Sabang, Negeri Seribu Benteng Negeri Seribu Pulau yang Memukau

0
1766
Obyek wisata Sabang

SABANG, test.test.bisniswisata.co.id: Sabang, sebuah pulau yang terletak di paling ujung barat Indonesia terdapat banyak destinasi wisata bahari yang tak kalah dengan Bali. Baik pemandangan pantai maupun terumbu karang bawah laut yang menakjubkan. Hamparan pasir yang bersih dipadu dengan pepohonan yang rindang, semakin memanjakan wisatawan untuk menghabiskan hari liburnya. Sehingga tidak salah ada ribuan wisatawan asing dan lokal berlibur di Sabang.

Kekayaan dunia pariwisata di Sabang tidak hanya hamparan pantai yang indah bak permadani terbentang luas di alam. Akan tetapi ada objek wisata lainnya yang tak kalah mengagumkan. Wisata sejarah juga tersedia di Sabang. Sabang dulunya pernah dijajah oleh beberapa negara Eropa dan Asing, seperti Jepang yang berkuasa pada tahun 1942.

Dulu, setiap serdadu yang menduduki Sabang diharuskan membangun benteng pertahanan dari serangan musuh. Baik serangan dari pribumi melawan penjajah, maupun serangan yang dilancarkan oleh negara lain yang hendak berkuasa di pulau Sabang. Sabang selain dikenal dengan pemandangan pantai dan bawah laut yang menakjubkan. Sabang juga dikenal dengan ‘Sabang Negeri Seribu Benteng’.

Karena hampir setiap pelosok ada benteng peninggalan penjajah masa lalu. Benteng-benteng itu sekarang telah dijadikan objek wisata sejarah oleh Pemerintah Kota Sabang dan wisatawan pun banyak berkunjung ke benteng-benteng tersebut.

Benteng yang terletak di Anoi Itam, Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, Sabang misalnya. Benteng ini dibangun oleh Jepang saat menjajah Aceh. Hingga sekarang benteng itu masih berdiri kokok di atas bukit.

Benteng itu menghadap langsung ke Selat Malaka. Pada masa itu ini menjadi salah satu benteng yang strategis di waktu itu. Karena berhadapan langsung laut lepas lintas internasional. Selat Malaka hingga sekarang merupakan jalur internasional yang sangat sibuk.

Jadi, wisatawan yang berlibur ke Sabang tak pernah luput untuk berkunjung ke benteng bersejarah ini. Tentunya setiap wisatawan tidak lupa mengabadikan momen saat berada di benteng itu. Benteng-benteng yang dibangun oleh penjajah masa lalu mayoritas berada di pinggir pantai. Benteng itu dijadikan pos atau benteng pertahanan tempat pasukan memantau situasi laut dari serangan musuh.

Pos pantau itu merupakan tempat tentara kekaisaran Jepang berlindung dari serangan musuh dan sebaliknya mampu membalas serangan dari lawan yang melintasi di Selat Malaka.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sabang, Sofyan Adam mengatakan, pecahnya perang dunia ke-dua pada tahun 1939-1944 yang melibatkan banyak negara dan memakan banyak korban pada pertempuran berdarah itu memaksakan Jepang mundur dan meninggalkan Sabang. “Kekaisaran Jepang pernah berkuasa di Sabang, dan sebagai bukti nyata banyak benteng-benteng Jepang yang berjejeran di sepanjang pantai di Pulau Weh, kata Sofyan Adam, di Sabang, Rabu (21/10/2015).

Atas dasar itu, kata Sofyan seperti dilansir laman Merdeka.com, pulau Sabang dijuluki dengan Negeri Seribu Pulau. Karena hamper di setiap pelosok dan di bibir pantai terdapat banteng berjejer. Hingga sekarang benteng-benteng itu masih berdiri kokoh, meskipun ada yang telah keropos dimakan usia. (*/ndy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.