Ringannya Tangan Pramugari Lion Air Menampar Penumpang

0
53

TANGERANG, Bisniswisata.co.id: Nasib malang menimpa Dean Ricko Pakpahan. Penumpang pesawat Lion Air ini, mengalami perjalanan tak mengenakkan. Selain mengalami delay selama 2 jam, Ricko yang berangkat dengan adiknya tak memiliki tempat duduk resmi. Padahal Ricko membeli tiket secara sah. Lebih parah lagi, Ricko ditampar oleh pramugari yang ringan tangan.

“Setelah turun dari pesawat, saya melaporkan kejadian tak menyenangkan yang saya alami ke Polres Bandara Soekarno Hatta, Tangerang,” papar Ricko dalam keterangannya, Senin (04/12/2017).

Ricko menceritakan, kejadian itu bermula saat dirinya bersama adiknya terbang dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Soekarno Hatta, pada Minggu (26/11/2017) siang. Dalam tiket tertera, nomor penerbangannya JT 581 dengan waktu penerbangan pukul 15.40 WIB.

“Kami check in, lalu ada pemberitahuan penerbangan JT 581 mengalami delay sampai 16.40. Kami menunggu di ruang tunggu, pas jam 16.40 petugas mengatakan delay lagi jadi 17.50,” ujar Ricko.

Setelah mengalami dua kali delay, akhirnya Ricko bisa terbang ke Jakarta pukul 17.40. Saat melakukan boarding, tiket Ricko dan penumpang lain dicoret petugas. Oleh petugas, nomor penerbangan yang seharusnya JT 581 diganti menjadi JT 749. “Kami sempat tanya apakah dengan diganti (nomor) penerbangan, manifes kami tercantum apa enggak,” lontarnya.

Ternyata di dalam pesawat, tempat duduk yang tertera dalam tiketnya sudah ditempati orang lain. Ricko sempat bertanya ke pramugari. Pramugari itu menyuruh Ricko mencari kursi yang masih kosong. “Kami ini naik pesawat bukan naik metro mini, saya bilang gitu. Akhirnya saya dapat seat 21A, duduk sama adik kandung saya,” kata Ricko.

Setelah dapat tempat duduk, Ricko kembali bertanya ke pramugari. Dia mau memastikan apakah tempat yang dia duduki bersama adiknya itu benar-benar kosong.

“Saya tanya kursi ini ada orangnya enggak. Memang saat itu nada saya agak keras. Dia bilang, sudah duduk dulu. Dia jawab begitu juteknya, lalu dia meninggalkan kami yang belum dapat kepastian soal tempat duduk. Pas dia mau pergi, adik saya menahan sambil megang lengannya. Pokonya tidak menyenangkanlah perbuatannya dia,” ujarnya.

Karena mendapat perbuatan tak menyenangkan dari awak kabin, Ricko memutuskan untuk menghampiri pramugari itu. Dia ingin mengetahui namanya. Setelah mengetahui namanya bernama FAJ (22), Ricko kembali ke kursi. Saat kembali itu, dia bertemu dengan seorang pramugari senior.

Dia bilang maaf atas ketidaknyamanannnya. Menurut pramugari kami, adik bapak lakukan kontak fisik dengan mendorong pramugari,” kata pramugari senior itu. Ricko tak terima lantaran merasa adiknya tidak pernah mendorong pramugari itu. Perdebatan terjadi, tetapi akhirnya Ricko memutuskan tak melanjutkannya.

Setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Ricko bersama adiknya ingin menemui pilot pesawat. Dia mau mengadukan tindakan pramugari itu ke pilot pesawat itu. “Saat penjelasan ke pilot adik saya ribut sama terlapor. Saya pikir, ada ribut-ribut lagi saya rekam. Saya rekam biar ada pembuktian. Karena pas kejadian awal adik saya menahan lengan, biar saya ada bukti,” kata Ricko.

Pramugari itu berang saat melihat percekcokan itu direkam. Dia mencoba merebut ponsel Ricko. Ricko pun mempertahankan ponselnya. Dalam peristiwa itu, Ricko merasa tertampar di bagian wajahnya oleh si pramugari. “Saya kerasa terkena pukul dua kali, saya ngomong ‘saya dipukul nih’. Saya enggak tahu dia sengaja mau mukul apa tujuannya mau ambil HP saya,” ujar Ricko.

Percekcokan itu dilerai awak kabin dan pilot pesawat. Namun, Ricko merasa perbuatan pramugari itu telah melewati batas. “Saya sudah buat laporan ke polisi bandara Soetta, saya sudah BAP, sudah visum. Itu kan tindak pidana umumnya, saya mau ke sana lagi untuk melapor perdatanya ke bagian otoritas. Saya juga akan melapor ke Ombudsman, ke Kemenhub juga,” ucap Ricko seperti dilansir laman Tribunnews.com

SEjak kejadian hingga kini, Polres Bandara Soekarno-Hatta masih melakukan penyelidikan kasus pertikaian antara penumpang dan oknum pramugari Lion Air, yang video pertikaian itu pun viral di media sosial.

Kasubbag Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Prayogo membenarkan peristiwa tersebut. Pertikaian itu terjadi 26 November 2017.
“Kami telah memanggil kedua belah pihak. Untuk kepentingan penyelidikan, juga sedang menunggu hasil visum. Untuk kedua belah pihak sudah diambil keterangannya dan kasus masih dalam penyelidikan Satreskim Polres BSH sambil menunggu hasil visum,” jelasnya.

Ditempat terpisah, manajemen Lion Air masih menon-aktifkan oknum pramugari yang dilaporkan ke polisi oleh penumpang bernama Dean Ricko Pakpahan atas dugaan penamparan. Kini pramugari dan pihak pelapor telah sama-sama diperiksa polisi.

“Untuk sementara ini perusahaan tidak memberi izin terbang kepada pramugari tersebut sampai penyelidikan selesai dilakukan,” tutur corporate Communicator Lion Air Ramaditya Handoko.

Rama menjelaskan, bila pramugari tersebut terbukti melakukan apa yang dituduhkan penumpangnya, Lion Air tak segan untuk memberi sanksi tegas hingga pemberhentian sebagai karyawan Lion Air.

Dugaan penamparan terhadap penumpang bernama Dean terjadi pada 26 November 2017 di penerbangan Lion Air JT 749 rute Surabaya-Jakarta. Keduanya terlibat cekcok hingga kontak fisik. Saat pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta penumpang lapor ke Polres Bandara. (BBS)

LEAVE A REPLY