Resmikan Museum Keris, Presiden Jokowi: Tradisi Budaya Jangan Tercabut

0
69
Presiden Resmikan Museum Keris Nusantara (Foto: Setkab.go.id)

SURAKARTA, Bisniswisata.co.id: Museum Keris Nusantara di Surakarta, Jawa Tengah diresmikan. Peresmian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat sambutan hangat dari kurotor, pecinta keris, hingga kelompok sadar wisata. Terbukti sebelum peresmian digelar arak-arakan keris dari Rumah Dinas Wali Kota Solo di Loji Gandrung hingga Museum Keris. Prosesi ini sontak menyita perhatian warga Solo.

Presiden Jokowi menilai anak-anak muda sekarang lebih senang memegang smartphone, lebih senang memegang gadget dibandingkan memegang keris. Padahal, keris adalah warisan budaya bangsa yang memiliki nilai-nilai filosofi yang sangat tinggi. Keris Indonesia sudah dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Non Bendawi oleh UNESCO di tahun 2005.

“Artinya, walaupun kita berupaya mengejar kemajuan, tetapi kita tidak boleh tercerabut dari tradisi kita, tidak boleh meninggalkan nilai-nilai adiluhung bangsa. Untuk itu, sudah seharusnya dan sudah sepantasnya kita terus menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa, termasuk keris,” tutur Presiden dalam sambutan pembukaan Museum Keris, Rabu (09/08/2017).

Presiden Jokowi mengaku bahagia, meski menunggu cukup lama selama 4 tahun, Museum Keris yang dinanti-nantikan akhirnya rampung. Dengan kehadiran museum ini, diharapkan bersama-sama bisa melihat perjalanan sejarah keris, tombak, pedang, dan lain-lainnya, yang merupakan bagian dari warisan seni budaya bangsa Indonesia.

Saat Presiden Jokowi berkunjung ke Turki, Presiden Erdogan memamerkan keris-keris yang sangat cantik dari Indonesia. Juga di Rusia, Presiden Putin juga memamerkan keris-keris asal Indonesia, yang disimpan dalam ruangan khusus yang beliau miliki.

Nilai-nilai filosofi-filosofi yang ada di keris menyebabkan mereka kagum dan mengoleksi keris-keris Indonesia. “Saya memiliki banyak koleksi, yang nantinya saya berikan untuk museum ini. Ada keris hadiah dari Perdana Menteri Belanda, ini saya hibahkan, biar dirawat oleh museum. Saya tidak sanggup merawat sendiri,” ujarnya.

Presiden Jokowi berharap, Museum Keris Nusantara ini bisa menjadi wujud penghargaan kita terhadap seni budaya sekaligus sumber inspirasi nilai-nilai budaya Jawa, nilai-nilai budaya Nusantara, karena setiap suku pasti memiliki senjata tradisional.

“Seperti suku Dayak yang memiliki Mandau, Aceh memiliki Rencong, Sunda dikenal dengan Kujang, Sulawesi Selatan memiliki Badik, dan semuanya menjadi kekayaan seni budaya Nusantara yang harus terus kita jaga dan kita lestarikan,” pungkas Presiden.

Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan Kota Solo, Bambang Marsudi mengatakan kirab tersebut menjadi upaya Pemerintah Kota Solo untuk mempromosikan Museum Keris kepada warga Solo daan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. “Kami berharap setelah ini warga berbondong-bondong datang ke Museum,” kata Bambang.

Dia menjelaskan Museum Keris telah digagas pendiriannya sejak Presiden Joko Widodo masih menjabat sebahai Wali Kota Solo. Kedepannya, pengelolaan Museum Keris dilakukan oleh Pemkot Solo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyempatkan diri berkeliling melihat koleksi-koleksi di museum keris. Terdapat sekitar 409 koleksi keris berbagai jenis dan ukuran serta 38 tombak dan benda-benda pusaka bersejarah lainnya.

Museum Keris dibangun bertahap sejak 2013 di mana pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar Rp 7,9 miliar. Sedangkan pada tahap 2 dan 3, pemerintah mengucurkan anggaran sebesar Rp 5 miliar dan Rp 8,2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fisik dan perbaikan bangunan cagar budaya bekas Rumah Sakit Jiwa Mangun Jayan di komplek museum di kawasan budaya Sriwedari Jalan Bhayangkara No 2, Surakarta. (*/HMS)

LEAVE A REPLY