Satelit Telkom 3S Dongkrak Ekonomi Melalui Pariwisata

0
342

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Seminggu jelang peluncuran Satelit Telkom 3S (T3S) dari Guyana Space Centre, Kourou, Guyana Perancis, sejumlah dukungan mengalir untuk kelancaran mengangkasanya infrastruktur telekomunikasi itu. Peluncuran satelit ini, pada 14 Februari waktu setempat atau 15 Februari 2017. “Saya acungkan dua jempol buat Telkom. Semoga peluncuran satelit Telkom 3S dapat berjalan dengan lancar,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Menurutnya, Indonesia secara geografis adalah negara kepulauan yang memiliki potensi-potensi wisata di ribuan pulau, yang kini belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi dan internet secara maksimal. “Saya berharap satelit T3S dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Indonesia, khususnya mendongkrak ekonomi melalui sektor pariwisata khususnya di 10 destinasi prioritas pariwisata Indonesia,” tukasnya.

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono menilai peluncuran dari Satelit T3S oleh Telkom sebagai bagian dari upaya menegakkan kedaulatan digital Indonesia.
“Indonesia dengan kondisi geografis kepulauan sulit tanpa infrastruktur satelit dan faktanya saat ini lebih dari 50 satelit asing yang footprint-nya masuk wilayah kedaulatan Indonesia dibandingkan satelit milik perusahaan Indonesia yang hanya 10%. Satelit T3S akan memperbaiki aspek cakupan, kapasitas, dan kualitas layanan,” tegasnya.

Saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar 100 transponder satelit , baik komunikasi maupun penyiaran nasional. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Indonesia harus menggunakan satelit asing. Alhasil, puluhan satelit asing beroperasi di Indonesia.

Permohonan hak labuh (landing right) satelit negara lain di Indonesia hingga semester pertama 2016 telah mencapai 31. Angka ini telah meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan permohonan pada semester I 2015. Jumlah tersebut juga telah menyamai permohonan hak labuh satelit di Indonesia sepanjang 2015.

Sebelumnya, Direktur Network, IT, & Solution Telkom, Abdus Somad Arief memprediksi kebutuhan bandwidth satelit terus meningkat, walaupun di sisi lain jaringan tulang punggung pita lebar berbasis serat optik terus dibangun oleh Telkom dan operator lainnya bahkan oleh negara melalui proyek Palapa Ring. “Penyebabnya karena kita ini negara kepulauan yang sangat besar dan luas,” katanya.

Kehadiran satelit T3S akan membuat slot orbit 118°Bujur Timur yang ditempatinya menjadi optimal karena membawa transponder yang bermain di Standard C-Band, Extended C-band, Ku-band dan Extended Ku-band. “Ini artinya semua spektrum di slot itu kita optimalkan. Kehadiran satelit T3S juga otomatis akan menambah kapasitas satelit domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap satelit asing,” ujarnya. (*/NDY)

LEAVE A REPLY