Rina Chas: Bersyukur Dapat Menularkan Konsep Berbagi Bersama.

0
197
Rina Chas ( baju hitam dirumah pribadi di Hudaybiyah bersama jemaah usai melaksanakan umroh

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menyelesaikan pendidikan formal strata satu di bidang hukum, dilanjutkan dengan pendidikan khusus sebagai notaris dan berkarir di dunia perbankan semula menjadi aktivitasnya sehari-hari.

Sampai akhirnya pertemuan di pesawat dalam perjalanan ke tanah suci Mekkah dengan seorang pejabat, jendral bintang tiga dari Arab Saudi akhirnya mengubah jalan hidup Rina Chas sebagai pengusaha biro perjalanan umroh dan haji.

“ Dalam perjalanan di pesawat itu, sang jendral terbang bersama istrinya yang juga lawyer lalu bertukar tempat duduk agar saya bisa mengobrol dengan istrinya yang satu profesi dengan saya. Hampir 9 jam perjalanan kami ngobrol segala macam hal dan seolah semua obrolan nyambung,” kata Rina Chas yang akrab dipanggil Onyai dan sekarang duduk menjadi Kabag Hukum DPP Asita.

Saat itu Rina tengah galau dengan karirnya sebagai Kepala Bagian Marketing di sebuah bank ternama yang ingin ditinggalkannya. Apalagi pada jaman itu ( 1991) Rina sudah memakai jilbab sementara perusahaan menekannya untuk melepaskannya.

Wajar karena perusahaan khawatir nasabah kakap bank itu yang ditangani kurang nyaman dilayani wanita muslim berjilbab, apalagi mayoritas klien adalah non muslim.

Rina mengaku karena dia istiqomah dengan jilbabnya maka saat cuti dia ambil untuk melaksanakan umroh untuk kesekian kalinya. Setiap kali mengadu langsung pada Allah di depan Kabah dia mohon petunjuk karena sang ayah H.Ahmad Chatib DT.Bagaduk yang mengarahkannya menjadi ahli hukum dan notaris.

Peraih gelar master hukum dari Universitas Leiden, Belanda ini tidak ingin mengecewakan ayahnya kalau keluar jalur dari aplikasi ilmu yang sudah diperolehnya. Sementara di dunia kerjanya, dia juga keberatan kalau harus melepas jilbab karena jabatannya di perbankan.

Di sela-sela ibadah umrohnya, Rina Chas menyempatkan bersilaturahim dengan keluarga jendral itu di Jeddah dimana orangtuanya mengelola travel agent. Singkat cerita Rina kemudian menjadi saudara angkat sang jendral dan pertemuan di tahun 1991 itu membuat dia akhirnya meninggalkan tanah air dan bekerja di perusahaan travel keluarga barunya sebagai legal officer, menangani masalah hukum di Arab Saudi.

“ Tahun 1993 keluarga termasuk anak-anak akhirnya pindah semua ke Arab Saudi. Saat itu saya sudah punya rumah 4 lantai seluas sekitar 5000 meter, punya restoran dan memiliki travel agent di tanah air yang menjadi provider pertama visa umroh dan haji di Indonesia serta melayani negara lain di Asia Tenggara, kata Rina Chas Shofiyah Suroer SH, MH, Sp.N, Direktur Utama Jelajah Galang Group Tour and Travel (GG T & T ).

Rina Chas, lebih suka bercadar menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan dan panggilan jiwa.

Buka Travel Agent

Ketika membuka travel agent di Indonesia, 16 perusahaan penyelenggara haji dan umroh langsung menjadi klien tetapnya untuk pengurusan visa. Usahanya bertumbuh pesat ke berbagai daerah di bawah bendera United Saudi Company dan Galang Saudi Tourism.

Wanita asal Sumatra Barat ini memang fokus dalam melayani tamu-tamu Allah SWT karena prinsipnya bukan hanya meraup rejeki saja tapi juga pahala yang bermanfaat dan tidak pernah putus dari sang Khalik.

