Sambung Galaxy Note 7 Diharamkan dalam Semua Penerbangan

0
206
Larangan membawa samsung galaxy note 7 di Bandara (foto: CNBC.com)

WASHINGTON, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Perhubungan bersama regulator penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) dan badan keamanan material berbahaya (PHMSA) mengeluarkan perintah darurat untuk melarang penggunaan Samsung Galaxy Note7 di dalam transportasi udara.

“Kami mengakui bahwa melarang ponsel ini dalam penerbangan akan mengganggu kenyamanan beberapa penumpang, namun keselamatan semua orang dalam pesawat terbang harus diprioritaskan,” kata Menteri Transportasi AS Anthony Foxx dalam laman resmi www.transportation.gov/

Pemilik Samsung Galaxy Note7 dilarang untuk membawa perangkat tersebut di saku mereka, di bawaan kabin pesawat atau di bagasi, dalam penerbangan ke, dari atau di dalam wilayah Amerika Serikat (AS).

Larangan tersebut ditujukan untuk semua perangkat Samsung Galaxy Note7. Smartphone tersebut juga tidak dapat dikirim sebagai kargo udara. Larangan itu akan efektif berlaku pada Sabtu, 15 Oktober 2016, siang hari waktu AS. “Kami mengambil langkah tambahan ini karena satu insiden kebakaran di dalam penerbangan dapat menimbulkan risiko tinggi akan cedera parah dan berisiko mengancam banyak nyawa,” kata Foxx.

Sejumlah pemilik perangkat Galaxy Note7 dilaporkan telah mengalami insiden terkait masalah baterai, baik dalam program pengembalian maupun penggantian perangkat. Samsung dan komisi keamanan produk AS, Consumer Product Safety Commission (CPSC), mengakui adanya bahaya keamanan dengan melakukan penarikan perangkat yang dilakukan Samsung pada 15 September 2016 dan 13 Oktober 2016.

Bukan hanya itu, pada 11 Oktober 2016, Samsung juga memberhentikan produksi dan penjualan perangkat Samsung Galaxy Note7. “Risiko bahaya kebakaran perangkat asli Note7 dan perangakat pengganti Note7 terlalu besar bagi siapa pun yang tidak menanggapi program pengembalian secara resmi ini,” ujar Ketua CPSC Elliot F. Kaye.

“Saya sekali lagi ingin mengingatkan konsumen untuk mengambil keuntungan dari solusi yang ditawarkan, termasuk pengembalian uang. Ini adalah langkah yang benar dan paling aman untuk dilakukan.” sambungnya.

Bukan hanya di AS, Tiga maskapai Australia juga melarang penumpang menggunakan atau mengisi ulang daya baterai Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan menyusul kekhawatiran terbakarnya smartphone itu. Qantas, Jetstar, dan Virgin Australia kompak mengatakan sebenarnya tidak diarahkan oleh otoritas penerbangan untuk melarang penggunaan Galaxy Note 7, tetapi hal tersebut mereka lakukan sebagai tindakan pencegahan terkait penarikan yang dilakukan Samsung di 10 negara.

Penumpang tetap bisa membawa smartphone tersebut ke dalam pesawat, namun tidak diizinkan untuk menghubungkannya ke sistem hiburan penerbangan yang menyediakan port USB. Penarikan Galaxy Note 7 menyusul risiko terbakarnya perangkat itu saat sedang diisi ulang daya baterainya, dan menjadi pukulan telak bagi Samsung. Sebelum resmi ditarik, manufaktur smartphone asal Korea Selatan itu kabarnya telah menjual 2,5 juta unit Galaxy Note 7.

“Menyusul penarikan Galaxy Note 7 oleh Samsung Australia, kami meminta penumpang yang memiliki smartphone tersebut tidak menghidupkan atau mengisi ulang baterai selama penerbangan,” demikian pernyataan juru bicara Qantas seperti dilansir Reuters.

Sementara Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, mengalami kerugian US$5,4 miliar atau sekitar Rp70 triliun akibat produk gagal Galaxy Note 7. Kerugian diperkirakan akan bertambah sebesar US$2,5 miliar. Akibatnya, Samsung mengalami gangguan neraca keuangannya akibat penarikan Note 7 dan penjualan produk Samsung akan terdampak pada kuartal pertama 2017.

Samsung Note 7 ditarik bulan lalu setelah banyak kasus baterai terbakar, tapi ketika ponsel pengganti juga mengalami masalah yang sama, Samsung menghentikan seluruh produk Note 7. Ponsel premium yang diluncurkan pada Agustus 2016 untuk menandingi produk Apple terbaru, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Bukannya sukses, produk andalannya itu malah jadi petaka.

Samsung mengatakan bahwa untuk ‘menormalkan bisnis ponsel’ mereka akan memperluas penjualan perangkat andalan lain seperti Galaxy S7 dan S7 Edge.
“Selain itu, perusahaan akan fokus pada peningkatan keamanan produk bagi para konsumen, dengan membuat perubahan berarti dalam proses penjaminan kualitas,” kata Samsung dalam pernyataannya seperti dikutip BBC.

September lalu, perusahaan itu menarik sekitar 2,5 juta Samsung Note 7 setelah munculnya berbagai laporan tentang panas berlebihan dan meledaknya baterai. Akhirnya diputuskan untuk menghentikan total produksi Note 7. (*/END)

LEAVE A REPLY