Saat Nyepi, Turis Rusia Hilang di Gunung Agung

0
883
Gunung Agung Bali

KARANGASEM BALI, test.test.bisniswisata.co.id: SAAT umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi, justru seorang turis pria asal Rusia, Hildar (38) dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali Rabu (8/3). Hildar mendaki gunung tertinggi di Bali, pada Minggu (6/3) namun hingga Kamis (10/3) belum ditemukan keberadaanya.

Kepala Pusat Pengendalian dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Provinsi Bali, Gede Jaya Seratabrana membenarkan hilangnya Hildar. “Ya betul, kemarin sore dia sudah kehilangan kontak. Kami sudah menerima laporan kabar hilangnya turis asing berkebangsaan Rusia tersebut,” terang Seratabrana saat dihubungi, Kamis (10/3).

Dia mengaku belum mengetahui bersama siapa saja Hildar mendaki gunung Agung. “Dia dikabarkan hilang sore kemarin. Karena kemarin hari Nyepi, dan tidak tidak ada petugas yang beraktivitas maka proses pencarian baru dilakukan Kamis.

“Saat ini tengah dilakukan pencarian oleh BPBD Karangasem, tim SAR serta tim lainnya. Memang tim belum mengetahui posisinya, namaun kami akan melakukan penyisiran jalur yang biasa dilakukan wisatawan. Untuk sementara penyisiran dengan jalan kaki, dan jika tak ditemukan hari ini akan dibantu lewat udara,” papar Seratabrana.

Kapolsek Kubu AKP I Gd Sukadana, Kapolsek Rendang AKP Nengah Brata, dan Kapolsek Selat AKP Nengah Sudiarsa mengaku belum menerima laporan hilangnya bule Rusia di Gunung Agung. Kepala Basarnas Karangasem IB Surya Wirawan mengaku bahwa pihaknya telah menerima laporan bule hilang pada Kamis pagi tadi.

“Benar kita sudah mendapatkan informasi itu, kita sudah berkoordinasi dengan para penjaga masuk, ternyata pada Jumat lalu itu ada bule yang mendaki, tapi dari pintu Amed,” bebernya. Ia mengaku, karena laporan bertepatan dengan Nyepi sehingga proses pencarian akan dimulai pada Kamis hari ini. “Kemungkinan bule itu nyasar, biasanya seperti itu kejadian orang hilang di Gunung Agung,” tuturnya.

Hilangnya wisatawan yang mendaki Gunung Agung ini, kerap terjadi. Rabu (19/01/2015) Januari sekira pukul 02.00 WIT, seorang turis asal Belanda dan satu pemandu saat mendaki Gunung Agung Kabupaten Karangasem, Bali, dilaporkan hilang. Korban yang hilang, Erick (55) turis Belanda dan I Ketut Tison, seorang pemandu lokal asal Desa Duda Utara, Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem.

Saat itu, korban bersama tiga orang wisatawan asal Perancis yakni Juliant (30), Benjit (30) Cristok (30), mendaki gunung yang masih aktif itu. Mereka dipandu dua orang Guide mendaki lewat Pos Pendakian Pasar Agung. Sekira satu jam perjalanan, korban Erick mengaku kakinya keram sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan ingin kembali ke Pos Pendakian. Akhirnya diputuskan Tison yang menemani Erick. Saat itu cuaca di jalur pendakian buruk ditandai hujan deras dan angin kencang. Sejak itu Erick dinyatakan hilang.

Selain itu, dua wisatawan asing asal Republik Ceko, hilang di Gunung Agung, pada Minggu (24/5/2015). Para korban diduga kesasar di ketinggian 1.200 mdpl (meter di atas permukaan laut). Diperkirakan, korban tersesat di sekitar daerah Untalan, Desa Jungutan, Bebandem Korban mengendaki Gunung yang memiliki tinggi 3.031 mdpl tersebut lewat Jalur Kubu, sejak hari jumat (22/5/2015) sekitar pukul 00.00 Wita. Namun, hingga Senin (25/05/2015) kedua korban masih dalam proses pencarian Tim SAR dibantu relawan pencinta Alam.

Gunung Agung berada di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Bali, merupakan gunung tertinggi di pulau Bali. Gunung Agung memiliki ketinggian 3.124 meter atau sekitar 10.308 kaki. Gunung Agung merupakan gunung berapi jenis stratovolcano dimana gunung ini pernah mengalami letusan yang sangat dahsyat. Jika kita lihat dari kejauhan, lebih bagusnya lagi kalau dilihat dari Pura Besakih akan tampak seperti kerucut runcing yang hampir sempurna, namun pada dasarnya puncak gunung ini memanjang dan terdapat kawah yang melingkah dan lebar.

Gunung Agung menjadi pusat pemerhati bagi para pendaki gunung maupun wisatawan. Di puncak gunung Agung anda bisa melihat berbagai keindahan dan tempat-tempat terkenal seperti Gunung Rinjani di Lombok sebelah timur, kemudian disebelah selatan terdapat kepulauan Nusa Penida dengan pantai sanur dan gunung-gunung lainnya sertai Danau Batur disebelah barat laut.

Selama melakukan pendakian, disarankan oleh warga sekitar untuk tidak membawa makanan yang berdaging, karena menurut keyakinan masyarakat setempat bahwa area kawasan gunung merupakan tempat yang disucikan dan dikramatkan. Masyarakat meyakini kalau Gunung Agung merupakan tempat bersemayam para dewa-dewa dan juga meyakini kalau digunung tersebut terdapat istana dewata. (endy)

LEAVE A REPLY