“Prinsip saya sejak terjun ke bisnis travel agent yang menangani tamu Allah adalah mendorong sebanyak mungkin masyarakat Indonesia untuk umroh maupun haji karena itu paket-paket yang saya tawarkan seperti yang sekarang saya pasarkan adalah “ Bayar 10 berangkat 12 orang,” ungkapnya.

Ibu tiga anak yang telah melepas sejumlah usahanya dan memiliki brand baru dibawah naungan Jelajah Galang Group Tour and Travel ( Jelajah GG T & T) ini mengedukasi masyarakat untuk menerapkan konsep berbagi bersama.

“ Di dalam sebuah grup pengajian misalnya, jika ada 10 orang yang mampu untuk membayar paket wisata umroh maka mereka dapat memberangkatkan langsung dua temannya yang kurang mampu, bisa ustad atau ustajahnya untuk ikut berangkat dengan gratis karena konsepnya bayar 10 berangkat 12 orang,” jelasnya.

Selama ini pengelola haji dan umroh hanya memberikan satu bonus bagi mereka yang bisa mengumpulkan 10 jemaah untuk berangkat umroh, tapi Rina malah memberikan dua bonus sekaligus. Padahal mustahil ada pengusaha yang tidak ingin bisnisnya menguntungkan.

Alumnus SMA Don Bosco dan Universitas Tarumanegara ini menjelaskan bahwa setiap ada lima calon jemaah berarti sudah ada satu bonus berangkat umroh gratis sehingga jika 10 orang maka bonus gratis berangkat untuk 2 orang terjamin.

Tabungan pahala

“Keuntungan bisnis yang saya peroleh saya investasikan kembali sebagai tabungan pahala. Dalam Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam, Allah sudah menjanjikan pahala bagi mereka yang memudahkan seseorang untuk datang sebagai tamunya ke tanah suci Mekkah,”

Janji Allah ditepati karena bila tamu Allah dilayani dengan baik maka pahala yang diterimanya adalah sebesar pahala orang yang berangkat umroh dengan berbagai kemudahan yang difasilitasi oleh usaha Rina sendiri.

Seperti paket umrohnya kali ini pihaknya menawarkan paket umroh ke tanah suci seharga Rp 25 juta/orang all in. “ Daftar dari sekarang dan berangkat mulai Aprl 2017 bukan tahun depan,” ujar pendiri yayasan Shofiyah Suroer Al Ihsan yang tengah membangun Pesantren Ya Shohih di Sukabumi.

Harga yang ditawarkan sudah termasuk tiket pesawat Saudi Airlines, Qatar Airways atau Air Asia pulang/pergi, menginap di hotel bintang tiga, konsumsi tiga kali sehari, transportasi full AC, muttawif ( guide) berbahasa Indonesia, bagasi 20 kg dan air zam-zam 5 liter.

“Bonus dua orang gratis itu kalau yang berangkat group pengajian, komunitas atau perusahaan yang setiap tahun memberikan hadiah umroh bagi karyawan terbaiknya maka selain kesempatan memberangkatkan lebih banyak orang juga ada penghematan dana hingga Rp 50 juta,” ungkapnya.

Keuntungannya sebagai pengusaha travel agent pastinya ada karena dia juga provider paket wisata muslim yang destinasinya bukan hanya umroh dan haji, melainkan kota-kota lain di Eropa, Asia dan lainnya.

Sejak tahun 1990 an dia bahkan sudah menjual paket wisata umroh plus China, sementara para kompetitornya hanya terpaku menawarkan paket umroh plus Turki.

“Sekarang trendnya adalah paket muslim artinya sholat time dan makanan halal selama berwisata sangat kami jaga. Konsumen juga merasa nyaman bisa menunaikan kewajiban ibadah sementara negara tujuan wisatanya tidak terbatas ke Arab Saudi,” tambahnya.

Namun bagi Rina Chas, konsep berbagi bersama yang utama dan ingin ditularkannya pada masyarakat sambil mengedukasi mereka bahwa banyak peluang ibadah dengan tema-tema umroh di bulan berbeda dalam kalender Islam.

