Saingi Airbnb, Menkominfo Dukung Aplikasi Lokal Hotel

0
60
Aplikasi kamar hotel

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (Menkominfo) mendukung kompetisi bisnis yang diinisiasi pengusaha lokal dengan membentuk aplikasi daring pemesanan hotel, untuk menyaingi aplikasi serupa yang sudah masif sebelumnya, seperti Airbnb.

“Kita memang perlu berpikir kreatif agar tidak terdisrupsi dengan maraknya layanan bisnis daring, baik dari dalam maupun luar negeri. Karenanya pengusaha lokal diharapkan tidak perlu hanya meminta pemblokiran kepada regulator, namun mengadaptasi skema bisnis yang inovatif dan sesuai kebutuhan pasar. Dan kami mendukung skema itu,” lontar Menteri Rudiantara usai Sarasehan 100 Ekonom pengusaha domestik di Jakarta, Selasa (12/12).

Layanan Airbnb, lanjut menteri, sebenarnya hanya memanfaatkan peluang pasar yang selama ini belum digarap pengusaha hotel konvensional, di tengah berkembang pesatnya bisnis digital. Dengan adanya aplikasi seperti Airbnb, pengusaha hotel seharusnya memang tergerak untuk berinovasi.

“Mereka kan cuma memanfaatkan ceruk yang bisa dieksplor. Misalnya ada 10 kursi yang terpakai enam, mereka memanfaatkan empat kursi yang kosong itu,” ujar dia sambil menambahkan aplikasi lokal serupa Airbnb, sebenarnya sudah diinisiasi dengan munculnya layanan pemesanan hotel di www.airyrooms.com,

Rudiantara mengatakan pihaknya siap membantu sesuai kebutuhan pengusaha lokal. Apalagi penggunaan aplikasi lokal untuk pemesanan hotel akan mendukung efisiensi bisnis. “Kalau domestik, dia menghemat bandwitch karena traffic-nya dalam negeri. Kalau Airbnb itu otorisasi semuanya menggunakan jalur internasional pakai kabel laut,” ujarnya.

Aplikasi pemesanan hotel dari domestik yang baru-baru ini diperkenalkan adalah bookingina.com besutan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Situs tersebut merupakan hasil kerja sama antara PHRI dan PT Maia Putra Lestari.

Disinggung usulan PHRI minta Kemeninfo menutup Airbnb, karena Airbnb merugikan pengusaha hotel budget atau hotel kelas bintang 2 dengan tarif yang relatif murah. Rata-rata harga sewa kamar hotel budget di kisaran Rp 300.000-Rp 700.000/malam. “Saya tidak bisa menutup, banyak pihak yang harus diajak berbicara. Ini sedang saya diskusikan dengan Menteri Pariwisata,” jawabnya diplomatis.

Apakah pembicaraan tersebut untuk menentukan pemblokiran Airbnb? Menteri Rudiantara mengaku belum bisa membeberkan. Juga terkait batas waktu pembicaraan dengan Menteri Pariwisata, juga tidak bisa menentukan.

Namun, sambung dia, berdasarkan kajian Kemenkominfo, situs Airbnb malah banyak memberi keuntungan bagi pemilik kamar yang selama ini nganggur akibat rendahnya tingkat hunian kamar hotel. Sehingga keberadaan Airbnb dirasakan sangat bermanfaat ketika pemilik kamar itu tidak mendapatkan tamu. “Meski demikian, pemerintah tentu memikirkan solusi yang terbaik. Aplikasi itu kan memberi efisiensi, dan masyarakat mau,” jelas Rudiantara.

Airbnb adalah sebuah online marketplace bagi orang-orang yang ingin menyewa dan menyewakan kamar pribadi, apartemen atau pun rumahnya. Biasanya, orang-orang menyewakan rumahnya secara harian seperti kamar hotel.

Sebelumnya Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan agen perjalanan daring atau online travel agent ini merupakan salah satu upaya untuk bisa menjangkau konsumen lebih luas. Hariyadi mengatakan situs pemesanan hotel ini akan membantu konsumen memilih hotel dan memberikan keuntungan bagi pengusaha hotel. (NDIK)

LEAVE A REPLY