Sasar Turis China, Garuda Terbangi Shanghai – Denpasar

0
528

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: KUNJUNGAN wisatawan Tiongkok ke Indonesia masih rendah, kalah dibandingkan ke Malaysia, Singapura, Thailand. Padahal, potensi warga China berlibur ke luar negeri cukup besar. Melihat potensi itu, Garuda menambah satu lagi direct flight atau penerbangan langsung dari Shanghai-Denpasar, mulai Januari 2016.

“Garuda menambah jumlah penerbangan langsung dari Tiongkok yang sudah ada, yakni Beijing-Denpasar dan Guanghzou-Denpasar, yang juga akan ditambah frekuensinya,” papar Direktur Niaga Garuda Indonesia Handayani saat Jumpa Pers Akhir Tahun Kementerian Pariwisata (Kemenpar), di Gedung Sapta Pesona, Rabu.

Dilanjutkan, agar menggaet pelancong China lebih banyak, Garuda menggunakan pesawat berbodi lebar atau wide body. Dan penambahan frekuensi penerbangan ke China akan menjadi 9 kali penerbangan ke Indonesia, dengan rincian 5 kali ke Denpasar Bali dan 4 Kali ke Jakarta.

“Memang jumlah penerbangan Indonesia kee China masih kecil dibandingkan penerbangan dari China ke Thailand yang mencapai 25 kali penerbangan, sehingga banyak turis China yang berwisata ke Thailand. Selain faktor kedekatan negara,” jelasnya.

Selain itu, sambung Handayani, Garuda menguatkan pasar Eropa dengan menambah penerbangan ke Amsterdam, Belanda, jadi enam kali dan London, Inggris, jadi lima kali. Terlebih, sejak 2014, Garuda menjadi anggota aliansi penerbangan SkyTeam yang memungkinkan terbang ke 1.064 negara. “Sehingga kami bersama Kemenpar bisa mengampanyekan Wonderful Indonesia di semua destinasi internasional,” kata Handayani.

Negara lain yang juga potensial untuk disediakan penerbangan langsung adalah India, khususnya dari Mumbai dan Delhi, ke Bali. Kemenpar Arief Yahya menyebut tiap hari tak kurang 1.000 orang bepergian dari India ke Indonesia, namun tak tersedia penerbangan langsung.

Handayani mengatakan tengah mencari kemungkinan menggunakan penerbangan sewa (charter) untuk melayani pasar India, seperti telah digunakan di Tiongkok. Pernah dalam satu musim panas ada lebih dari 30 pesawat disewa dari Tiongkok. “Sedangkan untuk penerbangan regular dari India, kami menunggu pasarnya bagus untuk diterbangi,” lontarnya.

Selain menambah frekuensi internasional, Garuda juga memperkuat beberapa penerbangan dalam negeri yang dijadikan destinasi wisata unggulan, seperti Labuanbajo, Lombok, dan Wakatobi. “Begitu landasan siap didarati airbus, Garuda akan menerbangkan pesawat lebih besar dari ATR yang sekarang digunakan dengan frekuensi yang lebih rapat,” sambungnya. (end)

LEAVE A REPLY