Rizal Ramli: Wisata Maritim Percepat Ekonomi Maluku Utara

0
47
Ora Beach Maluku Utara

TERNATE, Bisniswisata.co.id: Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman DR. Rizal Ramli menilai Provinsi Maluku Utara bisa lebih sejahtera, sebab sebagai lumbung ikan nasional dan pernah menjadi perhatian bangsa-bangsa Eropa. Sejarah ini menjadi bukti bahwa pala, cengkeh, dan rempah yang lain lebih berharga dengan emas.

“Dengan kekayaan laut Maluku Utara bisa cepat menyejahterakan rakyatnya jika dikombinasikan dengan pariwisata. “Agro wisata dan wisata maritim bisa mempercepat ekonomi Maluku Utara,” lontar Rizal Ramli dalam Seminar Nasional Tata Kelola Kemaritiman dan Perbatasan Antara Peluang dan Ancama di Universitas Muhammadiyah Ternate, Maluku Utara, Ahad (03/12/2017).

Di era pemerintahan Presiden Gus Dur di mana ia menjadi Menteri Keuangan sebagai awal era otonomi dan desentralisasi yang pendek dana perimbangan umum dan khusus tidak mempertimbangkan luas lautan. “Sudah saatnya para pimpinan Maluku memperjuangkan bersama-sama agar Dana Alokasi Khusus mempertimbangkan aspek ketertinggalan dan luas lautan serta sumber perikanan,” ujarnya.

Dengan strategi pembangunan ini maka Indonesia bisa membangun tanpa utang, kata mantan aktivis mahasiswa ITB ini. Tetapi dengan strategi pembangunan yang bagus, tentu akan berhasil.

Tidak perlu mengambil contoh Spanyol atau Italia, yang sudah maju pariwisatanya. Banyuwangi di Jawa Timur dengan Bupati Abdullah Azwar Anas yang anak buah Gus Dur bisa mengubah kabupaten miskin menjadi kabupaten terkaya di Jawa Timur sebagai daerah pariwisata dan pusat perikanan di Jawa.

Pariwisata bisa mendorong perekonomian, dengan job kreator yang lebih murah dibandingkan harus membangun industri. “Karena sektor pariwisata sekarang sudah menyumbang devisa nomor dua setelah ekspor kelapa sawit, sudah mengalahkan eksport migas,” tambah Rizal.

Pariwisata jangan diremehkan, karena Italia, Perancis, dan Spanyol mengandalkan tourisme. Juga akan mengubah kultur, “Kita akan menjadi lebih bersih menghilangkan budaya jorok. Lebih ramah karena keramahan bersahabat dengan turis.” sambungnya seperti dikutip laman Poskotanews.com.

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Dr. Wahda Z. Imam, menyampaikan sudah saatnya ada revolusi biru di Maluku Utara. “Kita tidur di atas ikan, tetapi tidak mampu memanfaatkan kekayaan ikan yang kita miliki,” kata Wahda.

Menurut Wahda, ini bisa kelihatan dari pendapatan daerah yang lebih besar di sektor perdagangan dan perkebunan. Sementara nelayan Filipina di Morotai sudah menguasai dengan nilai tukar Pesso, bahkan banyak yang kawin dengan penduduk lokal. Ini yang membuat Maluku Utara hanya punya semboyan lumbung ikan nasional.

Anggota DPD RI asal Maluku Utara, Basri Salama menyebutkan, ikan-ikan dari Maluku Utara setiap tahun bernilai Rp 7 trilyun yang dicap dari Bitung, Sulawesi Utara. “Ini terjadi karena infrastruktur perikanan tidak terbangun di Maluku Utara. Inilah pentingnya kehadiran Dr Rizal Ramli mantan Menko Maritim hadir di Ternate,” katanya. (PKO)

LEAVE A REPLY