Sajikan Air Garam, Hotel dan Restoran di Jalur Gaza Diprotes

0
40

PALESTINA, Bisniswisata.co.id: Hotel dan restoran di Jalur Gaza memang keterlaluan. Masak menu makanan yang disajikan cuma air garam. Tak ada yang lain. Kondisi menyedihkan ini, mendapat protes keras dari 1.600 tahanan asal Palestina dengan melakukan aksi mogok makan di tahanan Israel. Mogok makan sebagai bentuk solidaritas.

Kepala Komite Restoran, Hotel dan Layanan Wisata Palestina, Salah Abu Hassireh menyebut staf di 50 perusahaan mengenakan seragam bertulisan ‘garam dan air’ serta ‘rasa hormat untuk pencuci mulut’ selagi melaksanakan protes yang berlangsung sepanjang hari, awal bulan ini.

Daring, kampanye media sosial ‘salt water challenge’ menarik perhatian jutaan orang setelah bintang pop Palestina Mohammed Assaf meneguk segelas air garam dalam video yang diunggah ke YouTube, diikuti ribuan orang lainnya.

Issa Qaraqe, kepala urusan tahanan Otoritas Palestina, memperkirakan ada 1.600 orang yang mogok makan sejak 17 April lalu, bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina. Demikian dikutip The Independent pada Senin (15/5).

Aksi mogok ‘Kemerdekaan dan Kehormatan’ ini dilakukan untuk menuntut sejumlah hal, mulai dari akses telepon dan pengacara, perawatan kesehatan yang lebih baik, hingga pengakhiran sistem pengasingan tahanan.

Sebanyak 500 orang lainnya ditahan di bawah hukum yang disebut Penahanan Administatif. Hukum tersebut memungkinkan tersangka dipenjara selama enam bulan tanpa dakwaan.

Isu ini memicu jalinan simpati dari seluruh penjuru masyarakat Palestina. Menurut pemerintah, diperkirakan 750 ribu orang atau satu dari tujuh keluarga di negara tersebut pernah ditahan oleh Israel dalam 50 tahun terakhir.

Aksi mogok makan sempat beberapa kali dilakukan di masa lalu. Namun, serangkaian aksi itu tidak pernah dilaksanakan dalam skala sebesar kali ini.

Otoritas Israel, di sisi lain, mengecam aksi tersebut. Sesaat setelah mogok makan dimulai, Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan mengatakan kepada Army Radio bahwa tahanan yang protes adalah “teroris dan pembunuh yang dipenjara dan pantas mendapatkan apa yang mereka dapatkan.” paparnya, Rabu (17/05/2017).

Inisiatif terbaru ini dipimpin oleh Marwan Barghouti, seorang pemimpin Palestina yang dipenjara seumur hidup oleh Israel karena lima kasus pembunuhan.

Barghouti, yang populer di Gaza dan Tepi Barat dan kerap disebut sebagai penerus Presiden Mahmoud Abbas meski sedang menjalani hukuman, ditempatkan di sel pengasingan karena memimpin mogok makan tersebut. (*/ind)

LEAVE A REPLY