Kerusakan Ekosistem Taman Laut Bunaken Mengusik Wisatawan

0
741
Bunaken Manado (Foto: www.initempatwisata.com)

MANADO, test.test.bisniswisata.co.id: Kondisi Taman Nasional Bunaken (TNB) Menada Sulawesi Utara (Sulut), tak seindah dulu lagi. Kini, Bunaken dibanjiri sampah plastik. Kondisi ini dapat merusak ekosistem laut yang menjadi habitat terumbu, ikan karang, dan spesies lainnya. Bahkan menganggu serta mengusik wisatawan nusantara maupun internasional yang melakukan diving, snorkling dan menikmati wisata bahari.

“Bunaken telah menjadi ikon dunia sehingga tidak ada kata yang tepat selain menjaga dan melestarikannya. Upaya seperti ini bisa dilakukan dengan membangun kesadaran,” kata Gubernur Sulut Olly Dondokambey di Manado, Senin (13/6).

Menurut Gubernur, sampah plastik yang sering ditemukan di TNB tidak bisa dipisahkan dari aktifitas masyarakat yang menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah. Karena itu, dia mengatakan momentum ‘Coral Triangle Day’ yang dilaksanakan Sabtu (11/6) dapat menggugah kesadaran semua pihak untuk mengurangi penggunaan plastik serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Pelestarian taman nasional Bunaken menjadi penting dilakukan untuk generasi mendatang. Mari kita kurangi penggunaan sampah platik dan menggantinya dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan,” ungkapnya seperti dilansir laman Antara.

Sejumlah sungai seperti Malalayang, Sario, Tondano, Talawaan yang membawa material sampah produk manusia termasuk sampah plastik bermuara di Teluk Manado. Sampah-sampah ini kemudian terbawa arus dan menuju ke pulau-pulau yang menjadi objek wisata seperti Manado Tua, Siladen, Nain Mantehage dan Bunaken yang telah mendunia.

“Lestarikanlah terumbu karang agar dapat mendongkrak pariwisata Sulut dan ini merupakan pekerjaan semua masyarakat Sulut bukan hanya pemerintah saja. Pemerintah juga tidak berhenti mengkampanyekan gerakan pelestarian Taman Nasional Bunaken,” katanya. (*/ANO)

LEAVE A REPLY