel Filsafat dan Politik berjudul Utopia karya Thomas More.

“Ada perenungan sendiri dari buku itu,” kata Savira. Di dunia nyata pada masa Renaisans, keindahan dalam pemerintahan merupakan suatu hal yang utopis atau mustahil.

Yang membuat Savira tertarik dari novel itu adalah, More yang mampu mewujudkan keindahan suatu negara dalam imajinasi yang dituangkan dalam novelnya. Kestabilan politik, kerukunan antar-manusia bisa diwujudkan pada negara yang dikonsep More dalam novelnya.

“Dari novel itu, saya merefleksikan, keindahan itu sebenarnya ada, ya berasal dari diri sendiri yang paling dalam: hati,” kata Savira sambil menunjuk dadanya dengan tersenyum.

Sedangkan, jika direfleksikan dalam bumi, kata Savira seperti diunduh laman tempo.co, Sabtu (21/05/2016), hal yang paling dalam dari bumi adalah laut.

Jadi, ketenangan dan kesederhanaan laut yang akan bercerita dalam karyanya. Savira menunjukkan ornamen laut seperti hewan dan tumbuhan pada baju yang sudah digunakan oleh salah satu model. Bentuk baju pun disesuaikan dengan gelombang laut.

Di samping itu, yang paling dia suka adalah drapingpada leher. Sedangkan warna, untuk fashion show kali ini dia mengaku lebih mengikuti tren. “Hitam putih, abu-abu, coffe, dan mix siluet,” ujarnya.

Selain menuangkan kisah dari novel Thomas More, Savira juga terinspirasi dari ubur-ubur di Pantai daerah Kalimantan. Di sana dia menemukan ubur-ubur yang sudah beradaptasi ribuan tahun.

Awalnya, kata dia, ubur-ubur bisa menyengat manusia. Namun setelah mencoba bertahan hidup dalam laut, ubur-ubur itu sudah tidak menyengat lagi. “Intinya, setelah survive dan nyaman dengan diri sendiri, malah ingin berbuat lebih baik dengan orang lain,” kata Savira menjelaskan filosofi ubur-ubur.

Dalam karyanya, ubur-ubur itu diaplikasikan pada lengan baju yang menggelambir seperti kaki ubur-ubur. Beberapa juga diaplikasikan pada rok dan celana. Bentuknya pun, lebih tiga dimensi dari pada rancangannya yang terinspirasi dari novel More. (*/TO)

LEAVE A REPLY