Sate Afrika, dari Tanah Abang Guncang Yogyakarta

0
1766

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sate, semua orang sudah tahu. Makanan dengan potongan-potongan daging yang ditusuk lantas dibakar dengan variasi olesan bumbu dan disantap dengan nasi hangat, lontong atau ketupat. Namun sate yang satu ini sangat berbeda. Namanya sate Afrika. Perbedaanya disantap dengan pisang goreng tanpa tepung atau roti. Rasanya? ya rasain sendiri.

Namun penikmat kuliner sate Afrika terus bertambah. Selain menikmati sensasi kuliner unik yang ada di Jalan KS Tubun No. 6, Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga disajikan tanpa tusuk, sambalnya yang khas bahkan daging dombanya sangat empuk sekaligus memberi kelezatan yang prima.

“Menikmati Sate Afrika harus dengan pisang atau roti, karena itu merupakan kebudayaan dari tempat asal sate ini. Saya enggak mau memisahkan keduanya karena itu kebudayaan makan di Afrika. Kalau enggak ada pisang atau roti, bukan sate Afrika namanya,” ujar pemilik Sate Afrika, H Ismail Coulibaly.

Ismail membawa sate tersebut dari negara asalnya yakni Mali. Di Afrika, sate dinikmati dengan makanan pokok penduduk setempat yakni pisang atau roti. “Saya tidak mau memisahkan keduanya karena itu kebudayaan makan di Afrika. Kalau enggak ada pisang atau roti, bukan sate Afrika namanya,” tambah dia.

Daging yang digunakan dari daging domba betina, yang berumur satu hingga dua tahun. Warung Sate Afrika Tanah Abang buka dari jam 14.00 hingga 15.00. Setiap harinya, warung tersebut dipenuhi pengunjung. Bahkan, pihaknya memperluas jaringan Sate Afrika dengan membuka cabang di Yogyakarta.

Warung Sate Afrika di Yogyakarta merupakan cabang dari di Tanah Abang Jakarta. Rasa sate tetap dipertahankan sesuai aslinya. “Kami kerja sama dengan Pak Anas Syahrul Alimi untuk membuka Sate Afrika Yogyakarta. Pak Anas tidak mau meninggalkan ciri khas sate Afrika yang disajikan dengan pisang goreng dan sambal, juga rasanya. Makanya saya di Yogyakarta selama satu bulan untuk mengajarkan resep sampai cara memasaknya sama koki di warung Sate Afrika Yogyakarta,” kata Ismail.

Kendati masakan luar negeri, Warung Sate Afrika Yogyakarta tidak menanggalkan identitas kebudayaan Jawa. Warung tersebut terletak di Jalan Raya Tajem, Stan Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY