Saatnya Wisata Halal Cape Town Muslim Heritage.

0
120

Kawasan Malay Quarter di Cspe Town, Afsel. ( foto-foto: Go Touch Down) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berwisata ke Afrika identik dengan  bersafari menjelajah alam liar dan berpapasan langsung dengan kawanan hewan yang buas di sana. Tapi kini traveler dari Indonesia terutama yang muslim bisa mengikuti wisata halal, Cape Town Muslim Heritage.

Paket yang ditawarkan  Go Touch Down African Travel Specialist di acara TTC Travel Mart di Hotel Redtop Jakarta, kemarin, menarik perhatian karena paket 8 hari 7 malam ini banyak mengunjungi beberapa destinasi dan melakukan aktivitas yang dekat dengan Islam.

“Paket ini lebih mengeksplor ibukota Afrika Selatan  dengan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan keagaman Islam,” kata I Gusti Ngurah Yudha Feryanto, Direktur GO Touch Down, tour operator dari Afrika Selatan.

Peserta Cape Town Muslim Heritage, akan banyak mengeksplore beragam destinasi seperti ke Makam Syeikh Yusuf di Kampung Macassar, Cape Town, misalnya, sebagai salah satu bukti kedekatan Indonesia dengan Afrika Selatan.

Setiap hari peserta aktivitasnya beragam untuk menikmati keindahan alam, ziarah ke makam dan ke sejumlah masjid, ke cagar alam, ke puncak Cape Point, mengunjungi kota tua dan wisata kuliner halal mulai di desa hingga restoran, tambahnya.

Leluasa bergerak dengan kendaraan kecil mengunjungi obyek wisata Islami di Cape Town

“Kami ada memiliki paket safari, paket Cape Town serta paket combo dan signature. Tapi paket wisata halal yang menjadi program tour baru ini yang kami promosikan di arena Astindo Travel Fair di JCC pada 2-4 Maret serta di TTC Travel Fair di Jakarta 5 Maret dan di Hotel JW Mariott Surabaya pada 7 Maret 2018,” kata Ngurah.

Menurut I Gusti Ngurah Yudha Feryanto, setiap hari selama tour peserta rata-rata bisa mengunjungi 3-5 destinasi dengan kendaraan mobil isi 4-6 penumpang yang nyaman dan sewaktu-waktu bisa berhenti sesuai kebutuhan tamu.

“Soalnya beragam aktivitas sepanjang perjalanan bisa kita temukan mulai dari panorama kota dari ketinggian hingga melihat koloni penguin,” ungkap Ngurah.

Dia mencontohkan perjalanan di hari ke tiga misalnya, pagi hari peserta di jemput di kondominium Burgundy Estate tempat menginap selama tour. Lalu menuju Two Oceans Aquarium dan mengunjungi tempat wisata bahari di Victoria & Albert Waterfront.

Acara siang suasananya berubah karena mengeksplore wisata budaya  wisata religi  dan wisata sejarah sekaligus. Peserta diajak sholat Jumat di Mesjid Auwal  lalu berinteraksi langsung dan makan siang halal di rumah penduduk.

Pemandangan di Victoria & Albert Waterfront

“Sore hari perjalanan dilanjutkan dengan merasakan pengalaman sejarah sepanjang Bo-Kaap yang merupakan kawasan asal mula komunitas Muslim pertama di Afrika,” ungkap Ngurah yang yakin paket barunya ini bisa laris manis meskipun tergolong long-haul destination.

Pengalaman berwisata halal ini diyakininya akan memberikan pengalaman yang menyenangkan apalagi Pemerintah Afrika Selatan ( Afsel) memandang Indonesia sebagai bangsa yang memiliki ikatan sejarah erat dengan bangsa Afsel.

Pemimpin mereka, Presiden Nelson Mandela empat kali berkunjung ke Indonesia dan menghargai peranan Pemerintah Indonesia yang secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Afsel menentang pemerintah Apartheid.

“Dalam paket halal ini di hari ke lima, misalnya, ada kunjungan ke Robben Island tempat Nelson Mandela di penjara, juga ada kunjungan ke pasar seni, menikmati keindahan kota sepanjang Camps Bay Beach dan berakhir makan malam di resto halal,” ungkapnya.

Destinasi lainnya yang dapat dikunjungi di Cape Town antara lain Table Mountain untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian di atas cable car hingga wisata belanja di toserba pertama yang ada di Afrika yakni Mariners Wharf.

Muslim traveler Indonesia juga bisa menjajaki peluang bisnis sambil berwisata karena Afrika Selatan berperan penting sebagai pintu masuk produk ekspor Indonesia ke negara-negara Afrika lainnya seperti Botswana, Lesotho dan Swaziland. Nah tunggu apalagi ?



LEAVE A REPLY