Sampah Penuhi Pantai Kuta, Wisatawan cuma Mengeluh

2
795
Wisatawan berwisata di temani Sampah di pantai Kuta

KUTA BALI, bisniswisata.co.id: Sampah di tempat wisata, masalah klasik yang tak pernah terselesaikan dengan sempurna. Setiap tahun sepanjang Pantai Kuta Bali selalu dipenuhi sampah. Tudingan paling gampang penyebabnya: akibat kiriman air laut saat musim hujan dan musim angin barat.

Bagi wisatawan nusantara apalagi mancanegara tidak tahu kalau sampah itu kiriman atau bukan, yang meraka tahu, lihat dan rasakan bahwa Pantai Kuta penuh sampah, jorok, menjijikkan juga memalukan bahwa destinasi kelas internasional kondisinya seperti itu. Penuh sampah.

Wisatawan hanya bisa mengeluh. Tentunya keluhan ini bisa membahayakan bagi pariwisata Bali, jika difoto, ditulis di media sosial. Postingan itu dibaca di penjuru dunia. Akibatnya, bisa jadi target kunjungan wisata yang dicanangkan tak tercapai hanya gara-gara sampah.

Bagus, backpacker asal Jakarta prihatin dengan sampah yang berserakan di Kuta, Pantai idola wisatawan saat berwisata ke Pulau Dewata. “Prihatin juga kondisinya kayak begini (Sampah). Dan ini setiap tahun terjadi, apa tidak ada penanggulangan atau pencegahan dini sebelum ada sampah membanjiri pantai,” papar Bagus dalam email yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (18/12/2016).

Bagus bersama lima Backpacker baru selesai menjelajah wisata Nusa Penipa dan mampir menginap di homestay di kawasan Pantai Kuta. Sabtu (17/12) sempat terkejut ada puluhan TNI dan Polri menyerbu Pantai. Bukan latihan namun membersihkan sampah.

Personel TNI Kodam IX Udayana dan Korem 163/Wirasatya menyapu sampah yang berserakan di Pantai. “Kita hari ini akan melaksanakan perang sampah. Perang terhadap sampah. Karena apa? Bali ini menjelang akhir tahun, sebagai destinasi wisata ternyata seperti ini keadaannya. Jorok, malu kita sebagai tuan rumah,” ungkap Kolonel Infantri I Nyoman Cantiasa, Danrem 163/Wira Satya.

Merebaknya sampah juga dikeluhkan wisatawan asing. Chris Antonio (41), turis asal Belgia berniat mandi air laut terpaksa dibatalkan. Lantaran kondisi pantai dan air laut tak bersahabat penuh dengan sampah. Chris hanya bisa angkat bahu dengan melihat kondisi.

“Wouw, Why do this (kenapa bisa begini),” tanyanya dengan mengangkat kedua tangannya. Padahal, dalam promosi via gambar maupun video visual Pantai Bali nampak indah. Airnya biru, pemandangannya indah dan ada wisatawan berjemur menikmati surga Bali. “Ternyata…” tanyanya.

Andrew Gruw, wisatawan Australia mengeluh dan prihatin melihat kondisi Pantai Kuta yang dipenuhi oleh sampah. “Tentu saja saya sangat sedih karena banyak sampah kiriman sebagai akibat ulah manusia yang tidak memperhatikan kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya sambil geleng-geleng kepala.

Demikian pula wisatawan lainnya Mandy Shaves, juga asalAustralia mengaku, yakin sampah-sampah plastik tidak seluruhnya datang dari Bali. “Sampah-sampah kiriman itu tidak tertutup kemungkinan juga dari luar Bali,” katanya.

Tumpukan sampah di Pantai Kuta setiap musim hujan yang disertai dengan tiupan angin yang kencang kerap kali menerima kiriman sampah sehingga Pantai Kuta tampak kotor.

Sampah kiriman tersebut berupa batang kayu berukuran besar, ranting pepohonan dan sampah plastik. Petugas kebersihan berusaha menanganinya secara maksimal, namun sampah kiriman itu masih tampak di mana-mana.

Wayan Darsa, salah satu pedagang menyampaikan bahwa sampah yang banyak terdampar di Pantai Kuta sudah cukup lama dan ini karena faktor alam. Petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Badung juga sudah sigap membersihkan sampah.

“Ini kan faktor alam, setiap tahun ya begini. Kalau sudah musim hujan dan ada angin barat, ya banyak sampah. Tapi petugas sering dan bahkan cepat menangani. Kami para pedagang juga membantu, biar enak dikunjungi wisatawan,” kata Wayan Darsa. (*/END)

2 COMMENTS

  1. Oo, backpacker anyar? Kasian nggak lulur geografi ya, eeh dapat pelajaran lmu bumi nggak di sekolah?
    Lah nih media juga ikutan tidak pakai logika.

  2. Memang benar adanya, permasalahan sampah yang sudah membudaya dan mengakar sebagai pemandangan wajib tahunan menghiasi wajah pantai kuta.

    kalo datang akhir tahun ke bali dengan memilih berkunjung ke pantai kuta dan jatuh sebagai awal memasuki musim penghujan dimana angin berhembus dari barat sudah tidak heran lagi jika akan banyak dijumpai sampah di sepanjang garis pantai kuta.

    Tapi itu tidak berlaku buat pantai kuta saja, pantai legian dan sekitarnya juga mendapat sampah kiriman. Semua pantai dengan garis pantai kuta yang menghadap ke barat pasti akan mendapat kiriman sampah melihat lokasi pantai ini sebagai muara sehingga samapah lebih mudah bertepi.

    Tapi perlu diketahui, ini memang masalah sosial dan ini terjadi bukan kali ini saja. Dari dulunya juga begitu, jadi ga perlu heran dengan cap sampah. Jika mau dijadikan masalah, ini bencana nasional. Tapi yang perlu dicatat adalah sisi positif sigapnya warga sekitar, pedagang dan petugas kebersihan yang mampu saling membahu cepat dan tanggap mengatasi permasalahan itu sepanjang musim angin barat datang. Ditas jam 9 pagi, hampir 90% sampah kiriman mampu diangkut dan disingkirkan dari wajah pantai kuta.

    Bali sebagai pulau kecil dengan dikelilingin pantai dan lautan, masih banyak memiliki daya tarik pantai lainya selain pantai kuta. Jika diambil positifnya, ini kesempatan bagi pantai lainya untuk mempromosikan dirikan. Diwilayah bali selatan sekitaran nusa dua ada sekitar 20 pantai menarik yang bisa dikunjungi untuk sekedar berenang atau berendam baik yang sudah dikenal maupun belum terekspose.

    Sementara di bali juga sarana tranportasi cukup banyak, terlebih sudah ada taxi online tentunya akan mempermudah dengan biaya yang murah. Jika yang tidak suka macet bisa mencoba dengan sewa motor yang banyak disewakan disekitar pantai kuta

LEAVE A REPLY