Sapta Nirwandar Luncurkan Majalah Halal Lifestyle & Business

0
632

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Majalah Halal Lifestyle resmi diluncurkan ke tengah publik Indonesia seiring menigkatnya kebutuhan produk halal dan higienis dari masyakat muslim maupun non muslim. Kehadiran majalah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi gaya hidup halal di Indonesia, ungkap Sapta Nirwandar,Pemimpin Umum majalah itu, hari ini.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan produk-produk halal tidak hanya ada dan diwajibkan dalam Islam, tapi juga baik bagi non Muslim. Selain itu, inovasi masa kini membuat produk halal tidak sekadar sesuai agama. Melainkan baik, sehat dan penuh dengan kebaikan.

Sapta mengungkapkan bahwa halal merupakan merek dan identik dengan kebaikan, yang membuat sejumlah negara di dunia tidak ragu mengembangkan halal tourism. Jepang, Korea dan Singapura adalah contoh negara-negara yang sedang gencar menjaring wisatawan muslim Indonesia dan dunia.

“Mereka bahkan memiliki buku panduan wisata untuk muslim sebagai pelayanan. Kesadaran masyarakat global akan tren halal kini terus meningkat juga menyangkut mode, kosmetika, dan Industri lainnya,” ungkap Sapta Nirwandar yang juga Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah ini.

Untuk industri makanan bahkan masyarakat sudah menuntut keterbukaan dalam proses dari hulu hingga hilir. “Pemerintah sudah tetapkan untuk supply chain daging sapi maupun ayam maka Lombok dan Sumatra Barat dapat menjadi pilot project, tambah Sapta Nirwandar yang menjadi Pemimpin Umum majalah Halal LifeStyle di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (28/04/2016).

Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 250 juta jiwa yang mayoritas Muslim, menjadi potensi sangat besar dalam penerapan aspek halal. Namun ibarat raksasa tidur, Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara lain. Di antaranya Malaysia, yang sudah puluhan tahun lalu mengembangkan semua aspek bisnis  halal.

Ketua Majelis UIama Indonesia ( MUI ), KH Ma’ruf Amin yang memberikan sambutan pada acara peluncuran mengatakan pemerintah Indonesia sebenarmya sudah sejak 26 tahun lalu melakukan sosialisasi produk halal dimulai dari sektor keuangan.

“Sukuk, surat berharga syariah negara tahun lalu sudah menghasilkan Rp 400 triliun untuk APBN. Jadi produk halal menghasilkan bisnis yang menggiurkan. Alhamdulilah di Indonesia sudah muncul kebutuhan RS syariah. Lahirnya Majalah Halal Lifestyle sudah sangat tepat menyongsong trend dunia, “ kata Ma’ruf Amin.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Euis Saodah pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa dari sisi industri, proses halal sudah menjadi tuntutan sehingga mau tidak mau kompetensi SDM yang memahami proses halal atau operator halal dalam produk makanan kebutuhannya sudah tinggi.

“Dalam industri makanan cepat saji misalnya, dari mulai memotong hewan sebagai bahan dasar makanan hingga produk jadi di pasaran informasinya sangat dibutuhkan masyarakat sehingga pengusaha dapat mempromosikan produknya dengan baik, kata Euis.

“ Harus ada standar proses halal dan thoyib atau higienis. Ke depan juga penting memikirkan tekhnologi, inovasi dan hak kekayaan intekektual atas tekhnologi yang digunakan dan banyak peluang lainnya yang harus ditata dalam hal implementasi halal termasuk sosialisasi nasional gerakan halal, “

Sapta Nirwandar mengatakan momentum bulan suci Ramadhan akan digunakan untuk sosialisasi halal lifestyle di mall-mall. Rencananya, kata Sapta, pada 2016 ini The Indonesia Halal LifeStyle and Business akan terus mendongkrak giat halal di Indonesia. Di antaranya melalui gelaran Ramadhan Festival, Indonesia Halal Lifestyle Conference and Exhibition, dan pembuatan film tentang Halal LifeSytle.

Pada peluncuran majalah tersebut, turut hadir desainer sekaligus pelaku usaha mode Muslim, Dian Pelangi yang optimistis bisnis busana syar’i akan meningkat terus dan mengglobal. (Hilda Ansariah Sabri).

LEAVE A REPLY