Rina Chas ( baju hitam) tawarkan beragam umroh untuk masyarakat di bulan Islam.

Untuk itu sejak merintis karir sebagai pelayan tamu Allah 26 tahun lalu, banyak paket umroh yang ditawarkan mulai dari Umroh Remaja, Umroh Isra Miraj, Umroh Nishfu Sya’ban, Umroh Awal Ramadhan hingga Umroh nuzulul Qur’an.

Umroh remaja, ujarnya, juga salah satu konsep edukasi sekaligus berbagi ilmu yang umumnya dilakukan pada masa libur sekolah. Rina memperkuat dengan bimbingan manasik yang mempermudah bagi anak-anak dan remaja dalam menjalankan ibadah umrah. Taushiyahnya juga dengan gaya bahasa anak-anak dan remaja serta menyelipkan pendidikan bahaya narkoba.

Paket lainnya di bulan Sya’ban, misalnya, merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan yang penuh dengan berkat dan rahmat, maghfirah dan dijauhkan dari siksa api neraka. Hal ini menjadi kesempatan bagi umat Allah yang beriman dan bertaqwa, untuk menjadi orang yang diharamkan masuk ke dalam neraka.

Umroh yang paling disukai lainnya adalah di bulan Ramadhan karena pahala kebaikannya sangat besar di berikan Allah kepada jamaah umroh, apalagi ada suatu moment yang selalu di peringati oleh umat islam yaitu Nuzulul Quran, yang menjadi tanda kenabian Rasulullah Saw.

Moment itu adalah peristiwa turunnya Al-Quran yang di terima oleh Muhammad yang menjadi suatu moment diangkatnya menjadi Nabi dan Rasul terakhir. Melaksanakan umroh dan menyempurnakan ibadah dengan memahami peristiwa-peristiwa yang dialami Nabi Besar Muhammad SAW tentunya mengasah sisi spiritual seseorang makin dalam.

Mampu membedakan paket wisata yang sekedar memberangkatkan tamu Allah dan yang mampu melayani dengan baik serta menjalani ibadah dengan khusuk adalah harapan semua orang.

Untuk itu kuncinya pada si calon jamaah sendiri yang harus memahami apa yang menjadi hak dan kewajibannya bukan hanya terpaku pada tawaran harga murah untuk umroh.

Menurut Rina Chas yang kerap dipanggil Onyai, terbukanya era tekhnologi, bisa pesan tiket penerbangan dan hotel secara online sebenarnya memudahkan masyarakat untuk mengetahui harga paket wisata umroh dan haji yang dibelinya wajar atau tidak.

“Nah dengan apa yang kami tawarkan masyarakat secara terbuka juga bisa menghitung seberapa besar keuntungan yang bisa diperoleh jemaah maupun travel agentnya, “ kata Rina Chas.

Dia mengaku ikut prihatin dengan masih banyaknya tamu-tamu Allah ke tanah suci yang tidak bisa beribadah, terlantar dan sulit pulang ke tanah air bahkan banyak yang tertipu tidak bisa berangkat sehingga sakit lahir dan batin, dipermalukan lingkungan akibat ceroboh memilih travel agent.

“ Di sisi lain sebagai pelayan Allah saya juga minta para pelaku untuk memegang amanah karena kontrak yang kita buat bukan hanya pada klien tapi juga pada Allah SWT. Apapun yang kita lakukan harus menempatkan hati nurani yang utama sehingga konsep berbagi bersama, keuntungan pahala dan rupiah kita dapatkan,” ujarnya.

Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa Allah selalu tahu yang terbaik bagi umatnya dan jika ada jemaah yang masih mengeluh dengan pelayanan optimal yang diberikannya maka Onyai dalam ibadah-ibadahnya bersujud panjang memohon hidayah bagi jemaah yang tak mampu menikmati pelayanannya di rumah tuhan. ( Hilda Ansariah Sabri) 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY