RI Dukung Penuh Hari Yoga International Setiap 21 Juni

0
59

Endorser Yoga yang juga selebriti Indonesia Anjasmara ( kiri)  menerima plakat dari Menpar  Arief Yahya didampingi Duta Besar Republik India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat, di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Senin.( Foto: Inda)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Indonesia ternyata berperan besar dalam penetapan Hari Yoga Internasional yanng setiap tahun jatuh pada tanggal  21 Juni. Saat Yoga mendapat pengakuan sebagai Warisan Dunia, Indonesia menggalang suara dari 177 begara anggota PBB, kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“ India berhasil menetapkan tanggal 21 Juni sebagai Hari Yoga Internasional dengan mengeluarkan resolusi di Majelis Umum PBB dan RI beri dukungan penuh sehingga Yoga mendapatkan pengakuan itu pada 11 Desember 2014, tuturnya pada jumpa Pers Festival Yoga Internasional, Senin (30/4), di Kemenpar.

Menpar  didampingi Duta Besar Republik India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat, Asisten Deputi Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya, serta endorser Yoga yang juga selebriti Indonesia Anjasmara.

Arief Yahya mengatakan sejak penetapan itu Indonesia juga menyelenggarakan Hari Yoga Internasional dan tahun ini  berlangsung untuk ke empat kalinya di Candi Prambanan dengan mengusung tema Sepuluh Kota, Sepuluh Hari Menyatukan Dua Puluh Ribu Pecinta Yoga Mempromosikan Keseharan dan Kebahagiaan Melalui Yoga.

“Teman sejati adalah teman yang ada pada saat paling dibutuhkan dan India adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Itulah sebabnya untuk mendukung inisiasi India, kami akan menggelar puncak perayaan event yoga ini di Candi Prambanan, Yogyakarta. Tepatnya Minggu, 24 Juni 2018,” tambah Menpar.

Aktivitas yoga tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai gerakan olah tubuh dan pikiran, namun juga sebagai daya tarik wisata dan menjalin hubungan dua negara seperti yang dilakukan India dan Indonesia.

Yoga sebagai aktivitas gerakan olah tubuh dan pikiran sangat fokus pada kekuatan dan pernapasan untul meningkatkan kualitas mental dan fisik. Itulah sebabnya kini banyak orang  mulai berlatih yoga, termasuk masyarakat Indonesia.

Anjasmara, salah satu seleb Indonesia yang menyukai olah tubuh dan pikiran ini mengatakan yoga bukanlah kegiatan satu agama walaupun berasal dari India yang mayoritas penduduknya memeluk Hindu.

“Yoga membuat saya mampu mengelola stress dengan baik, meningkatkan kualitas hidup. Jadi jangan ragu beryoga, jadilah dirimu sendiri, cintai dirimu sendiri, cintai agamamu dan lakukan yang terbaik dengan penuh cinta kasih,” tambah pemeran Si Cecep ini.

Menurut Menpar, perayaan Hari Yoga ini cukup penting. Sebab, dapat meningkatkan hubungan antara Indonesia dengan India. Kedua negara memiliki kesamaan mengembangkan budaya olahtubuh yoga.

Di Indonesia, Hari Yoga Internasional akan digelar di 10 kota besar. Mulai dari Malang (22/4), Jakarta (28/4), Yogyakarta (5/5), Bandung (9/6), Bali (16-17/6), Surabaya (21/6), Jakarta (23/6), Medan, (24/6), Yogyakarta, Candi Prambanan (24/6), dan Surabaya (10/8).

Targetnya adalah sekitar 20 ribu peserta akan mengikuti berbagai sesi yoga yang diperagakan para guru dari India. Guru-guru ini telah dilatih secara profesional, sesuai dengan Standar Protokol Umum Yoga dari Hari Yoga Internasional.

“India merupakan pasar potensial untuk penyumbang wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Saat ini jumlah, wisman India masuk dalam Top 5 yaitu Tiongkok, Singapura, Malaysia, Australia, India dan Jepang

Tahun lalu, Tiongkok menempati urutan pertama dengan memberikan kontribusi sebanyak 1,9 juta wisman, sedangkan India sebanyak 485.000 wisman atau mengalahkan jumlah kunjungan wisman dari Korea ke Indonesia sebanyak 379.000, padahal penerbangan langsung dari India ke Indonesia tahun lalu tidak ada,”ujar Menpar Arief.

Menpar Arief Yahya, menjelaskan kedekatan hubungan kedua negara. Menurutnya, hubungan ini semakin erat dengan dibukanya penerbangan langsung (direct flight) dari Mumbai ke Denpasar yang dilakukan Garuda Indonesia.

Inaugural flight-nya telah berlangsung di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Mumbai, 23 April lalu. Dan Welcoming Flight di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, 24 April lalu. penerbangan tersebut menggunakan pesawat Airbus A330-200 berkapasitas 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi.

“Minggu ke dua bulan Mei 2018, saya akan kembali ke India untuk melakukan pembicaraan bisnis dengan agen perjalanan dan tour operator India. Tujuannya untuk menjual lebih banyak paket tour ke Indonesia, sehingga kita harapkan lebih banyak wisatawan India datang ke Indonesia,” kata Arief Yahya.






LEAVE A REPLY